Senin, 27 April 2026

PAHAMI DAN HINDARI WARNA INI: WERENG TERTARIK DENGAN WARNA KUNING



Secara ilmiah, benar bahwa hama wereng—terutama wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens)—memiliki ketertarikan visual yang sangat kuat terhadap warna kuning dan oranye.

Berikut adalah penjelasan mengapa fenomena ini terjadi dan bagaimana hal tersebut dimanfaatkan dalam pertanian:

1. Spektrum Cahaya yang Menarik

Serangga memiliki reseptor warna yang berbeda dengan manusia. Wereng sangat sensitif terhadap cahaya dalam spektrum panjang gelombang 500–600 nanometer, yang mencakup warna hijau kekuningan hingga oranye. Warna-warna ini memberikan kontras yang tajam bagi penglihatan wereng dibandingkan dengan latar belakang dedukunan yang berwarna hijau gelap atau tanah.

2. Pemanfaatan sebagai Alat Kendali (Yellow Trap)

Ketertarikan wereng terhadap warna kuning dimanfaatkan oleh petani untuk pengendalian hama secara ramah lingkungan melalui Yellow Sticky Trap (Perangkap Kuning Berperekat).

  • Cara kerja: Papan atau plastik berwarna kuning cerah dilapisi dengan lem/perekat.

  • Fungsi: Wereng akan terbang menghampiri warna tersebut karena mengira itu adalah sumber makanan atau tempat berkumpul, lalu terjebak pada lem tersebut.

  • Monitoring: Selain membunuh hama, perangkap ini membantu memantau seberapa besar populasi wereng di area persawahan.

3. Mengapa Bukan Warna Lain?

  • Hijau: Wereng menggunakan warna hijau untuk mengenali tanaman inang, namun warna kuning/oranye yang mencolok sering kali dianggap sebagai sinyal visual yang lebih kuat atau mewakili tanaman yang sedang dalam kondisi tertentu (seperti masa berbunga atau tanaman yang lebih "berisi").

  • Warna Gelap: Wereng cenderung tidak tertarik pada warna gelap atau hitam.

  • Warna Perak: Kebalikannya, warna perak justru sering digunakan untuk mengusir serangga (seperti penggunaan mulsa plastik perak) karena memantulkan cahaya matahari dan mengacaukan orientasi terbang mereka.

Tips untuk Penggunaan Perangkap:

Jika Anda ingin memasang perangkap kuning di lahan, pastikan posisinya setinggi tajuk tanaman atau sedikit di atasnya. Jika terlalu rendah atau terlalu tinggi, efektivitasnya dalam menarik wereng akan berkurang karena tidak berada dalam jalur terbang utama mereka. Anda tertarik untuk mencoba, mari kita praktekkan. Baru tahu kan kenapa perangkap hama di lahan selalu menggunakan warna kuning, ternyata ini penyebabnya..Nambah lagi satu ilmu. Makanya hindarkan meletakkan benda berwarna kunig di lahan pertanian anda entah itu kain, plastik atau kaleng kemasan pestisida yang berwarna kuning. Kecuali anda memang berupaya untuk menarik kedatangan hama masuk ke perangkap. Silahkan di coba.


Rabu, 22 April 2026

PETANI WAJIB APLIKASI PETROPHOS UNTUK PERKUAT AKAR HADAPI MUSIM KEMARAU



Beberapa Alasan Manfaat Petrophos yang memiliki bahan aktif setara asam fosfit 400 g/l sangat dibutuhkan untuk tanaman padi.

1. Peningkatan Biomassa dan Arsitektur Akar

Beberapa jurnal internasional (seperti yang dipublikasikan dalam PMC - National Center for Biotechnology Information) menunjukkan bahwa pemberian fosfit dalam dosis rendah dapat meningkatkan biomassa akar hingga 30%.

  • Mekanisme: Fosfit memicu perubahan pada arsitektur sistem perakaran, meningkatkan jumlah akar rambut dan luas permukaan serapan.



  • Dampak: Akar yang lebih luas memungkinkan tanaman padi menyerap air dan nutrisi (terutama Nitrogen dan Fosfor) dengan lebih efisien, bahkan dalam kondisi tanah yang kurang subur.

2. Efek Biostimulan vs. Nutrisi

Penting untuk dicatat bahwa secara kimiawi, asam fosfit berbeda dengan asam fosfat (H3PO4 / fosfat).

  • Fosfit tidak bisa digunakan secara langsung oleh tanaman sebagai sumber utama nutrisi P (Fosfor).

  • Namun, ia bekerja sebagai biostimulan. Jurnal-jurnal agroteknologi menyebutkan bahwa pemberian fosfit ke akar atau melalui daun dapat mengaktifkan jalur metabolisme yang meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres lingkungan (kekeringan atau salinitas).

3. Ketahanan Terhadap Penyakit Tular Tanah

Asam fosfit memiliki sifat fungisida sistemik yang sangat mobile (bergerak secara ambimobile melalui xilem dan floem).

  • Dampak pada Akar: Pemberian melalui kocor atau perendaman akar dapat melindungi tanaman padi dari patogen penyebab busuk akar dan serangan jamur seperti Phytophthora atau Pythium.

  • Mekanisme Pertahanan: Fosfit merangsang tanaman untuk memproduksi phytoalexin (zat pertahanan alami), sehingga sistem perakaran menjadi lebih tangguh secara imunologis.

4. Interaksi dengan Mikoriza

Beberapa penelitian juga mengamati bagaimana asam fosfit berinteraksi dengan mikroorganisme menguntungkan di akar:

  • Dalam konsentrasi tinggi, asam fosfit dapat sedikit menghambat kolonisasi spora mikoriza (jamur baik yang membantu akar). Oleh karena itu, dosis yang tepat sangat krusial agar manfaat biostimulannya tetap optimal tanpa mengganggu simbiose alami di perakaran.


Rekomendasi Pencarian Spesifik Jurnal:

Jika Anda ingin membaca naskah lengkapnya, Anda dapat mencari di Google Scholar dengan kata kunci berikut:

  • "Phosphite as a plant biostimulant for root development in rice"

  • "The effect of phosphite on rice growth and yield"

  • "Pengaruh asam fosfit terhadap ketahanan dan pertumbuhan akar padi"


Catatan jurnal: "Root Development in Rice and Cereals"
Enhanced Root Architecture: Foliar applications of potassium phosphite have been shown to increase seminal and nodal root length and number. Studies in wheat (a close relative to rice) using 3D X-ray CT imaging revealed a significant increase in root volume, surface area, and lateral root count.
Increased Root Biomass: Research indicates that phosphite application can boost root mass by up to 30%–40% in annual crops like wheat and oilseed rape, leading to stronger seedling establishment and better uptake of water and nutrients.
Response Under Stress: The root-promoting effects of phosphite are more pronounced under abiotic stresses, such as drought or nutrient deficiency. Improved root growth under these conditions facilitates higher nutrient and water use efficiency. (dari Jurnal National Institute of Health)


MENGHADAPI HAMA RESISTEN, BAGAIMANA SEHARUSNYA?

  Menghadapi Hama dan Penyakit Resisten: Bagaimana Seharusnya? Fenomena resistensi hama/ penyakit terhadap pestisida telah menjadi tantangan...