Jumat, 09 Mei 2025

MUTASI ITU PELUANG ATAU MOMOK ?


Kejadian ini terjadi di sebuah perusahaan pengolahan kayu untuk bahan meubel yang cukup di kenal di kota Jepara. Sebut saja namaku Bayu (bukan nama sebenarnya), profesiku saat ini adalah seorang Manager Human Resource Departemen. Apa yang terjadi di perusahaan tempat aku bekerja ini kalau dibilang sebagai resiko pekerjaan ya mungkin bisa saja dianggap seperti itu.

Menjadi dinamika dalam perusahaan, mutasi karyawan adalah hal yang sebenarnya sesuatu yang lumrah dan biasa. Beda halnya jika mutasi itu menyebabkan kepentingan seseorang terusik atau dengan kata lain enggan untuk meninggalkan posisi zona nyaman. Seseorang yang telah merasa nyaman di tempatkan pada satu unit atau bidang kerja biasanya akan enggan bahkan bisa jadi akan menolak tawaran mutasi. Bahkan meskipun mutasi itu dengan iming-iming promosi jabatan atau pendapatan yang lebih tinggi. 

Dalam kenyataanya memang posisi karyawan ketika diterima kerja telah diikat dengan perjanjian sanggup ditepatkan di posisi apapun dan di manapun sesuai kebutuhan perusahaann, akan tetapi faktanya masih banyak terjadi karyawan menolak mutasi atau pemindahan tugas. 

"Apa konsekuensinya?"

tentunya dalam menjalankan pekerjaan di semua perusahaan, karyawan akan ditempatkan sesuai kebutuhan. Hal itu terjadi sesuai kondisi atau dinamika perusahaan. Seorang bisa dipindah dari satu jabatan/ unit kerja ke jabatan/ unit kerja yang lain dan bisa juga penempatan wilayah kerjanya. Taruhlah meskipun itu juga tidak mesti harus sesuai dengan penerimaan pekerjaan awalnya.

"Apakah dibenarkan?"

Perusahaan bisa menjadi penentu apakah karyawan akan dipertahankan atau dilepas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tentunya bisa dibilang jika karyawan harus siap di tempatkan di manapun dan untuk melaksanakan pekerjan apapun. Dinamika ini menjadi sesuatu yang pasti sebagai upaya penyesuaian kemampuan atau kebutuhan perusahaan. 

Sebut saja si "Andin" (bukan nama sebenrnya) sebelumnya dia adalah tenaga administrasi yang cukup mumpuni di pekerjaan lamanya, akan tetapi karena perusahaan menganggap pekerjaan administrsi sudah banyak dimudahkan/digantikan oleh peralatan modern maka kebutuhan tenaga manusia bisa dikurangi atau bahkan di eliminir. Akhirnya Andin dipindahkan sebagai tenaga marketing penempatan di daerah. Beda lagi dengan kasus "Gunawan". Sebelumnya dia adalah mekanik handal yang selama ini bertugas memperbaiki peralatan pabrik yang mengalami kendala. Dia dituntut perusahaan untuk menjadi tenaga promosi di posisi barunya.

Kisah selanjutnya ada si "Benyamin" tenaga security perusahaan dan si "Andika" tenaga laboratorium yang mendapatkan penugasan di penjualan produk di luar popinsi. 

"Apakah ada yang salah?"

Sebenarnya tidak ada yang salah karena perusahaan memiliki wewenang memutasi posisi karyawan sesuai kebutuhan. 

"Tetapi apakah bisa dengan semena-mena atau  serta merta?" 

Tentunya tetap ada beberapa pertimbangan. Seseorang dalam perjanjian penerimaannya sudah dijelaskan terkait konsekuensi penempatan. Siap ditempatkan dimanapun artinya bisa di bidang/ unit kerja dan bisa juga lokasi/ daerahnya. 

"Bagaimana dengan kemampuan?"

Karyawan tentunya tidak dilepaskan begitu saja di tempat yang baru, hal ini dikarenakan semua bidang kerja pasti membutuhkan pembekalan atau transfer knowledge tentang bidang baru itu. Hal inilah yang menjadi salahsatu persyaratan yang dibutuhkan oleh karyawan yang dimutasi. Masa training atau pelatihan pembekalan di unit baru adalah hak dari karyawan dan kewajiban dari perusahaan. 

Perusahaan dalam pembekalan karyawan penempatan baru tidak sayang dengan biaya karena perusahaan menganggap pendidikan atau pelatihan karyawan adalah investasi. Jangan kaget  juga sering juga terjadi justru karyawan baru yang dimutasi ternyata memiliki etos kerja dan kemampuan yang justru lebih baik dari pekerj yang eksisting dan setelah diberikan pelatihan/ pembekalan kerja di tempat baru justru performanya jauh lebih maksimal.


WAJAH SEDIH DAN KHAWATIR


"Bagaimana jika tidak setuju?"

Karyawan dapat menyampaikan keberatan dengan alasan yang memadai dan masuk akal. Tentunya perusahaan akan memiliki pertimbangan. 

"Eits...tapi tentunya bukan sekedar alasan yang dibuat-buat. Tidak ingin jauh dengan keluarga atau karena tidak cocok dengan wilayah tersebut atau tidak sesuai passion atau keahlian. 

Kalau alasan yang hanya sekedarnya seperti itu ya tentu saja tidak akan diakomodir...."dicatat ya"

"Kalau misalkan tetap tidak mau mematuhi mutasi/ penugasan?"

ya tentunya ada konsekuensi dan itu akan berbeda-beda kebijakannya antar perusahaan. Ada perusahaan yang mengkompensasi dengan penjatuhan sanksi ringan, sedang atau bahkan berat. Tidak menutup kemungkinan juga kalau perusahaan bisa menerapkan sanksi PHK karena dianggap menolak perintah kerja atau mangkir karena tidak berada di tempat penugasan. Intinya kan kebutuhan perusahaan enjadi prioritas. Jadi jika tenaga kerja tidak bersedia sama halnya keberadaan mereka di posisi sebagai tenaga kerja sebelumnya sudah tidak dibutuhkan.

Jadi bijak-bijaklah dalam menghadapi ini ya kawan. Anggap saja mutasi/ penugasan adalah exit/ jalan keluar untuk kita menjadi lebih baik dan berkembang. 

"Pantang ditolak", kecuali kalau kita sudah tidak ingin lagi berada di kapal yang sama dengan perusahaan, alias ingin keluar resign atau pemutusan hubungan kerja tidak dengan hormat karena sudah tidak satu visi dan misi dengan perusahaan.

"Ayo kita hitung-hitung positifnya"

Penugasan posisi baru atau mutasi memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah"

1. Memberikan peluang berkembang secara karir

2. Meningkatkan kemampuan bekerja

3. Mempelajari hal baru yang lebih menarik

4. Menghilangkan kejenuhan dengan hal yang rutin

5. Menambah pengalaman, kenalan baru, dunia baru, lingkungan baru (makanan khas, tempat rekreasi, hiburan belanja, dll)

"Kalau negatifnya ? kalau dihitung cuman satu"

meninggalkan zona nyaman yang mungkin juga membosankan karena tidak ada tantangan.

Bismillah, untuk kebaikan bersama diharapkan pekerja pantang menolak penugasan/ mutasi ya kawan, karena mutasi adalah peluang menjadi lebih baik dan bukan momok untuk kita.


WAJAH SEMANGAT DAN OPTIMIS


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar