Pilihan antara amonium glufosinat, parakuat, dan glifosat sebenarnya bukan soal mana yang mutlak "lebih baik", melainkan mana yang paling cocok dengan kebutuhan lahan Anda. Ketiganya punya cara kerja dan profil keamanan yang sangat berbeda.
Berikut adalah perbandingan singkatnya agar Anda bisa menentukan pilihan:
1. Perbandingan Cara Kerja
| Fitur | Glifosat | Parakuat | Amonium Glufosinat |
| Sifat | Sistemik (Meresap ke akar) | Kontak (Hanya yang terkena) | Kontak + Sistemik Lokal |
| Kecepatan | Lambat (7–14 hari) | Sangat Cepat (Hitungan jam) | Sedang (3–7 hari) |
| Target | Hampir semua gulma | Gulma berdaun lebar | Luas (termasuk yang resisten glifosat) |
| Residu Tanah | Ada, tapi mengikat kuat | Sangat kuat (tidak aktif di tanah) | Singkat/Cepat terurai |
2. Mengapa Amonium Glufosinat Sering Dianggap "Unggul"?
Glufosinat sering disebut sebagai jalan tengah atau solusi modern karena beberapa alasan:
Solusi Gulma Resisten: Banyak gulma sekarang sudah "kebal" terhadap glifosat. Glufosinat efektif membasmi gulma yang sudah tidak mempan lagi disemprot glifosat.
Lebih Aman bagi Lingkungan & Pengguna: Parakuat memiliki tingkat toksisitas yang sangat tinggi bagi manusia dan mamalia, bahkan sudah dilarang di banyak negara. Glufosinat jauh lebih aman bagi aplikator dibandingkan parakuat.
Keamanan Tanaman Utama: Karena sifatnya yang tidak berpindah secara luas di dalam jaringan tanaman (sistemik terbatas), ia lebih aman digunakan untuk penyemprotan di antara barisan tanaman (seperti jagung atau sawit) selama tidak mengenai bagian hijau tanaman utama.
3. Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun terlihat lebih unggul secara profil keamanan, glufosinat punya kelemahan:
Harga: Biasanya lebih mahal dibandingkan glifosat atau parakuat.
Ketergantungan pada Cuaca: Membutuhkan sinar matahari yang cukup dan kelembapan agar bekerja maksimal.
Tidak Mematikan Akar Sempurna: Tidak sekuat glifosat dalam membunuh gulma menahun (perennial) hingga ke akar terdalam.
Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?
Pilih Glifosat jika Anda ingin mematikan gulma sampai ke akar-akarnya di lahan kosong sebelum tanam. Contoh: Sidafos 480 SL, Seetop 525 SL.
Pilih Parakuat jika Anda butuh hasil instan (misal: ingin lahan bersih dalam 1 hari) dan siap dengan standar keamanan/APD yang sangat ketat. Contoh: Sidaxon 276 SL dan Liuxone 150 SL
Pilih Amonium Glufosinat jika Anda menghadapi gulma yang bandel (resisten), ingin profil keamanan yang lebih baik, atau melakukan pengendalian gulma di antara tanaman produktif. Contoh: Puddako 210 SL
Catatan Penting: Selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat melakukan penyemprotan, apa pun jenis herbisida yang Anda pilih.