Sapta Bio merupakan Pupuk Hayati Granul yang memiliki 7 keunggulan yaitu :
1. Memperbaiki sifat kimia, fisik dan biologis tanah2. Meningkatkan ketersediaan unsur P dan K dalam tanah dan meningkatkan pembentukan unsur hara N alami dari udara
3. Melarutkan pupuk NPK sehingga mudah terserap oleh tanaman
4. Membantu menguraikan bahan organik
5. Mengurangi serangan penyakit tanaman terutama penyakit tular tanah seperti layu fusarium
6. Memacu pertumbuhan tanaman hingga meningkatkan hasil panen tanaman
7. Bisa dipakai semua tanaman dan segala musim
Selain itu, Sapta Bio juga memiliki 7 mikroba unggul seperti :
- Azotobacter sp.
- Azospirillum sp.
- Bacillus sp.
- Penicillium sp.
- Pseudomonas sp.
- Streptomyces sp.
- Trichoderma sp.
Berikut adalah ulasan komprehensif mengenai bagaimana Sapta Bio bekerja untuk mengefisiensikan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia:
1. Optimalisasi Penyerapan Hara (Efisiensi NPK)
Salah satu alasan utama petani menggunakan pupuk kimia dalam jumlah besar adalah karena rendahnya tingkat penyerapan oleh tanaman. Seringkali, pupuk NPK yang ditebar terikat oleh tanah atau tercuci.
Peran Sapta Bio: Mikroba seperti Azotobacter sp. dan Azospirillum sp. mampu menambat Nitrogen (N) langsung dari udara, sementara Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. berperan melarutkan Fosfat (P) dan Kalium (K) yang sebelumnya mengendap di tanah.
Dampak: Dengan ketersediaan hara yang lebih aktif, Anda dapat mengurangi dosis pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) secara bertahap karena tanaman tetap mendapatkan nutrisi yang cukup dari proses biologi tanah.
2. Mengaktifkan Kembali "Modal" Tanah
Tanah yang sering dipupuk kimia biasanya menyimpan sisa-sisa pupuk yang tidak terserap. Tanpa bantuan mikroba, sisa ini tetap menjadi zat yang tidak berguna.
Peran Sapta Bio: Mikroba unggul dalam produk ini berfungsi sebagai "pabrik biokimia" yang menguraikan bahan organik dan melarutkan sisa pupuk kimia lama.
Dampak: Tanah kembali menjadi gembur (sifat fisik membaik), sehingga akar lebih mudah bergerak dan menyerap nutrisi. Hal ini mengurangi kebutuhan untuk menambah input kimia secara masif pada setiap musim tanam.
3. Perlindungan Hayati (Bioprotektan)
Penyakit tular tanah sering kali memaksa petani menggunakan pestisida kimia yang mahal dan berisiko.
Peran Sapta Bio: Kehadiran Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. berperan sebagai agen hayati yang melawan patogen seperti Fusarium (penyebab layu).
Dampak: Dengan berkurangnya serangan penyakit dari dalam tanah, tanaman tumbuh lebih sehat dan kuat. Tanaman yang sehat memiliki imunitas yang lebih baik, sehingga penggunaan input kimia (baik pupuk tambahan maupun pestisida) dapat ditekan.
4. Fleksibilitas di Segala Musim
Kelebihan Sapta Bio yang dapat digunakan di segala musim memberikan kepastian bagi petani, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang seringkali membuat efektivitas pupuk kimia menurun (misalnya pupuk tercuci saat hujan lebat atau menguap saat panas ekstrem).
Strategi Implementasi:
Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan hasil panen, Anda dapat mencoba langkah berikut:
Langkah Awal: Gunakan Sapta Bio sebagai pupuk dasar atau bersamaan dengan pemupukan pertama.
Pengurangan Bertahap: Cobalah untuk mengurangi dosis pupuk kimia sebesar 25% hingga 50% dari dosis biasanya. Perhatikan respon tanaman; umumnya, dengan bantuan 7 mikroba unggul ini, tanaman akan tetap menunjukkan performa yang sama atau bahkan lebih baik karena penyerapan hara yang lebih efisien.
Fokus pada Organik: Pastikan terdapat bahan organik yang cukup di tanah sebagai "makanan" bagi mikroba Sapta Bio agar mereka dapat bekerja maksimal.
Sapta Bio bukan sekadar tambahan, melainkan solusi untuk memperbaiki ekosistem tanah yang sudah jenuh dengan bahan kimia. Dengan beralih ke pupuk hayati ini, biaya produksi dapat lebih efisien, tanah tetap produktif untuk jangka panjang, dan hasil panen lebih ramah lingkungan.
Berikut adalah panduanpengaplikasian dan tahapan pencampuran Sapta Bio untuk mengoptimalkan pengurangan pupuk kimia, disajikan dalam bentuk urutan visual dan penjelasan teknis:
Panduan Aplikasi Sapta Bio (Sistem Pencampuran)
Tujuan utama pencampuran ini adalah untuk menghemat penggunaan pupuk kimia (anorganik) dengan cara memanfaatkan Sapta Bio sebagai "booster" biologis.
Tahap 1: Persiapan Bahan & Efisiensi (The Core Setup)
Di tahap ini, petani menyiapkan bahan utama. Kunci penghematan dimulai di sini.
Penjelasan: Siapkan pupuk kimia (misalnya NPK Mutiara, Urea, atau SP-36) yang telah dikurangi dosisnya (misalnya, jika biasa menggunakan 100kg NPK, siapkan hanya 50kg-75kg). Siapkan Sapta Bio Granul sesuai dosis anjuran (misalnya 20-40 kg per hektar, tergantung tanaman).
Tahap 2: Proses Pencampuran Homogen (The Mixing Process)
Tahap ini memastikan setiap butiran pupuk kimia "bersentuhan" dengan agen hayati Sapta Bio.
Penjelasan: Campurkan granul Sapta Bio dan granul pupuk kimia secara bertahap. Aduk menggunakan sekop atau alat campur lainnya sampai benar-benar homogen (rata). Pastikan kondisi pencampuran dalam keadaan kering untuk menjaga kualitas mikroba. Pencampuran ini harus dilakukan segera sebelum aplikasi di lahan.
Tahap 3: Aplikasi Lahan (The Land Application)
Ini adalah tahap "pengaktifan" tanah oleh 7 mikroba unggul.
Penjelasan: Aplikasikan campuran Sapta Bio-NPK segera setelah dicampur. Gunakan metode yang paling sesuai untuk jenis tanaman Anda (larikan untuk tanaman pangan/sayuran berbaris, atau tugal untuk tanaman tahunan/buah). Segera tutup dengan tanah setelah aplikasi untuk melindungi mikroba dari sinar matahari langsung dan menjaga kelembaban.
Tahap 4: Mekanisme Kerja & Hasil (The Result)
Tahap ini mengilustrasikan hasil dari 7 keunggulan Sapta Bio bekerja.
Penjelasan: 7 mikroba unggul dalam Sapta Bio mulai mendekomposisi bahan organik, menambat nitrogen dari udara, dan melarutkan P dan K terikat di tanah. Hasilnya, tanah menjadi gembur, akar tanaman tumbuh lebih masif, dan penyerapan hara (baik dari Sapta Bio maupun dari NPK hemat) menjadi jauh lebih efisien. Tanaman tumbuh lebih seragam dan hasil panen meningkat meskipun input kimia dikurangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar