Senin, 23 Februari 2026

Mengatasi Padi "Asem-aseman" dengan Petrophos Cair: Solusi Nutrisi dan Imunitas Tanaman



KABAR GEMBIRA UNTUK SEDULUR TANI! 

Padi kuning? Kerdil? Akar merah karena asem-aseman? Jangan dibajak ulang dulu! 

Cukup 2-3 Tutup Petrophos Cair per tangki:  

Akar putih baru cepat keluar. Anakan padi jadi pecah banyak. Daun kembali hijau segar dalam hitungan hari.


Mengapa Harus PETROPHOS?

✅ Bukan sekadar pupuk – nutrisi + proteksi dalam satu langkah.
✅ Kandungan fosfit aktif setara 400 g/L asam fosfit.
✅ Meningkatkan hasil panen dan kualitas produksi.
✅ Produk unggulan asli Indonesia – buatan Petrosida Gresik.

Fenomena asem-aseman atau stres pada tanaman padi akibat kondisi tanah yang masam dan jenuh air seringkali menjadi momok bagi petani, terutama pada musim tanam yang curah hujannya tinggi atau pada lahan dengan drainase buruk. Gejala ini ditandai dengan tanaman yang kerdil, daun menguning kemerahan dari ujung, dan pertumbuhan akar yang terhenti (berwarna cokelat gelap).

Dalam kondisi ini, pupuk tabur biasa seringkali tidak efektif karena akar tanaman sedang "sakit" dan tidak mampu menyerap hara. 

Di sinilah peran Petrophos Cair (Produksi Petrosida Gresik) menjadi solusi krusial.


Apa itu Petrophos?

Petrophos adalah pupuk makro cair yang mengandung unsur Fosfor (P2O5) sebesar 20% dalam bentuk Asam Fosfit (400 g/L). Berbeda dengan pupuk fosfat (Phosphate) biasa, molekul Fosfit jauh lebih sederhana sehingga lebih cepat diserap dan memiliki sifat sistemik dua arah (bisa bergerak naik ke daun dan turun ke akar).

Mengapa Asam Fosfit Unik?

Asam Fosfit dalam Petrophos memiliki sifat Sistemik Dua Arah (Ambimobile). Artinya:

  1. Jika disemprot ke daun, ia akan turun sampai ke akar.

  2. Jika dikocor ke tanah, ia akan naik sampai ke pucuk.

Ini membuatnya sangat efektif untuk pengobatan dengan cara spray, kocor maupun injeksi batang. 

Keunggulan Petrophos Cair untuk Kondisi Asem-aseman

1. Penyerapan Cepat Lewat Daun (Foliar)

Pada kondisi asem-aseman, akar padi biasanya mengalami keracunan besi (Fe) dan asam organik, sehingga berhenti berfungsi. Petrophos Cair diaplikasikan dengan cara disemprot ke daun. Tanaman tetap mendapatkan asupan energi Fosfor meskipun akarnya sedang bermasalah.

2. Stimulasi Sistem Imun (Fitoaleksin)

Asam Fosfit di dalam Petrophos berfungsi sebagai elisitator. Ia merangsang tanaman padi untuk memproduksi zat Fitoaleksin, yaitu antibodi alami tanaman. Ini sangat penting untuk mencegah infeksi jamur atau bakteri patogen yang sering menyerang tanaman yang sedang lemah akibat asem-aseman.

3. Mempercepat Pemulihan Akar dan Anakan

Kandungan fosfor yang tinggi berperan langsung dalam pembentukan ATP (energi tanaman). Energi ini digunakan padi untuk melakukan regenerasi akar baru yang putih dan sehat, serta memacu munculnya anakan padi yang sempat terhenti pertumbuhannya.

4. Sifat Sistemik Dua Arah

Setelah disemprotkan ke daun, nutrisi ini akan dialirkan ke seluruh jaringan tanaman hingga ke ujung akar. Hal ini membantu menetralkan efek stres biotik di area perakaran yang terendam air masam.


Panduan Aplikasi pada Tanaman Padi

Untuk hasil terbaik dalam mengatasi asem-aseman, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Dosis: Gunakan 2 - 3 ml Petrophos per liter air (atau sekitar 2-3 tutup botol per tangki semprot 16 liter).

  • Waktu Aplikasi: Semprotkan pada pagi hari saat embun sudah hilang (pukul 07.00 - 10.00). Pada fase ini, mulut daun (stomata) terbuka maksimal sehingga penyerapan hara lebih efisien.

