Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2026

BERSIHKAN PEMATANG MALAH PILIH BELI KERINCINGAN

 



Gemini said

Wah, ini cerita klasik di pematang sawah. Petani kita memang tidak pernah kehabisan akal, tapi kadang rencananya suka "senjata makan tuan". Begini kisahnya:

Tragedi Kerincingan Pak De Karso

Dari sosialisasi sebelumnya di kelompok tani, masing-masing pemilik lahan diminta untuk rajin membersihkan pematangnya dari gulma. Ini perlu dilakukan karena pematang yang rimbun dan tertutup rumput/ tanaman semak seringkali digunakan rumah atau tempat berlindung tikus. Kalau pematangnya dibersihkan kemungkinan besar tikus tidak akan membuat sarang dan mudah jika dilakukan umpan atau geropyokan. Tetapi sepertinya Pak De Karso tidak begitu mengindahkan saran tersebut dan lebih memilih cara lain yang menurutnya lebih ampuh.

Pak De Karso sudah pusing tujuh keliling. Tikus di sawahnya bukan cuma makan padi, tapi sudah seperti sedang bikin pesta pernikahan setiap malam. Segala cara sudah dicoba, sampai akhirnya dia dapat ide "jenius" dari obrolan di pos ronda: Pasang kerincingan!

"Tikus itu kan penakut, kalau dengar bunyi klining-klining, pasti mereka sangka ada kucing raksasa lewat," pikir Pak De sambil nyengir.

Besoknya, Pak De membeli puluhan kerincingan kecil—yang biasa dipasang di kalung kucing. Dia ikat kerincingan itu di tali-tali panjang yang melintang di tengah sawah. Ujung talinya dibawa ke gubuk, jadi sambil ngopi, Pak De tinggal tarik talinya: Klining... klining... klining!

Malam Pertama: Sukses (Katanya)

Malam itu, Pak De semangat sekali. Tiap lima menit dia tarik talinya. "Mampus kalian, tikus-tikus nakal! Lari sana ke sawah sebelah!" serunya bangga. Memang benar, suasana sawah jadi sunyi, tidak ada suara tikus mencicit. Pak De pulang dengan dada membusung.

Malam Kedua: Ada yang Aneh

Malam berikutnya, Pak De kembali ke gubuk. Dia tarik talinya kuat-kuat. Tapi aneh, bukannya sunyi, dari kejauhan malah terdengar suara mencicit yang sahut-sahutan, nadanya seperti... sedang bernyanyi?

Pak De penasaran. Dia ambil senter dan jalan pelan-pelan ke tengah sawah. Begitu lampu senter menyala... Klik!

Pak De hampir pingsan. Di bawah tali kerincingan itu, bukannya lari, gerombolan tikus malah berkumpul. Ada satu tikus besar yang berdiri di atas bongkahan tanah sambil menggoyang-goyangkan tali kerincingan itu dengan tangannya. Tikus-tikus yang lain malah asyik berjoget mengikuti irama klining-klining tersebut.

Rupanya, bukannya takut, tikus-tikus itu malah menganggap kerincingan Pak De sebagai musik pengiring makan malam. Padi Pak De malah makin ludes karena tikus-tikus itu makan sambil disko!

Akhir Cerita

Esok paginya, Pak De Karso terlihat di toko pertanian, lemas. "Lho, Pak De, gimana kerincingannya? Berhasil?" tanya pemilik toko.

Pak De menggeleng lesu. "Enggak, Mas. Sekarang saya mau beli Sidafos sama Sidaxone saja buat bersihkan rumput lulangan di pinggir sawah. Daripada saya pasang kerincingan, malah jadi Event Organizer konser tikus!"




Rabu, 14 Januari 2026

Dendam Kesumat Karyawan Keparat (Bagian 2- Tamat)

 


Sisa Bakaran dan Teror yang Tertinggal

Kematian Jarot yang mengenaskan tidak serta-merta menghentikan keganjilan di desa itu. Pihak kepolisian yang datang ke lokasi ledakan gubuk dibuat garuk-garuk kepala. Tidak ada tabung gas, tidak ada bensin, namun gubuk itu rata dengan tanah seolah-olah dihantam meteor.

Polisi menemukan tiga benda aneh di pusat ledakan yang membuat bulu kuduk berdiri:

  1. Foto Kang Sarmin yang sudah bolong di bagian jantungnya, namun anehnya foto itu tidak hangus terbakar api.

  2. Bangkai ayam cemani yang perutnya berisi paku-paku berkarat dan rambut manusia.

  3. Potongan jari kelingking yang masih segar, yang setelah diidentifikasi, bukan milik Jarot maupun sang dukun yang menghilang secara misterius.


Tamu Tak Diundang di Tengah Malam

Tiga hari setelah pemakaman Jarot yang dilakukan secara tertutup karena bau jenazahnya yang tak kunjung hilang, Kang Sarmin kembali merasa terusik. Kali ini bukan ledakan, melainkan suara ketukan pintu yang sangat pelan namun konsisten.

Tok... tok... tok...

"Kang... ini saya, Jarot... mau ambil sisa gaji..."

Suara itu serak, persis seperti suara Jarot saat masih hidup, namun ada nada "kosong" di dalamnya. Kang Sarmin tahu, itu bukan manusia. Itu adalah "Amukan Qorin"—sisa energi dendam Jarot yang tidak diterima bumi karena mati saat bersekutu dengan ilmu hitam.

Kang Sarmin mengintip dari lubang kunci. Di luar sana, sosok yang menyerupai Jarot berdiri dengan posisi tubuh terbalik. Kakinya di atas, kepalanya menggantung di bawah menyentuh tanah, dengan wajah yang hancur terbakar dan mata yang terus mengeluarkan ulat-ulat kecil berwarna merah.


