
Dalam budidaya tanaman padi, selain hama dan penyakit seringkali petani dihadapkan dengan masalah gulma. Keberadaannya yang tidak dikehendaki dan terdapat banyak di lahan persawahan akan menyebabkan kompetisi penyerapan hara tanaman dan hingga akhirnya mengurangi kemampuan pertumbuhan dan produktifitas tanaman padi.
A. GULMA DAUN LEBAR
Contohnya :
adalah herbisida yang cenderung diaplikasikan Pada saat gulma belum tumbuh atau masih dalam bentuk biji dalam tanah.
Pada kondisi ini ada juga yang diistilahkan (pre late atau early post), artinya herbisida ini masih bisa mengendalikan gulma ketika masih baru tumbuh daun 1-2 helai pada kondisi awal.
Herbisida pre emergence biasa juga disebut herbisida pembeku biji atau herbisida tanah. Ketika herbisida di aplikasikan pada lahan maka biji gulma tidak akan bisa berkecambah, ataupun ketika berkecambah dan menyentuh permukaan tanah dia akan segera mati. Kecenderungan jenis herbisida ini bersifat sistemik dan membutuhkan kondisi tanah yag lembab/ sedikit basah tapi tidak menggenang.
- Triasulfuron (Logran 75 WG)
- Etyl pirazosulfuron (Tygold)
- Oksadiazon (Runstar 300 EC, Rudstar 250 EC)
- Kuinklorak (Sidasoft 25 WP)
adalah herbisida yang diaplikasikan pada saat kondisi gulma telah tumbuh aktif. Pada kondisi ini herbisida ada yang wajiib dipersyaratkan penggunaan harus pada kondisi tumbuh awal (3-4 helai) atau sampai dengan yang tidak memerlukan persyaratan khusus. Direkomendasikan tanah dalam kondisi basah karena thiosida yang menempel dibutirannya butuh terlarut/ tercampur dalam air.
(Gulma Teratasi Tanpa Stagnasi)
- Pengolahan lahan dengan melakukan proses dekomposisi bahan organik tanah secara sempurna.
- Gunakan pupuk organik yang telah matang dan hindari menggunakan pupuk organik yang memiliki potensi tercampur biji gulma.
- Gunakan herbisida pre emergence/ pra tumbuh yang dikombinasikan dengan purna tumbuh untuk memperluas spektrum pengendalian dan menekan perkecambahan gulma.
- Lakukan pengendalian ketika gulma tumbuh aktif (3-4) helai untuk menghindari stagnasi (keracunan pada tanaman pokok) dan pemborosan biaya atau ketidakefektifan herbisida.
1. Herbisida dan Target Gulma (Urut Berdasarkan Efektivitas)
Bahan Aktif / Produk Target Gulma Utama Contoh Gulma Efektivitas / Catatan Tiobencarb + 2,4-D IBE (Thiosida, granul) Gulma rumput + daun lebar Rumput teki, padi-padian liar, patikan, kecambah Sangat baik karena kombinasi pre-emergent + post-emergent; bisa mengurangi dua tipe gulma sekaligus Tiobencarb (sendiri) Gulma rumput pra-muncul Rumput teki, padi-padian liar Sangat efektif untuk gulma rumput muda; tidak efektif untuk gulma daun lebar 2,4-D Amina Gulma daun lebar Patikan, kecambah, bambu air Efektif pada daun lebar; tidak mengendalikan gulma rumput Metil Metsulfuron Gulma daun lebar & beberapa rumput kecil Patikan, teki muda Sangat selektif; efektif untuk gulma muda; tidak bekerja baik pada gulma dewasa Fenoxaprop-P-ethyl Gulma rumput post-emergent Rumput teki, padi liar Efektif pada gulma rumput muda; tidak untuk daun lebar Natrium Bispyribac Gulma rumput & daun lebar sensitif Rumput teki muda, patikan muda Cukup efektif; sistemik, aman untuk padi
2. Rekomendasi Kombinasi Aplikasi
-
Pra-tanam / Pre-emergent:
-
Tiobencarb granul → mencegah gulma rumput muncul.
-
Jika ingin pengendalian dua tipe gulma sekaligus, gunakan Tiobencarb + 2,4-D IBE.
-
-
Post-emergent / Gulma muda aktif:
-
Daun lebar: 2,4-D Amina atau Metil Metsulfuron
-
Rumput: Fenoxaprop-P-ethyl atau Natrium Bispyribac
-
Jika sawah sudah menggunakan Tiobencarb + 2,4-D IBE granul pra-tanam, cukup melakukan aplikasi tambahan post-emergent 2,4-D atau Fenoxaprop jika gulma muncul kembali.
-
-
Rotasi & Kombinasi:
-
Jangan mencampur semua bahan aktif sekaligus.
-
Terapkan pra-tanam granul → post-emergent selektif untuk efektivitas maksimal.
-
Interval antara aplikasi: 7–10 hari jika gulma muncul kembali.
-
-












Tidak ada komentar:
Posting Komentar