  • Interval: Lakukan penyemprotan sebanyak 2-3 kali dengan interval 7 hari sekali, terutama saat padi berumur 15-45 hari setelah tanam (HST).

  • Kombinasi: Untuk hasil lebih cepat, bisa dicampurkan dengan unsur hara mikro atau asam humat guna memperbaiki klorofil daun.


Pak Darmo adalah seorang petani padi di pesisir Jawa Timur yang sudah puluhan tahun mengolah lahan warisan keluarganya. Namun, musim tanam kali ini berbeda. Baru memasuki usia 18 Hari Setelah Tanam (HST), hamparan sawahnya yang biasanya mulai menghijau justru tampak merana.

Daun-daun padinya mulai menguning dari ujung, pertumbuhannya kerdil, dan yang paling mengkhawatirkan: ketika dicabut, akar padinya tidak berwarna putih bersih, melainkan cokelat kehitaman dan berbau masam. "Padi saya kena asem-aseman parah," keluhnya saat itu.

Awalnya, Pak Darmo mencoba menaburkan urea lebih banyak, berharap padi kembali hijau. Namun, hasilnya nihil. Padi justru semakin stres karena tanah yang sudah asam dipaksa menerima pupuk kimia dosis tinggi.

Atas saran seorang penyuluh lapangan Petrosida Gresik "Pak Amin" selanjutnya Pak Darmo beralih ke strategi Nutrisi Foliar. Ia berhenti menabur pupuk ke tanah yang sedang "sakit" dan mulai menyemprotkan Petrophos Cair (Asam Fosfit 400 g/L).

Proses Perubahannya:

  1. Hari ke-3 setelah semprot: Ujung daun yang tadinya kuning mulai tidak bertambah lebar. Tanaman tampak lebih tegak (segar).

  2. Hari ke-7 setelah semprot: Pak Darmo mencoba mencabut satu rumpun. Keajaiban terjadi; mulai muncul bulu-bulu akar baru berwarna putih di sela-sela akar yang busuk.

  3. Penyemprotan Kedua (14 hari kemudian): Anakan padi yang tadinya macet mulai pecah dan bertambah banyak. Warna daun berubah dari kuning kusam menjadi hijau pekat yang sehat.

Saat panen tiba, Pak Darmo tidak hanya berhasil menyelamatkan sawahnya dari puso (gagal panen), tetapi hasil ubinannya justru meningkat 15% dibanding musim sebelumnya. Petrophos bukan hanya memberi makan padi Pak Darmo, tapi memberi "nyawa kedua" bagi tanamannya.


"Petrophos Cair: Obat Paten Padi Macet!"

"Tadinya saya sudah pasrah, mas. Sawah saya kena asem-aseman total. Padi kerdil, akar busuk, dipupuk bukannya hijau malah makin 'ngelaras' (kering). Rasanya mau saya bajak ulang saja.

Tapi setelah saya coba semprot Petrophos dosis 3 tutup per tangki, bedanya luar biasa! Ibarat orang sakit yang tadinya nggak mau makan, habis disemprot ini langsung lahap. Dalam seminggu, akar putih baru langsung 'mrocot' (keluar banyak). Padi yang tadinya kerdil langsung kejar-kejaran tumbuhnya.

Bagi sedulur tani yang padinya macet karena tanah asem, jangan cuma main pupuk tabur. Semprot Petrophos Cair, fosfatnya langsung meresap ke daun, akarnya sembuh, anakan melimpah. Hasil panen jadi tetap 'mentes' (berisi)!"

— Pak Darmo, Petani Padi Sukses.


Petrophos Cair dengan kandungan Asam Fosfit 400 g/L bukan sekadar pupuk biasa, melainkan nutrisi sekaligus pelindung. Di lahan yang rawan asem-aseman, penggunaan produk ini secara rutin terbukti mampu menjaga produktivitas padi tetap stabil meskipun kondisi tanah sedang tidak ideal.

Bukti nyata, bukan sekadar kata-kata! #Petrophos #SolusiAsemAseman #PetaniPadiSukses #Petrosida


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengatasi Padi "Asem-aseman" dengan Petrophos Cair: Solusi Nutrisi dan Imunitas Tanaman

KABAR GEMBIRA UNTUK SEDULUR TANI!   Padi kuning? Kerdil? Akar merah karena asem-aseman? Jangan dibajak ulang dulu!  Cukup 2-3 Tutup Petropho...