Ritual Penutup yang Berbahaya

Kang Sarmin menyadari bahwa selama sang dukun—si otak di balik serangan ini—belum ditemukan, teror ini akan terus berlanjut. Sang dukun ternyata melarikan diri ke Hutan Larangan di perbatasan desa, mencoba melakukan ritual "Ngalap Berkah" untuk membangkitkan kembali sukma Jarot sebagai budak pembalas dendam (Pocong Keliling).

Malam Jumat Kliwon, Kang Sarmin memutuskan untuk tidak lagi bertahan. Ia membawa:

  • Air doa dalam botol bambu.

  • Sajadah tua milik kakeknya.

  • Keberanian untuk mengakhiri kegoblokan yang melampaui batas ini.

Saat memasuki hutan, Kang Sarmin melihat sang dukun sedang duduk bersila di depan sebuah lubang galian yang masih baru. Di dalamnya, jenazah Jarot ternyata sudah tidak ada!

"Kau terlambat, Sarmin!" tawa sang dukun melengking. "Jarot memang goblok saat hidup, tapi setelah jadi wedon (hantu), dia adalah mesin pembunuh yang paling patuh!"

Tiba-tiba, dari balik pohon beringin besar, muncul sosok putih yang kain kafannya sudah compang-camping dan dipenuhi lumpur hitam. Sosok itu melompat dengan gerakan yang tidak alami, bukan mengejar Kang Sarmin, melainkan menerkam sang dukun sendiri.

Rupanya, dendam Jarot begitu buta. Di matanya, sang dukunlah yang bertanggung jawab atas kematiannya yang sia-sia. Hutan itu dipenuhi teriakan minta tolong sang dukun yang diseret masuk ke dalam tanah oleh "peliharaannya" sendiri.


Akhir dari Segala Dendam

Setelah kejadian malam itu, galian tanah tersebut tertutup dengan sendirinya. Kang Sarmin menanam pohon bidara di atasnya sebagai pengunci agar energi negatif itu tidak lagi keluar.

Pagi harinya, warga menemukan sebuah fenomena aneh. Di pohon beringin hutan tersebut, terdapat ukiran alami di batangnya yang membentuk tulisan: "SAYA BERHENTI".

Kang Sarmin pulang ke rumah, membersihkan sisa-sisa paku di halamannya, dan kembali menjalani hidup dengan tenang. Ia sadar, musuh terberat manusia bukanlah setan atau santet, melainkan kebodohan yang dipelihara oleh rasa benci.


TAMAT

Kamis, 08 Januari 2026

Dendam Kesumat Karyawan Keparat (Bagian 1)

 




Suara ledakan di atas plafon rumah Kang Sarmin bukan lagi sekadar gangguan, melainkan teror yang mengoyak kewarasan. Setiap kali bola api merah itu menghantam genting, bau belerang bercampur amis darah menyeruak masuk melalui ventilasi.

Di sudut gelap sebuah gubuk tua, Dukun teluh suruhan Jarot—mantan karyawan Kang Sarmin yang dipecat karena ketahuan mencuri mesin pompa—sedang merayap di tanah seperti reptil. Jarot duduk di samping sang dukun, wajahnya pucat namun matanya berkilat penuh dendam yang dangkal.

"Kenapa belum mati juga, Mbah? Saya bayar mahal supaya dia mampus!" gerutu Jarot dengan nada bodohnya yang khas.

Sang dukun meludah ke arah kemenyan yang membara. "Bentengnya bukan sembarang tumbal. Dia pakai doa dan amalan leluhur. Tapi tenang, kalau pintu depan terkunci, kita masuk lewat 'jalur belakang'."


Teror yang Berubah Wujud

Malam itu, ledakan di atas rumah Kang Sarmin tiba-tiba berhenti. Hening yang tercipta justru jauh lebih mencekam. Kang Sarmin yang sedang mendekap tasbih di ruang tengah merasakan suhu ruangan merosot tajam hingga napasnya beruap.

Tiba-tiba, dari balik tembok dapur, terdengar suara garukan kuku yang memilukan. Srek... srek... srek...

Bukan lagi bola api, kali ini sang dukun mengirimkan "Banaspati Goblok". Jarot, dalam kebodohannya, bersedia memberikan tetesan darah dari ibu jarinya sendiri untuk memperkuat kiriman itu tanpa tahu bahwa nyawanya kini terikat.

Kang Sarmin melihat pemandangan mengerikan:

  1. Dinding rumah mulai mengeluarkan nanah hitam.

  2. Bayangan hitam besar tanpa kepala berdiri di pojok ruangan, memegang kepala yang wajahnya mirip sekali dengan Jarot yang sedang menyeringai.

  3. Suara bisikan yang terus mengulang satu kalimat: "Gaji saya mana... gaji saya mana..." padahal Jarotlah yang berutang pada perusahaan.


Puncak Pembalasan

Ledakan terakhir terdengar sangat dahsyat hingga kaca jendela pecah. Namun, kali ini api itu tidak meledak di atas rumah, melainkan memantul kembali seperti bola tenis yang dipukul keras. Kang Sarmin berdiri, menghentakkan kaki ke lantai tiga kali sambil merapalkan ayat kursi dengan suara menggelegar.

"Baliklah kepada tuanmu!" teriak Kang Sarmin.

Cahaya merah itu melesat secepat kilat kembali ke arah gubuk sang dukun. Di sana, Jarot yang sedang asyik merokok kaget melihat bola api raksasa menuju ke arahnya.

"Mbah! Itu apa?!" teriak Jarot panik. "Goblok! Itu kiriman kita balik!" sang dukun mencoba kabur, namun terlambat.

Gubuk itu meledak. Bukan oleh api biasa, tapi oleh api biru yang membakar jiwa. Jarot ditemukan esok harinya dalam keadaan kaku. Tubuhnya utuh, namun seluruh kulitnya berubah menjadi hitam legam seperti arang, sementara matanya melotot menatap langit dengan ekspresi ketakutan yang abadi.

Kang Sarmin hanya menghela napas panjang saat mendengar kabar kematian mantan karyawannya itu. "Dendam itu berat, apalagi kalau dibawa oleh hati yang kosong dan otak yang dangkal."


Bersambung...

Senin, 08 September 2025

LANJUTAN TEROR KEMBANG KUBURAN (2) !!!



Sejak seseorang menaburkan tanah dan bunga makam di teras rumah kami, suasana hidup kami seolah berubah. Saya segera mengajak keluarga untuk semakin memperkuat ikatan dengan Sang Pencipta, memperbanyak ibadah, dzikir, dan mengaji surat Al-Baqarah. “Ingat ya, ayo rajin baca Ayat Kursi setiap selesai shubuh dan maghrib. Ini tameng kita dari segala gangguan,” pinta saya dengan penuh harap pada istri dan anak-anak.

Namun, keanehan demi keanehan datang silih berganti.

Semut-semut besar yang biasanya hanya kami jumpai di makam, tiba-tiba bermunculan di sudut rumah dan bahkan di meja kerjaku. Bukan jenis semut biasa yang suka mencuri remah sisa makanan—ini semut yang mengusik ketenangan batin, seolah membawa pesan gelap dari tempat yang tak terlihat.

Tak hanya itu, malam-malam kami diganggu oleh kehadiran kalajengking besar, kelabang menyeramkan, hingga ular sanca sepanjang tiga meter yang muncul di sekitar rumah. Satu per satu makhluk itu seakan ingin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi, sesuatu yang membuat bulu kuduk meremang.

Yang paling memilukan adalah kematian kucing-kucing peliharaan kami—bukan hilang, tapi benar-benar meninggal dunia satu per satu, sembilan ekor dalam tiga hari. Kucing yang biasanya bermain riang kini lebih sering mengantre tidur di kasur tempat saya beristirahat, seakan merasakan adanya bahaya yang tak terlihat. Saya bertanya-tanya, apakah mereka menyerap energi negatif itu hingga akhirnya kelelahan dan pergi untuk selamanya?

Kejadian paling menegangkan tentu saja saat ada dua sosok asing yang berusaha masuk ke rumah kami pada malam hari, dengan wajah penuh kemarahan dan niatan yang tak jelas. Mereka mengetuk pintu hingga larut malam, membangunkan ketakutan yang bahkan hujan deras tak mampu redakan.

Ada pula perasaan diikuti saat saya dan anak saya keluar rumah—sosok asing yang seolah mengintai langkah kami dengan jarak yang selalu terjaga, menciptakan ketegangan yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Puncaknya, sebuah firasat aneh tiba-tiba menghantam saya. Saat tasbih yang biasa kugenggam untuk berdzikir pecah berantakan tanpa sebab, rasa nyeri menusuk di perut kiri, dan badan terasa lemah serta tidak enak. Ibuku juga mengalami hal yang sama, seakan dunia kami bergetar di bawah bayang-bayang ketidakpastian. 

Tapi saya percaya, perlindungan Allah, dengan mendawamkan Ayat Kursi yang terus kami baca dan dzikir yang mengalir tak henti, semoga mampu membelah gelap. 

Kondisi tubuh yang dulunya lemah kini perlahan semakin menguat, seiring doa dan keyakinan yang makin teguh di hati.

Ini bukan sekadar cerita tentang gangguan dan ketakutan. 

Ini adalah kisah tentang kekuatan sebuah keluarga yang memilih berdiri teguh, menolak menyerah, dan percaya bahwa cahaya iman mampu menyingkap semua misteri yang mencekam. Keyakinan bahwa Allah akan menyertai orang-orang yang benar dan akan melindungi dari kuasa gelap yang akan membahayakannya.



T A M A T.








Jumat, 09 Mei 2025

TEROR KEMBANG KUBURAN !!! (diangkat dari kejadian sebenarnya)

TABURAN BUNGA KUBURAN DI TERAS RUMAH


Sebenarnya kisah ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, hanya saja mungkin masih menarik jika diceritakan sebagai cerita pengalaman. 

Zaman sudah semodern ini tetapi masih saja budaya klenik dipelihara. Kalau dibilang antara percaya dan tidak percaya tapi ya kenyataannya itu terjadi.

Kejadian itu bermula ketika ada riak-riak masalah di perusahaan. Sebut saja namaku Bayu (bukan nama sebenarnya) seorang pejabat HRD di sebuah perusahaan kecil di kota Solo. Awalnya jauh dari pemikiranku, kalau kita sudah menjalankan kebijakan perusahaan tidak akan memiliki resiko, karena anggapanku semuanya telah dilaksanakan sesuai dengan tupoksi atau SOPnya dan sudah atas pertimbangan yang matang.

Agak aneh memang, kondisi mengelola manusia itu berbeda dengan mengelola produk. Kalau produk disetting seperti apapun ya bakalan nurut menyesuaikan aturan settingannya. Wajar saja karena berurusan dengan  benda mati.

Beda halnya dengan manusia yang memiliki akal dan perasaan. Menata manusia membutuhkan lebih banyak strategi dan praktek "humanistik"

Seringkali benturan kepentingan, ego dan perasaan menjadi berperan dan ujung-ujungnya manusia bisa berfikir  resisten menolak atau bahkan melakukan perlawanan. 

Yang menjadi masalah adalah ketika pendekatan musyawarah sudah dilakukan dan telah mengakomodir permintaan kebutuhan-kebutuhannya masih tetap menyimpan masalah. Ibaratnya menyimpan bara dalam sekam dan sewaktu waktu bisa menyala membakar.

Hal ini yang terjadi sesuai pengalaman pribadi. Dengan adanya penentangan terhadap kebiakan peruahaan menyebabkan resistensi itu meningkat esklasinya menjadi penolakan dan perlawanan, dan yang tidak habis pikir adalah diakukan dengan cara-cara yang tidak etis juga...Supranatural...alias klenik wal perdukunan. 


BUNGA TABUR PEMAKAMAN
BUNGA TABUR PEMAKAMAN



Bagaimana bisa taburan tanah dan kembang makam bisa ditaburkan orang tidak di kenal di teras gerbang pagar depan rumah. Awalnya mikir positif gumpalan tanah bercampur pasir berserakan di depan teras gerbang pagar rumah itu hanya tanah yang terjatuh dari kendaraan pengangkut tanah pasir yang kadang lewat depan rumah akibat pembangunan rumah beberapa ratus meter setelah rumahku. Tetapi yang aneh kenapa hanya pada titik depan gerbang rumahku saja yang ada sementara kalau alasan jatuhan dari mobil mestinya berceceran.

Tidak cukup itu saja mengingat sehari setelahnya diketahui oleh keluargaku kalau ada mobil ertiga putih yang sempat "ngetem" depan rumah dan pergi setelah mengetahui salah satu penghuni rumah membuka pintu pagar. Yang terjadi setelahnya adalah..."alamak....bunga makam kok banyak berceceran/ bertaburan di depan gerbang pintu masuk rumah. Harum semerbak khas bunga makam..kenanga, melati, dll. mencucuk hidung meski dari beberapa meter.

"Ayah ini kok ada orang buang kembang kenanga di depan rumah, tadi orangnya ketahuan lihat aku langsung pergi pakai mobil?" tanya anakku melalui whatsapp gawainya. 

"Ayah segera pulang, ini pada takut yah" timpal istriku yang jadi parno sendiri setelah tahu kalau taburan bunga yang semestinya untuk taburan ke kuburan kok ada di sebar di depan rumah.

"Nanti nunggu ayah saja bersihkannya, khawatir ada apa-apa" kataku singkat.

Kebetulan pada malam itu pekerjaan sedikit padat di kantor sehingga baru jam 20.00 WIB kendaraanku bisa meninggalkan kantor arah pulang.

"Kalau berani disapu saja tapi jangan ke pegang tangan, pakai sapu dan cikrak" kataku melalui sambungan telpon memberi instruksi.

"Siapin air garam ma, bacain 3 Qul masing-masing 3 x dan ayat kursi 7 kali. Bismillah terus siramin di bekas taburan kembang itu" pintaku.

Mobil aku parkir depan rumah, sorot lampu mobil kumatikan dan bergegas melihat situasi..."bismillaah, aman" kataku

Sapuan taburan kembang yang sudah di sapu  sudah dimasukkan ke dalam plastik. Sedikit lagi masih aku pastikan benar-benar bersih karena masih ada beberapa helaian bunga itu yang menempel di paving depan pagar. 

"Dibuang di makam saja yah" sahut istriku menyarankan.

"Dibuang di tempat sampah depan saja..biar nanti Jinnya laporan kalau dia di buang di sampah. Kalau dibuang di pemakaman nanti malah ngotorin dan dia bakal ketemu teman-temannya di sana" selorohku bercanda supaya keluargaku lebih tenang.

Sempat bertanya juga ke tetangga terkait mobil putih yang parkir di depan rumah tadi, dan valid itu bukan mobil tamu tetangga atau orng sekedar simpangan. "Tadi sempat berhenti ada kalau sepuluh menitan mbak, tak pikir tamu dari kantornya Bapak" kata tetanggaku.

"Sudah biarin saja mbak" jawabku.

Agak khawatir juga kalau misalkan itu memang kiriman orang yang tidak bertanggungjawab dan ingin mencelakakan penghuni rumah. Kalau tujuannya jelek dengan mengirimkan jin-jin jahat mungkin insyaallah tidak akan bisa mencelakai karena atas perlindungan Allah.."Audzubillahiminassyaitoonirrojiim"

Cuman kalau mencurigai siapa, mungkin bisa saja mengarah dan menerka nerka. Tapi gak usahlah berpikir su'udzon..mungkin kalau ada yang kenal dengan dunia perdukunan itu, yang sering masang-masang status ancaman gak jelas..majang bakaran menyanlah, kerislah, taburan bunga sampai boneka pocong yang disiram darah..

"Allahua'lam bissawab"...aku gk mau nuduh nuduh orang 

Sebagai muslim aku cuma bisa momohon perlindungan kepada Allah azaa wajalla. Bismillahirrohmaanirrohiim, hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maul wanikman natsiir, Laa haula wala quwwata illabillahil alliyyil adziim...



SESAJEN KEMBANG DAN BAKARAN DUPA


Dari tanah kembali ke tanah dan dari api kembali ke api. Semua tunduk pada kuasa Gusti. Balik siro marang sing Kuoso.


BONEKA POCONG DISIRAM DARAH




Jumat, 04 Agustus 2023

Surat Seorang Ayah "Bila Esok Aku Tiada"



"Curahan Hati Seorang Ayah" 


Sayang..

Mungkin sering keluh kesah tak terhiraukan oleh kalian

Mungkin harus ku ulang hingga 3 kali untuk kalian mendengar 

Ya...... aku sadar mungkin memang belum saatnya


Sayang...

Sadarkah jika setiap hari alarm bangunmu adalah aku

Sadarkah jika bahu rapuh ini masih andal menjadi sandarmu

Sadarkah jika secuil nafkah itu masih berati bagimu

Ya..... Mungkin ketiadaanku nanti akan menjadi kehilanganmu


Sayang...

Tahukan jika kemandirian itu memang harus dilatih

Tahukah jika  menolak permintaan bukan tandaku tak sayang

Masa depan itu menjadi tanggungjawab untuk disiapkan

Masa depan itu pasti akan datang untuk kalian


Kendati lelah aku akan tetap melangkah

Kendati rapuh aku tak akan mengeluh

Kendati ringkih aku tegar berdiri

Ya...Aku berjuang untuk meraih asa kalian


Dunia bukan sesuatu yang ramah

Dunia bukan selalu indah

Kalian harus kuat

Kuat dengan kemandirian


Mungkin saat nanti aku tak ada di sisi kalian...

Mungkin baru nanti kalian akan tau...

Bahwa perhatianku selaksa berjuta...

Bahwa sayangku datang dengan sederhana...







Sabtu, 04 Februari 2023

Belajar Sederhana dari Si Udin Kecil (Bagian 2)

 




"Gak jajan istirahat Din", kataku. 

" Aku gk ada uang mas, gak lapar juga seh". Hanya saja aku jg pas gk dikasih bekal emak" Katanya mringis. 

"Ayo jajan sama aku" ajakku

"Gak usah mas, ini aku minum saja" Sambil jalan ngeloyor masuk tempat wudlu. 

"Lah, hei kok ke situ" Sergahku sambil mengejar ke tempat wudlu. 

"Glek.. Glek... Glek... " Suara si Udin menenggak air langsing dari keran. 

"Waduh, memang gak sakit perut nanti kamu Din? Tanyaku. 

Dia menjawab dengan meggeleng dan nyengir. 

" Aku kalau laper pas gak bawa bekal paling aku minumin air keran mas" katanya. 

Kalau melihatnya pasti jadi trenyuh melihat kondisinya.. Tidak ada impian punya kendaraan tapi cukup bisa makan 2 kali saja sudah bersyukur. 

Tapi siapa sangka setelah 15 tahun berlalu. Ketika mendengar kabar  sosok Udin  kecil yang aku kenal dulu sekarang telah menjadi seorang staf duta besar di negara Turki. 



Loh, kok bisa... 

Kendati bukan keluarga mampu, tapi dia memang tidak pernah absen dengan beasiswa. Bahkan bisa dibilang emak dan bapaknya tidak usah bingung mikir biaya sekolah dan kuliah. 

Hingga jenjang S2 pun sudah diselesaikannya. 

Belajar dari keprihatinan si Udin yang tidak pernah menyerah. Kendati harus cukup dengan hidup prihatin, harus bersabar dengan nyambi jualan gorengan hingga gelar buku dan bantu ngelesin anak sekolah, sj Udin kecil menyambut dewasa dan mampu bertahan hingga bisa sukses seperti sekarang. 

Jika dilihat si Udin sekarang sudah bermobil, sudah bisa punya rumah di salah satu kawasan elit di Jakarta. Kalau di buat contoh, adik2nya pun ternyata semuanya jadi orang besar. Semua dari hasil biaya si Udin. 

Belajar dari prihatin ini akhirnya Udin bisa sukses dan berhasil.. 

Sukses menjadi pegawai di kedutaan Indonesia di Turki. Sementara di Desanya dia dikenal sebagai petani organik sukses yang memproduksi tanaman sayur organik untuk di ekspor ke luar negeri. 

Kisah yang menginspirasi... 


Minggu, 29 Januari 2023

Belajar Sederhana dari Si Udin Kecil (Bagian 1)


Si Udin kecil memang baru berusia 10 Tahun, tapi nampak jelas jika dia adalah pribadi yang mandiri. Barang-barangnya tertata rapi di kamarnya. Dalam keseharian, gak usah mikir bangunin tidur, karena dia jam 3 sudah bangun menjalankan sholat tahajud  dan tidak lupa sedikit menyiapkan belajar untuk paginya di sekolah.

Start pagi jam 3 dini hari itu, tak lupa pekerjaan ringan dari menyapu mengepel hingga sedikit menimba air dan menyiapkan air panas untuk mandi. Kalau perkejaan berberes tempat tidur tidak usah ditanyakan lagi karena sudah pasti beres.

Udin kecil memang bukan anak orang kaya karena dia dilahirkan oleh seorang ibu guru kampung dan ayahnya adalah buruh tani padi dari hasil menyewa. Bukan tergolong mampu untuk ukuran keluarga sejahtera. Kalau anak-anak di kota berpikir nyaman dengan barang-barang mewah, mainan gadget mahal dan uang saku besar, si Udin cukup dengan bontotan nasi kepal yang isinya hanya sesuwir daging pindang dan sepotong tempe. Sederhana tapi yang penting kenyang katanya.

Si Udin kecil berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Sengaja dia berangkat pagi karena untuk menghindari panas dan lalu lintas ramai. Gk usah mikir sepeda, karena kendaraan itu cukup mahal dari ukuran keluarga ini. Dulu sempat punya sepeda bekas yang dipakai gantian dengan Bapaknya ke sawah, tetapi harus terjual karena kebutuhan beli seragam dan sepatu.

"Sabar ya din, hidup pasti akan berubah...yang rajin belajar biar ke depan jadi orang sukses.

Entah hari itu kenapa agak berbeda karena sang emak hanya memiliki separuh kaleng beras cukup buat sarapan. Si udin harus puas dengan meneguk air minum lebih banyak karena nasi harus berbagi  dengan ayah dan kedua adiknya.

"emak gk makan?

Tanya dia ke emaknya yang nampak sedang sibuk nyiapkan bekal buat Bapak yang mau berangkat ke sawah. Sebenarnya Udin tau kalau nasi itu tidak akan cukup buat mereka semua, tetapi sepertinya Ibunya tenang saja dengan kondisi itu. Kalau puasa sudah jadi kebiasaan di keluarga ini, kalau lapar paling dia hanya kenyang minum air. 

"Hayo dihabiskan yang bersih jangan disisakan" seru emak saat melihat Udin menyisakan sepotong tahu goreng yang mungkin satu2nya lauk enak bersanding dengan rebusan daun singkong rebus diulen garam pagi itu. 

"Aku kenyang mak, seru Udin yang segera menenteng tas, mencium tangan emak dan bapaknya lalu lari berangkat sekolah. 

" Hari ini tidak ada bekal ya Din, emak belum punya uang buat beli beras... " Sahutnya mengantar keberangkatan Udin yang berlari kencang. 

Udin memang sengaja menyisakan sedikit nasi dan tahu goreng dipiringnya karena dia tau kalau pasti nantinya jadi santapan emaknya. 

"Maafin Udin ya mak... makan sisanya Udin" Kata udin dalam hatinya. 

Saat di sekolah, kontras pemandangan dia dsn kawan-kawannya yg rata2 keluarganya lebih mampu. 

"Din, jarimu dimakan sepatu ya? " Seru kawan so Udin yang disambut ger ketawa tan-temannya setelah melihat sol depan sepatu Udin yg sudah sobek hingga beberapa jarinya moncol keluar. 

Si Udin kecil hanya bisa membalas tersenyum dan membetulkan sepatunya. Memang nampak beberapa jarinya nonjol keluar dari sela sela lobang depan sepatunya.. 

Siang itu memang terasa sangat terik. Jam istirahat siang beberapa anak nampak bergerombol menuju kantin sekolah untuk makan siang. Di mana si Udin, ternyata dia mojok di masjid sambil membuka qur'an kecilnya. Hafalannya sudah lumayan 15 juz. Untuk anak berusia 10 tahun mungkin suatu hal yang luar biasa. 

Bersambung..  

Baca kelanjutannya: Belajar Sederhana dari Si Udin Kecil (Bagian 2)

Jumat, 23 Desember 2022

Kisah Misteri: Siapa yang Menanam, Dia yang Menuai







 "Kalau pagi, saya sering lihat taburan garam di depan kantor loh Pak" seru dika (bukan nama sebenarnya) memecah kesunyian. "Iya pak, anak OB yang sering bersihin" Ujar Fandik menimpali. 


Siapa ya yang suka nebar "paku nih"... Memang sejak informasi itu banyak kejadian aneh di Kantor itu.
"Mustahil ah, jangan cerita bohong. Aku biasa datang gak pernah lihat". celetukku sangsi.
"Sudah dibersihkan anak OB Pak, karena Bapak datang kan posisi depan lobi kantor  sudah di sapu". jawab dika.

Masih teringat kata abahku "Kalau kamu jalan kemana -mana jangan  lupa dawamkan ayat kursi dan 3 Qul Nak. Untuk do'a perlindungan". Masih teringat dan masih rutin aku amalkan alhamdulillah.

Coba kita bedah apa sih garam itu kok dikaitkan dengan gaib. 
Sebenarnya garam ini hanya media. Kalau mau di telisik ada yang mengaitkan dengan kepercayaan jawa dan ada juga dengan kepercayaan keyakinan tertentu. 
Garam itu identik dengan laut dan laut itu tempat raja bangsa jin bertahta. Ratu laut kidul kalau di kebanyakan kepercayaan orang Jawa. Kalau pada keyakinan beberapa masyarakat tertentu, garam atau gula sering dijadikan media untuk memasukkan bacaan dan rapalan. Pada masyarakat Mesir Kuno, kepercayaan sihir dimasukkan dalam buhul2 ikatan. Kadang isinya mulai dari tulang, duri, paku hingga bangkai hewan kecil. Dijaman modern, buhul bisa juga di isi dengan jarum, paku dan pecahan kaca. 


Kalau garam dan gula dpercaya karena dia akan menyatu dan lebih mudah disamarkan, berbeda dengan buhul yang harus di simpan dengan di tanam atau di taruh di loteng/ tiang rumah. 
Pada kepercayaan masyarakat kita, masih sering dijumpai prilaku atau budaya-budaya ini. Ada juga yang menggunakan beras dan bunga untuk memudahkan penaburannya.

"Aku jadi ngerti sekarang kalau di hubungkan dengan kepercayaan-kepercayaan itu" sahut dika kembali.

"Kalau aku kok mikirnya mungkin untuk mengusir binatang berbisa semacam ular, kelabang atau kalajengking ya...hehehe..." sahutku enteng.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri, kendati jaman sudah modern, masih banyak masyarakat kita yang menjadikan itu sebagai kepercayaan. "Awas jdi syirik" kataku sambil mengacungkan telunjuk.

"Supaya terhindar dari hal-hal buruk, biasakan meminta perlindungan pada Allah, baca saja ta'awudz, ayat kursi dan 3 Qul tadi. Biasakan juga memulai segala sesuatu hal kebaikan dengan membaca basmalah. Ikhtiyar dan doa" sahutku.

Semoga kita semua dan keluarga dalam perlindunganNya. Aamin.




Rabu, 07 September 2022

Benernya Jin Itu Bisa di Lihat Atau Tidak?

Geger pernyataan yang menyatakan bahwa bangsa jin tidak bisa dilihat manusia dan disebutkan akan batal keislamannya seseorang jika menyatakan bahwa dia bisa melihat Jin. 

Memang seakan bertentangan dengan pernyataan Habib Lutfi bin Yahya yang menceritakan didatangi rombongan bangsa Jin berwujud manusia tetapi ternyata dilihat kakinya berbentuk seperti kaki bebek. Nah mana yang benar? apakah sesuai dalilnya ataukah pernyataan Habib Lutfi yang salah.


"Eits, jangan terburu menyimpulkan salah...."

Sebenarnya kedua pernyataan itu tidak bertentangan, karena menurut penjelasannya adalah penglihatan atas wujud asli dari bangsa jin yang tidak mungkin bisa dilihat manusia. 

Jika mereka menjelma berwujud kasar manusia atau hewan itu dimungkinkan bahkan disebutkan pada kisah sahabat terdahulu, bangsa jin sering menjelma dalam bentuk manusia atau hewan dan menemui ulama-lama besar dari sekedar ingin berkenalan, berguru, bahkan sampai menguji atau mengganggu keimanannya.

Jadi tidak ada yang kontradiktif ya kawan. Bahkan diriwayatkan ada amalan yang dianjurkan untuk di wiridkan jika seseorang berkeinginan melihat bangsa jin, tentunya riwayat ini dimaksudkan penglihatan tidak dalam bentuk aslinya. Seperti halnya disampaikan, bangsa jin memiliki kemampuan "mengimbo" atau menyerupai makhluk entah itu manusia atau binatang. Bahkan ada yang sering salah kaprah ketika seseorang mengamalkan ilmu kanuragan dan menganggap bisa memanggil ruh dari si fulan yang telah meninggal, padahal yang dimaksud disini adalah jin atau qorin dari orang yang sudah meninggal itu yang menjelma dan berwujud seperti halnya orang yang sudah mati tersebut.



Jika dianalisa apakah memang bangsa jiin bisa berinteraksi dengan manusia? sudah tentu bisa dan banyak kisah yang menceritakan hal itu. Kalau ditanya apakah bisa meminta bantuan bangsa jin? hal ini yang banyak dan jamak dimasyarakat kita menceritakan kesaktian dan kanuragan yang diperoleh dari pertolongan bangsa jin ini. Masyarakat kita mengenalnya dengan khodam, ini yang sering disalah artikan sebagai ruh orang yang meninggal padahal kalau orang yang sudah meninggal sudah tentu berpindah alam dan tidak akan kembali lagi. Apalagi meminta untuk dipanggil panggil hehehe...

Adanya itu jin qorin yang mengaku ngaku kalau dia adalah ruh dari si Fulan..si Fulanah...dan dia akan menipu si pemanggil qodam untuk berhajat pertolongan kepadanya. Ujung-ujungnya dia akan mengambil keuntungan dari perikatan perjanjiannya. Salah salah bisa murtad orang yang percaya itu. 


Kalau bangsa Jin tidak bisa dilihat kenapa kok banyak info manusia yang melihat sosok-sosok menyeramkan terkait dengan bangsa Jin ini?

Sosok yang dimaksud entah itu seperti raksasa besar, ular bekepala manusia, hewan bertanduk atau orang dengan muka rusak, Semua itu hanyalah wujud jelmaan yang bisanya muncul dalam alam bawah sadarnya manusia saja. Persepsi orang indigo sekalipun, pada ujicoba di salahsatu stasiun TV menyampaikan penglihatan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. 

Penglihatan itu sesuai frekuensi orangnya, makanya ada yang muncul  seperti hewan buas, makhluk menyeramkan atau bahkan seperti manusia biasa dengan pakaian kerajaan. 


Penting diingat bahwa manusia itu makhluk yang paling sempurna penciptaannya dibandingkan makhluk yang lain. Kalau di hadapkan ya gak usah takut apalagi malah meminta pertolongan atau  perlindungan dengan selain Allah.


Semoga kita semua terlindung dari sikap setan dari golongan makhluk yang ingkar kepada kebenaran.


Aamiin..Aamiin..Aamiin 

Yaa Robaal Aalamiin.






 


Senin, 22 Agustus 2022

Jodohku Ketemu Lewat Radio (Calon Mertua)



 "Assalamualaikum, Mas....

Besok kira-kira mas Guntur bisa pulang gk ya waktu aku wisuda?

Soalnya abah sama umi pasti datang ke Surabaya, dan yang pasti kesempatan ketemu sama Mas.

"E...Insyaallah aku cuti dik, kesempatan gk datang dua kali" jawabku di telepon waktu itu.

Hingga waktu wisuda itu tiba, lupa-lupa ingat kalau gak salah sekitar bulan April apa ya dia wisuda.

Sejak pagi sudah menyiapkan diri dan berangkat ke surabaya, yang pasti sudah "dagdigdug" dari awal mau ketemu calon mertua. Mau ngomongin apa ya...waduh...grogi"

Saat prosesinya sih aku masih jaga-jaga jarak dan pasti sudah salim meskipun belum disebutkan ngomong serius. Selepas pagi kamipun pulang menuju rumah kakaknya dan dia menghampiri aku yang sedang menunggu diteras rumah kakaknya waktu itu. "Mas, ayo masuk, dipanggil abah mau ngomong"

Aku mengangguk pelan "Bismillah...serius...Bisa" kataku.....

Mulut sudah komat kamit baca fatihah dan ayat kursi supaya diberikan kelancaran ngomong dan gk salah ucap. 

"Sini nak Guntur...." sapa Abah pelan sambil mempersilahkan aku duduk di depannya.

"Jadi, ini abah sudah tau dan cuman mau mantabkkan saja...Nak Guntur apa serius sama Uyun?" tanya Beliau dengan tatapan serius ke arahku.

"Bismillah, mantab Bah...Serius"

Saya sudah bekerja dan insyaallah bisa mencukupi nafkahnya dan insyaallah saya ada niat tulus Bah" jawabku tegas.

"Kalau mau serius, kalau sudah jadi niatnya nak Guntur...abah sebagai orang tua hanya menyerahkan saja sama anaknya. Kalau serius, supaya keluarganya saling kenal, nanti kapan bisa ajak Abah sama Uminya ke Tegal...biar keluarga bisa saling mengenal. Begtu ya Nak"

"Kalau di Lampung Dinasnya bagaimana...bisa cerita-cerita ke Abah" tanya abah singkat.

"Saya di Lampung mulai April 2003 Bah. Sebelumnya kenal sama Dek Uyun waktu itu Desember sebelumnya, Ketemu di Acara Kampus cuman ya ketemu beberapa kali sebelum saya dinas di Lampung. Kalau ketemu2 ya pas saya pulang ke Gresik Bah. Biasanya setahun 2-3 kali" jawabku sedikit panjang.

"Berarti sudah 2 tahun ya kenalnya, Mas hadi...kakaknya Uyun ini juga cerita katanya sempat njenguk waktu adel sakit. Prinsipnya Abah mempersilahkan Nak Guntur ajak Abah dan Uminya ke Tegal. Abah tunggu kapan bisanya..kalau nanti pulang abah nitip salam buat Abah dan Uminya Nak Guntur"

"Baik Bah, saya akan sampaikan ke Abah dan Umi kapan rencana ke Tegalnya, saya sekalian pamit pulang dan nanti akan saya sampaikan salam ke abah dan Umi" jawabku berpamitan dan bersalaman dengan Orang tuanya.

Selang beberapa waktu sejak kejadian itu ada pertimbangan ketika harus berkenalan dulu apakah akan tidak menjadi lebih lama karena posisiku bekerja di lampung...berpikir..berpikir...berpikir kayaknya mungkin sekaian melamar saja biar gk lama-lama.

"Assalamualaikum, dik......mas mau datang sama bapak dan ibu ke tegal segera bulan juni ya....sekitar pertengahan Juni nanti mas ada acara di Gresik sekalian nanti Mas mau ke tegal melamar" kataku

"Apa Mas, melamar?" grogi aku mas...ini kan katanya mau kenalan dulu apa kok langsung melamar...."Suara dia gugup.

"Kalau kenalan dulu, kemudian gk ada waktu karena di lapangan khawatirnya malah lama ketunda tunda. Bismillah wis dik, yakin.. " Kataku di telpon. 

"Eeee... Iyadeh mas nanti mau disampaikan ke abah semoga di setujui ya mas" Jawabnya pelan.



"Kriiiiig, kriiiiing, kriiiiiing....

"Assalamualaikum, Mas kata Abah gpp sudah di istikhoroh katanya hasilnya baik..Mas boleh datang sama dengan Bapak dan Ibuk ke Tegal" info dia di ujung telepon.

"Bismillah dek, semoga rencananya lancar...mas akan menyiapkan acara lamarannya" kataku


Bersambung....


 






Senin, 25 Juli 2022

Kesurupan Penunggu Pohon Besar (Dia Hanya Ingin Berkenalan)



Mungkin kalau tidak ada kejadian itu saya tidak akan bercerita tapi baiklah akan penulis ulas apa yag terjadi. Memang sudah dikenal lama kalau pohon besar sebelah musholla itu ada penunggunya.

"Lah...tapi kok bisa ya Pak, kan pohon itu bersebelahan dengan musholla, apa jinnya tidak takut dan terbakar?"

"Nah itu justru yang mau saya omongin..Makhluk jin itu seperti halnya manusia. "Wama kholaktul jinna wal insya illa liya buduh. Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk beribadah kepadaKu (Allah)". 


Jadi intinya karena makhluk jin itu ada wujudnya seperti kehidupan manusia, mereka juga berkelas-kelas dan bergolongan...kalau disebut juga mereka memeluk agama yang berbeda-beda seperti halnya manusia. Ada yang Islam, ada yang Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain.

Kalau pernah dengar dulu ada orang yang gara-gara kencing sembarangan dia di sunat ghaib oleh bangsa Jin itu...aneh sih.

Apalagi ada juga yang sampai panas dingin dan kesurupan gara-gara kencing atau buang sampah sembarangan.

Jin penunggu tambak marah karena seorang ibu membuang pampers bekas ke dalam tambak dan kontan dia kesurupan, masalahnya keluarga jin saat itu sedang makan besar dengan keluarganya dan tiba-tiba sampah itu jatuh di depan mereka.



Ada kisah lagi anak kecil kenapa setiap maghrib pasti nangis dan rewel, usut punya usut ternyata ada jin yang bersembunyi di lubang jarum yang tidak sengaja diselipkan di kain dalam lemari. Begitu jarum itu di buang bayinya langsung tenang.

Kalau kejadian anak magang yang sempat kesurupan kemarin tu kenapa ya? Soalnya menurut ceritanya memang pikirannya lagi kalut dan kosong makanya gampang kerasukan. Pesan abah jangan sampai pikiran kosong apalagi pas berada di tempat-tempat kaya itu.


Kalau lain kisah di SMP Peninggalan jaman Belanda itu...kok bisa hampir mayoritas peserta upacaranya pingsan karena usut punya usut di lihatin orang tanpa kepala yang tangannya memanggil manggil. Cuma lah kok bisa ya pagi-pagi atau siang-siang.


Kalau menurutmu memangnya mereka itu makhluk malam kok bisa disebut hanya keluar malam?

Kalau di lihat dari sifatnya, memang sebaik-baik mereka bisa sejahat-jahat manusia. Kalau di buat perbandingan, jangan sampai berurusan dan membuat perjanjian dengan mereka. Iya kalau posisimu kuat, kalau kamu pas lemah mereka akan menyerang.

Kenapa manusia dilarang memelihara Jin? Ya karena mereka makhluk yang susah di tebak. Seberapa kuat kamu menangani mereka, bahkan bisa sampai anak turunmu akan di jadukan sandera jika ilmu penguasaan itu tidak kamu turunkan kepada mereka. 

Yakin masih mau?

Wis gitu saja sekelumit tentang mereka.... 


Baca Juga:

Kisah Hantu tanpa Kepala




WASPADA SUPER ELNINO GODZILLA

Bayangkan sebuah pagi di bulan Juni yang seharusnya membawa sisa-sisa kesejukan hujan, namun yang Anda rasakan justru embusan angin kering y...