Jumat, 01 Juli 2022

ADA YANG BEDA DENGAN SIDAMEC 20 EC, YAKIN MEMANG LEBIH HEBAT



Kalau dibandingkan, pada masanya insektisida abamectin lebih dikenal untuk proteksi komoditi tanaman hortikultura. Sekarang bahan aktif ini sudah merambah ke tanaman pangan khususnya padi. Apakah ada yang berbeda?

Abamectin merupakan jenis bahan aktif insektisida bersifat kontak lambung dan semi translaminar. Racun yang mengganggu kinerja syaraf pada serangga hama cara kerjanya yang sistemik memberikan rentang pengendalian yang lebih kuat. Bisa dibilang spektrum sasarannya juga lebih luas karena jenis bahan aktif ini tidak sekedar ampuh untuk jenis hama penusuk penghisap akan tetapi juga untuk hama dengan tipe mulut pengunyah atau merusak daun dan batang. Kalau dari segi harga memang pestisida jenis ini sedikit lebih mahal dibandingkan jenis insektisida yang umum dan jamak digunakan sebelumnya seperti BPMC, Dimehipo, Fipronil atau Piretroid.



Ada dua jenis abamectin secara  kasat mata adalah yang berwarna jernih dan yang berwarna hitam. Beberapa perbandingan menunjukkan kalau Abamectin jernih memiliki kadar kemurnian yang lebih tinggi dan membutuhkan dosis rendah untuk hasil efektifnya. berbeda dengan abamectin hitam yang jika dibandingkan efikasinya yang membutuhkan 1,5-2 kali dosis dari kondisi bahan murninya. Jika dibandingkan memang Abamectin hitamm terkesan lebih murah dengan berat yang sama akan tetapi akan menjadi berbeda jika efektifitasnya baru bisa diperoleh dengan melipatgandakan dosisnya.

Kalau ditanyakan contohnya merk apa yang murni dan merk apa yang kualitasnya rendah?

Gampangnya lihat saja dari kenampakan fisik cairan di formula tersebut. Abamektin murni akan memiliki warna larutan lebih jernih sementara abamektin yang tidak murni akan memiliki warna coklat pekat bahkan kehitaman. Apakah kualitasnya akan menjamin yang jernih akan lebih baik? 

Secara logikanya bahan pencampur memang dapat meningkatkan efikasi pestisida akan tetapi kemurnian bahan aktif adalah hal dominan, artinya jika dipersentase sekitar 90% penentuannya adalah dari bahan aktif dan 10% adalah dari bahan pencampurnya. 



Jika memilihnya dengan perbandingan harga maka abamektin hitam akan serasa harganya lebih murah akan tetapi karena penggunaan dosisnya lebih tinggi maka jatuhnya persatuannya jadi akan lebih mahal. 

Kalau diminta memilih yang mana silahkan ditentukan dari pertimbangan anda saja. Jika tidak membutuhkan kualitas yang tinggi cukup dengan abamektin yang tingkat kemurniannya rendah tidak masalah (kalau sudah dianggap mampu dengan aplikasi menggunakan dosis yang sama). 

Jika anda membutuhkan abamektin dengan kualitas yang tinggi maka pilihannya adalah jenis abamektin yang kemurniannya tinggi dan tentunya harganya akan sedikit mahal.

Balik lagi kalau ditanya, karena selama ini produk Petrosida Gresik dinilai memiliki kualitas baik dengan harga lebih terjangkau pasti akan ditanyakan "Pak Purbo, Abamektinnya petrosida merknya apa?"

SIDAMEC 20 EC, SIDAMEC 20 EC, SIDAMEC 20 EC



Abamektin dengan kadar kemurnian yang baik karena warna Sidamec adalah jernih sedikit kecoklatan muda. Kalau kualitasnya gak usah ragu...formula Sidamec sudah mengalami tiga kali penyempurnaan dan yang terakhir ini lebih menggigit dan mencubit. Buktikan saja....

Apa yang beda?

Kemurniannya kategori tinggi.

Formula surfaktannya salah satu yang terbaik di kelasnya.

Lebih aman digunakan pada masa vegetatif dan generatif. (Pada kebanyakan abamektin biasanya lebih banyak digunakan pada fase akhir vegetatif....."kelihatannya terkait dengan rahasia penambahan poin plus pada kualitas produknya"

"Masih ingat juga dengan model fungisida difenokonazol yang lebih dominan dimanfaatkan pada akhir vegetatif atau awal generatif.



Formula Sidamec 20 EC pada masa vegetatif cenderung mendukung pembentukan daun lebih baik. Jumlah daun lebih banyak dan lebih lebar dengan batang yang lebih kokoh. 

Pada masa generatif menunjukkan jumah bunga dan buah lebih banyak  serta lebih besar. Tingkat kerontokan daun juga lebih kecil. "Tapi ada syaratnya ya lur....pertumbuhan vegetatif dan generatif yang lebih tinggi harus dibarengi nutrisi atau pupuk yang cukup ya...karena ibaratnya kalau tanaman sedang doyan makan untuk tumbuh tetapi asupan makanannya kurang ya sama saja gak maksimal.

Kalau pakai Insektisida Sidamec produksi Petrosida Gresik, efek tambahan pertumbuhan tanaman akan lebih bagus makanya petani perlu mengimbangi dengan nutrisi pupuk yang cukup. Kalau anjurannya bisa digunakan pupuk NPK foliar dengan kadar N atau K tinggi disesuaikan dengan masa tumbuhnya. 

"Apa pak merk produknya Petrosida?" tanya petani.

"Nutricomp D untuk masa vegetatif,

Nutricomp B untuk masa generatif" jelas Pak Purbo

Itu untuk menambah asupan pupuk lewat akarnya...biasanya NPK banyak bisa NPK Kebomas bisa, NPK Tiara, NPKPetrophonk atau yang lain.

"Kalau ditambah POC Sidanik cair bagaimana?"

Pemberian POC Sidanik terbukti akan menjaga tanaman lebih sehat dan tahan lama tingkat kesegaran hasilnya. Jangan heran kalau dengan kombinasi Insektisida Sidamec, Pupuk Nutricomp, dan POC Sidanik pada tanaman Cabai atau pada tanaman pangan produktifitasnya akan meningkat, pada tanaman berbuah akan menghasilkan lebih banyak dan misalkan cabai atau tomat lebih panjang masa petiknya. 

Kalau di tanaman padi bisa dibandingkan pertumbuhannya lebih sehat aman dari hama dan lebih baik produktivitasnya.. lebih manteb.



Silahkan monggo sedulur.... 


Yuk Baca Info Selanjutnya:

Pupuk Hayati Beda Dengan Pupuk Organik


Selasa, 28 Juni 2022

PUPUK HAYATI BEDA DENGAN PUPUK ORGANIK, BUTUH SOLUSI PUPUK EFISIEN, PAKAI CAMPURAN PUPUK HAYATI


Selama ini petani kita sudah biasa menggunakan pupuk kimia yang secara tidak sadar ternyata asupan penggunaannya kalau tidak tepat lebih banyak terbuang dibandingkan dengan yang diserap tanaman. "Kok Bisa Begitu?"

Kalau kondisi harga pupuk yang mahal sekarang ini, jika pupuk dibeli tapi banyak yang terbuang kira-kira akan sangat memberatkan Petani. 

"Apa ada penjelasannya mengenai pupuk terbuang ini?"



Menurut penelitian, jumlah pupuk N atau kita biasa mendapatkannya dari unsur pupuk Urea yang di aplikasikan oleh petani ternyata sejumlah 40-70% nya terbuang dengan sia-sia. Hal ini disebabkan karena aplikasi petani yang tidak tepat dosis dan tidak tepat waktu. Ibaratnya ketika tanaman membutuhkan unsur N dalam jumlah tertentu misalkan satu sendok, tapi yang diberikan satu ember....ya banyak yang hilang atau leaching terbawa air atau menguap karena panas.

Celakanya lagi, penggunaan unsur N yang terlalu tinggi malah menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan penyakit dan jamur. Penggunaan pupuk tinggi N menjadikan jaringan daun menjadi lunak dan akan membuatnya gampang rusak. Kerusakan jaringan  daun inilah yang menyebabkan tanaman akan mudah terserang jamur dan penyakit.

Unsur N dari pupuk perlu dirombak terlebih dulu agar dapat mudah diserap tananaman, dari tidak tersedia harus dibuat tersedia. 

"Kalau begitu  sebenarnya pupuk itu pemberiannya harus secukupnya saja ya, sesuai kebutuhan? tidak perlu banyak banyak?" tanya wak doyok. 

"Bukannya kalau daunnya belum biru, pupuk ureanya masih kurang.....aku ngasihnya 1 ton sehektar kata wak doyok bangga.

"wkwkwk...kalau satu ton ya klenger tanamannya....Bener gk Pak Purbo" sahut bejo.

"Kalau yang bener secukupnya Yup, tepat itu" Jawab Pak Purbo mantri Pertanian dari PSG. Penggunaan pupuk N bisa dilihat dengan melalui ini "BWD" Bagan Warna Daun. "Kalau posisinya sudah hijau ini...sudah cukup tidak perlu ditambah" jelas Pak Purbo. 

"Ayo kita ke saung saja Bapak-bapak" ajak Pak Purbo pada rombongan petani binaan Petrosida.

"Sudah pada tau tentang mikroba penambat N, Pelarut P dan Pelarut K Belum?" tanya Pak Purbo. 

"Belum Pak, makanan apalagi itu?" kalau kami taunya ya Pupuk Hitam Putih, Kalau Pupuk Merahnya paling buat tambahan karena harganya paling "MIHIL"......gr..gr...gr....Ketawa rombongan memecah suasana. 

"Pupuk itu ada tiga macam Bapak-bapak, ada pupuk kimia yang biasa kita gunakan, pupuk tunggal urea, pupuk phospat (Sp-36, TSP), pupukKalium (KCL), dan ada pula yng kita kenal dengan pupuk majemuk NPK (Phonska, Pelangi, Pak Tani, Tiara, dll)"

"Kalau pupuk Organik ada Kohe Ayam, Sapi, Kelinci, Pupuk Hijauan butiran atau cair" biasa juga ada yng disemprot seperti urine kelinci, dll. Cuman sekarang ada juga yang sudah buatan pabrik..ada yang tau?" tanya Pak Purbo. 

"Petroganik pak, Sidanik, Baktenik..." jawab Pak Teten. 

"Tepat, dan Satu lagi yang tidak boleh ketinggalan itu pupuk Hayati....atau pupuk mikroba" seru Pak Purbo.

"Memangnya pupuk mikroba itu penting Pak? Caranya bagaimana?" tanya Wak Amin.

"Sobat tani perlu mengenal Pupuk Hayati isinya mikroba penambat N atau yang biasa di sebut Azotobacter, rhizobium, bradyrhizobium, nitrosomonas, dll...intinya mikroba Bakteri penambat  nitrogen  merupakan  bakteri  yang  mampu  memfiksasi  nitrogen  bebas  menjadi amonium atau nitrat, sehingga dapat diserap oleh tanaman" jelas PakPurbo disambut anggukan group petani di saung itu. 

"Kalau pelarut P dan pelarut K itu fungsinya untuk memudahkan melarutkan unsur phospat dan Kalium di dalam tanah sehingga mudah diserap oleh tanaman. Phospat dan Kalium itu kan kategori batuan, kalau dia tidak dilarutkan akan selamanya menjadi onggokan di dalam tanah dan tidak akan bisa terurai. Bisa semakin keras tanahnya...sadar atau tidak kalau lahan sawah bapak-bapak semakin lama semakin keras lapisan olahnya dan meskipun sudah ditambahkan pupuk banyak, pertumbuhan tanamannya tidak bisa maksimal." 

"Kalau Mikroba pelarut P dan K jenisnya apa Pak, mungkin bisa dijelaskan?" sahut Pak Dimas dan Pak Teten. 

"Mikroba Pelarut P contohnya: Pseudomonas, Micrococcus, Bacillus, Azotobacter, Microbacterium dan Flavobacterium, Aspergilus, dll"

"Mikroba Pelarut K contohnya: Pseudomonas fluoresncense"Supaya gak repot-repot, kalau produknya apa...ini kalau gak pingin repot, beli saja pupuk pupuk ini... Belinya di kios setempa.. 

1. Petrobiofertil 


Pupuk hayati dengan kandungan 6 mikroba indogenous Indonesia, mikroba dengan fungsi meningkatkan perkembangan tanaman sebagai penambat N, Pelarut P dan K dan pemacu kecepatan tumbuh.

Mikroba penambat N dan penghasil zat pengatur tumbuh 

1. Azospirilium sp. 

2. Azotobacter sp. 

3. Pseudomonas sp.

Mikroba pelarut fosfat 

4. Aspergillus sp, 

5. Penicillium sp.


Mikroba perombak bahan organik 

6. Streptomyces sp.


Bahan pembawa : Mineral dan Organik


2. Potensida


Pupuk hayati dengan kandungan 4 mikroba indogenous Indonesia, mikroba dengan fungsi meningkatkan perkembangan tanaman sebagai penambat N, Pelarut P dan K dan pemacu kecepatan tumbuh. 

Kandungan mikrobanya : 

Bacillus sp 5,3 x 107 cfu/g; 

Azospirillum sp 2,6 x 107 cfu/g; 

Pseudomonas sp 3,4 x 107 cfu/g; 

Streptomyces sp 1,1 x 107 cfu/g;

Dapat diaplikasikan melalui perlakuan benih maupun bisa pada kondisi bibit dan masa pertumbuhannya. Meningkatkan penyerapan hara dan produktivitas tanaman dan dapat diaplikasikan pada hampir semua jenis tanaman. 

 

3. Petrikaphos 



Pupuk hayati dengan kandungan 2 mikroba indogenous Indonesia, mikroba dengan fungsi meningkatkan perkembangan tanaman sebagai penambat N Bradyrhizobium japonicum, dan Pelarut P Aeromonas punctata

Dapat diaplikasikan melalui perlakuan benih maupun bisa pada kondisi bibit dan masa pertumbuhannya. Meningkatkan penyerapan hara dan produktivitas tanaman. Lebih cocok untuk tanaman kacang-kacangan seperti kedelai , dll.

 

4. Petrogladiator.

Masih ada satu lagi dekomposer yang unggul merombak bahan organik supaya lebih mudah diserap tanaman. Mempercepat proses dekomposisi atau pelapukan unsur organik yang ada dilahan sehingga lebih cocok sebagai media tumbuh tanaman serta mampu menghindarkan dari potensi pertumbuhan penyakit di lahan akibat pupuk atau media yang kurang matang.



Penggunaan pupuk hayati biasanya dapat dilakukan dengan aplikasi melalui pencampuran benih, pencampuran pupuk atau pas pengolahan lahan persiapan media tanam.  Disesuaikan saja.. Untuk dekomposer dapat di campurkan dengan bahan organik utk mempercepat kelapukannya

"Apa mikrobanya tidak mati kalau di campur pupuk?"Mikroba jika berinteraksi dengan tanah dia akan berkembangbiak dan bertumbuh. Asalkan penggunaannya langsung dan tidak di kemas dalam satu wadah dalam tempo yang lama dengan pupuk kimia, dijamin mikroba masih aktif. 

Kenalan dulu dengan produknya, untuk pembahasan detailnya satu persatu akan dijelaskan pada materi berikutnya...ikuti terus di website ini...Produktivitas meningkat dengan solusi hemat. 


Maju Bersama Petani,

Petani Sejahtera Bangsa Berjaya. 



Baca juga Info Selanjutnya: 

Tips Saat Pestisida Mahal






KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...