SIDARAT: Senjata Utama Melawan Serangan Tikus Sawah
Tikus sawah merupakan ancaman nyata yang bisa merenggut hasil panen dalam semalam. Untuk mengatasi hama yang cerdik ini, petani memerlukan solusi yang teruji, aman, dan efektif. SIDARAT, Rodentisida ampuh dari Petrosida Gresik, hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut.
SIDARAT: Mengapa Menjadi Pilihan Petani?
SIDARAT adalah racun tikus siap pakai berbentuk blok umpan (umpan padat) yang mengandung bahan aktif kuat: Brodifakum 0,005%.
Brodifakum adalah jenis antikoagulan (pencegah pembekuan darah) generasi kedua yang sangat efektif dalam membunuh tikus.
Mekanisme Kerja yang Efektif (Tidak Menimbulkan Jera Umpan)
Tikus dikenal sebagai hewan yang sangat peka dan cerdik. Jika racun bekerja terlalu cepat, tikus lain akan curiga dan menghindari umpan yang sama (disebut jera umpan).
SIDARAT bekerja secara perlahan namun pasti:
Dimakan dan Diserap: Setelah tikus memakan umpan SIDARAT, racun Brodifakum diserap ke dalam tubuh.
Mencegah Pembekuan Darah: Racun mulai menghambat pembentukan Vitamin K, yang esensial untuk pembekuan darah.
Kematian Alami: Tikus akan mati 3 hingga 5 hari setelah memakan umpan akibat pendarahan internal. Kematian yang lambat ini menyebabkan tikus tidak mengaitkan kematian temannya dengan umpan.
Dengan mekanisme ini, umpan SIDARAT tetap menarik bagi tikus lain, memungkinkan pengendalian yang lebih tuntas dalam satu areal sawah.
Testimoni Petani: Pengalaman Nyata dengan SIDARAT
Bapak Budi, seorang petani padi di Karawang, Jawa Barat, berbagi pengalamannya:
"Setiap musim tanam, tikus selalu jadi masalah besar. Dulu saya pakai gropyokan terus, tapi masih saja ada. Sejak saya rutin pasang SIDARAT di awal tanam (fase 0-2 MST), hasilnya langsung terlihat. Tikus yang mati tidak ada di sekitar umpan, jadi tikus lain tidak curiga. Padi saya aman sampai panen, bahkan belakangan ini serangan tikus makin menurun karena populasi utama sudah teratasi sejak awal."
💡 Tips Penggunaan SIDARAT Agar Lebih Maksimal
Menggunakan SIDARAT saja belum cukup. Penerapan teknik yang tepat akan meningkatkan efektivitas pengendalian hingga 90% lebih.
1. Waktu Aplikasi yang Tepat (Kunci Utama)
Fase TPA (Tanam Pindah Awal): Aplikasi SIDARAT paling efektif dilakukan pada fase 0 hingga 2 Minggu Setelah Tanam (MST) atau sebelum tikus berkembang biak. Tindakan ini mencegah serangan dini dan melindungi populasi anakan padi.
Aplikasi di Periode Kritis: Lakukan pemasangan ulang umpan menjelang fase bunting (40-50 HST) jika ditemukan lubang aktif baru.
2. Penempatan Umpan yang Strategis
Di Jalur Tikus: Letakkan umpan di jalur yang sering dilalui tikus, bukan hanya di tengah sawah. Jalur utama tikus biasanya ada di pematang dan tanggul yang ditumbuhi rumput.
Di Lubang Aktif: Masukkan umpan 1-2 blok ke setiap lubang tikus yang masih aktif (ditandai dengan tidak adanya sarang laba-laba atau kotoran di mulut lubang).
Gunakan Pelindung Umpan: Selalu letakkan blok SIDARAT di dalam pelindung seperti potongan bambu, pipa PVC, atau kotak kayu yang berlubang. Ini berfungsi untuk:
Melindungi dari Hujan: Menjaga umpan tetap kering dan menarik.
Menghindari Hewan Non-Target: Mencegah hewan peliharaan (unggas) atau hewan liar lain memakan racun.
3. Evaluasi dan Penggantian Umpan
Pemantauan Rutin: Periksa umpan setiap hari atau dua hari sekali. Jika umpan hilang atau dimakan, segera ganti dengan umpan baru.
Tingkat Keberhasilan: Terus pasang dan ganti umpan hingga umpan yang dipasang tidak dimakan lagi. Ini mengindikasikan bahwa populasi tikus di area tersebut sudah terkendali.
4. Kombinasikan dengan Sanitasi
Penggunaan SIDARAT harus didukung oleh sanitasi lingkungan yang baik. Bersihkan semak-semak dan gulma di pematang sawah secara rutin. Menghilangkan tempat persembunyian tikus akan memaksa mereka keluar dan lebih mudah menemukan umpan.
Dengan disiplin dalam waktu aplikasi dan penempatan yang strategis, SIDARAT menjadi solusi terpercaya untuk menciptakan lingkungan sawah yang bebas dari kerusakan tikus, sehingga panen padi bisa maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar