Berikut adalah 3 alasan utama mengapa nitrogen (seperti ZA atau Urea) membuat glifosat lebih ampuh:
1. Menetralkan "Air Sadah" (Hard Water)
Ini adalah fungsi yang paling krusial. Kebanyakan air yang kita gunakan (air sumur atau air tanah) mengandung ion mineral seperti Kalsium ($Ca^{2+}$) dan Magnesium ($Mg^{2+}$).
Masalah: Molekul glifosat bermuatan negatif, sedangkan mineral air bermuatan positif. Mereka akan saling mengikat (kelasi). Jika glifosat sudah terikat mineral air, ia menjadi "lumpuh" dan tidak bisa diserap tanaman.
Solusi Nitrogen: Ion Amonium ($NH_4^+$) dari pupuk (terutama ZA/Amonium Sulfat) akan mengikat mineral-mineral tersebut lebih dulu, sehingga molekul glifosat tetap bebas dan aktif untuk menyerang gulma.
2. Meningkatkan Penyerapan (Translokasi)
Tanaman sangat menyukai nitrogen. Ketika nitrogen disemprotkan ke daun bersama glifosat:
Tanaman akan membuka pori-porinya (stomata) lebih lebar untuk menyerap "nutrisi" tersebut.
Glifosat akan ikut "menumpang" (hitchhiking) masuk ke dalam sistem transportasi tanaman (floem).
Hasilnya, racun bergerak lebih cepat dan lebih banyak menuju titik tumbuh dan akar gulma.
3. Mengatasi Gulma yang Sedang Stres
Pada kondisi kering atau berdebu, gulma sering membentuk lapisan lilin yang tebal sebagai pertahanan diri. Penambahan nitrogen membantu memecah hambatan tersebut sehingga herbisida bisa menembus masuk lebih efisien daripada hanya menggunakan air biasa.
Jenis Nitrogen Mana yang Terbaik?
Tidak semua pupuk nitrogen memberikan efek yang sama. Berikut urutannya:
ZA (Amonium Sulfat): Paling Direkomendasikan. Kandungan amoniumnya paling stabil dalam mengikat mineral air dan sangat cepat diserap gulma.
Urea: Cukup baik, namun tidak seefektif ZA dalam mengatasi masalah air sadah. Urea lebih berperan dalam membantu penetrasi lewat daun.
Pupuk Daun (seperti NUTRICOMP D): Bisa digunakan karena biasanya mengandung nitrogen tinggi dan mikronutrien lain.
Dosis yang Disarankan
Agar tidak terjadi overdosis yang justru membakar daun terlalu cepat (seperti kasus garam tadi), gunakan dosis berikut:
Dosis: 100 - 200 gram (sekitar 1-2 genggam) pupuk ZA atau Urea per 15 liter air (satu tangki semprot).
Cara Campur: Larutkan dulu pupuk dalam ember kecil sampai benar-benar cair, baru masukkan ke dalam tangki yang sudah berisi herbisida.
Hati-hati: Jangan menggunakan dosis nitrogen terlalu tinggi, karena jika daun terbakar secara instan (nekrosis), glifosat justru gagal mengalir ke akar dan gulma bisa tumbuh lagi bahkan lebih subur dari sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar