Berikut adalah panduan aplikasi yang disesuaikan untuk siklus hidup tanaman tahunan, dari pembibitan hingga fase produksi:
A. Fase Pembibitan (Nursery)
Fase ini sangat krusial karena bibit rentan terhadap penyakit tular tanah (damping-off, busuk akar, Ganoderma) dan membutuhkan nutrisi optimal.
| Produk | Tujuan | Dosis Umum | Cara Aplikasi |
| Trichosida WP (Biofungisida) | Pencegahan Penyakit Rebah Semai dan Busuk Akar | 2 - 5 gram per kg media tanam. | Campurkan Trichosida WP secara merata dengan media tanam (tanah + kompos/pupuk kandang) sebelum media dimasukkan ke dalam polybag. |
| Perlakuan Bibit (Saat Pindah Polybag) | 10 - 20 gram per 10 liter air. | Rendam akar bibit (baik pre-nursery maupun main-nursery) selama 10-15 menit sebelum ditanam/dipindah ke polybag yang lebih besar. | |
| Saptabio (Pupuk Hayati) | Peningkatan Pertumbuhan dan Kesehatan Akar | 5 - 10 gram per bibit. | Taburkan Saptabio di sekitar perakaran bibit pada saat pemindahan ke polybag besar atau kocorkan bersamaan dengan pemupukan rutin (dosis larutan $1-2$ gram/liter air). |
| Aplikasi Susulan | 1-2 kali selama masa pembibitan. | Kocorkan larutan kedua produk (tidak bersamaan dengan fungisida kimia) setiap 4-6 minggu. |
B. Fase Tanaman Produksi (TM: Tanaman Menghasilkan)
Pada fase ini, fokus aplikasi adalah untuk melindungi perakaran dari penyakit kronis (seperti Ganoderma pada sawit atau busuk akar pada kakao) dan meningkatkan efisiensi serapan pupuk.
1. Aplikasi Trichosida WP (Pengendalian Penyakit)
Fokus Utama: Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tular Tanah/Batang (misalnya Ganoderma pada sawit, busuk pangkal batang).
| Kondisi | Dosis (Per Pohon) | Cara Aplikasi | Keterangan |
| Pencegahan (Sehat) | 50 - 100 gram per pohon. | Benamkan/Taburkan secara merata di sekitar piringan pohon, kemudian ditutup tanah tipis atau disiram. | Aplikasi dilakukan 2-4 kali setahun (setiap 3-6 bulan). |
| Pengobatan (Terinfeksi Ringan) | 100 - 200 gram per pohon. | Aplikasi dalam Lubang: Buat lubang injeksi di sekitar pangkal batang/akar, masukkan Trichosida WP, lalu tutup kembali. | Aplikasi lebih intensif, diulang setiap 2-3 bulan hingga gejala membaik. |
| Peremajaan Tanaman | 500 gram - 1 kg per lubang tanam. | Taburkan pada lubang tanam sebelum penanaman bibit baru. | Penting untuk mengurangi inokulum patogen di lahan bekas tanaman sakit. |
2. Aplikasi Saptabio (Booster Nutrisi dan Kesehatan Tanah)
Fokus Utama: Memperbaiki Biologi Tanah dan Meningkatkan Efisiensi Pupuk NPK.
| Kondisi | Dosis (Per Pohon) | Cara Aplikasi | Keterangan |
| Peningkatan Kesuburan | 0.5 - 2 kg per pohon (tergantung umur dan ukuran pohon). | Sebarkan Saptabio granul secara merata di sekitar piringan pohon, idealnya dicampur bersamaan dengan pupuk NPK kimia. | Aplikasi dilakukan 2 kali setahun (setiap 6 bulan), mengikuti jadwal pemupukan NPK. |
| Pemulihan Tanah Kritis | Dosis bisa ditingkatkan hingga 2-3 kg per pohon. | Taburkan merata pada piringan dan biarkan mikroba bekerja membenahi struktur tanah dan unsur hara. | Dilakukan pada tahun pertama atau kedua setelah penanaman/peremajaan. |
Rekomendasi Penting (Jeda Aplikasi)
Untuk memaksimalkan efektivitas, perlu diperhatikan kompatibilitas kedua produk hayati ini dengan bahan kimia pertanian:
Pupuk Kimia (NPK/Urea): Saptabio dan Trichosida WP kompatibel dan sangat dianjurkan dicampur atau diaplikasikan bersamaan dengan pupuk NPK/organik.
Pestisida Kimia:
Insektisida, Herbisida, atau Rodentisida umumnya kompatibel atau memiliki efek minimal.
Fungisida dan Bakterisida kimia berspektrum luas dapat membunuh mikroba pada Trichosida/Saptabio.
Rekomendasi: Beri jeda waktu minimal 7 hari antara aplikasi fungisida/bakterisida kimia dengan aplikasi produk hayati (Trichosida/Saptabio).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar