Asam fosfit (H3PO3) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar, meskipun perannya berbeda dengan pupuk fosfat (P2O5) biasa.
Dalam fisiologi tanaman, asam fosfit bekerja lebih sebagai "biostimulan" daripada sekadar sumber nutrisi. Berikut adalah cara kerja asam fosfit dalam memacu perbanyakan akar:
1. Stimulasi Hormon Endogen
Asam fosfit diketahui dapat memicu peningkatan produksi hormon auksin di dalam jaringan tanaman. Auksin adalah hormon utama yang bertanggung jawab atas inisiasi akar lateral dan pemanjangan akar. Dengan meningkatnya aktivitas auksin, tanaman cenderung membentuk sistem perakaran yang lebih luas dan dalam.
2. Peningkatan Penyerapan Nutrisi
Meskipun tidak memberikan suplai Fosfor sebanyak asam fosfat, fosfit membantu meningkatkan efisiensi tanaman dalam menyerap unsur hara lain dari tanah. Akar yang lebih aktif dan luas permukaannya secara otomatis akan meningkatkan kapasitas serap air dan mineral, terutama saat tanaman berada dalam kondisi cekaman lingkungan.
3. Efek "Priming" dan Pertahanan
Asam fosfit bekerja dengan cara memperkuat dinding sel dan memicu produksi phytoalexin (antibodi tanaman). Perakaran yang sehat dan terlindungi dari serangan jamur tular tanah (seperti Phytophthora atau Pythium) akan tumbuh lebih masif karena tidak terganggu oleh kerusakan jaringan akibat patogen.
Perbandingan Karakteristik
Agar hasilnya maksimal untuk pertumbuhan akar tanpa merusak daun, berikut adalah perbedaannya dengan Fosfat biasa:
| Karakteristik | Asam Fosfat (H3PO4) | Asam Fosfit (H3PO3) |
| Fungsi Utama | Nutrisi penyusun energi (ATP) & struktur sel. | Stimulan pertumbuhan & pengendali penyakit. |
| Efek Akar | Membantu pembentukan awal akar. | Merangsang percabangan akar lateral & rambut akar. |
| Kelarutan | Lebih lambat diserap lewat daun. | Sangat cepat diserap dan bersifat sistemik kuat. |
| Dosis | Cenderung lebih aman dalam jumlah besar. | Harus presisi (dosis tinggi berisiko fitotoksik). |
Ketahanan terhadap Penyakit Blas: Penyakit blas (Pyricularia oryzae) masih menjadi momok di banyak daerah. Asam fosfit bisa dipasarkan sebagai "booster" sistem imun tanaman yang bekerja secara preventif, melengkapi fungisida kontak atau sistemik yang sudah ada.
Pemulihan Pasca Cekaman Abiotik: Indonesia sering mengalami fenomena El NiƱo atau banjir. Asam fosfit sangat efektif membantu pemulihan tanaman padi yang stres karena kekeringan atau sempat tergenang air, terutama dalam merangsang kembali pertumbuhan akar baru.
Tips Aplikasi untuk Pertumbuhan Akar
Peningkatan Efisiensi Pemupukan: Mengingat harga pupuk subsidi yang terbatas dan harga pupuk non-subsidi yang fluktuatif, asam fosfit memiliki manfaat sebagai produk yang meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara (P-uptake efficiency).
Aplikasi Kocor (Drenching) pada tanaman hortikultura: Jika tujuan utamanya adalah perbanyakan akar, aplikasi melalui kocor ke zona perakaran biasanya lebih aman dan efektif dibandingkan semprot daun (foliar), karena risiko membakar daun menjadi lebih kecil (perhatikan dosis anjuran)
Fase Vegetatif: Gunakan pada fase awal pertumbuhan atau saat pindah tanam untuk membantu tanaman cepat "mapan" (recovery) di lahan baru.
Kombinasi: Asam fosfit akan bekerja sangat baik jika dikombinasikan dengan asam humat untuk memperbaiki struktur media tanam sekaligus merangsang bio-aktivitas di sekitar perakaran.