Kamis, 20 November 2025

THIOSIDA SOLUSI PRAKTIS ATASI GULMA SAWAH

 



Profil Thiosida 6GR

Thiosida 6GR adalah herbisida sistemik dan selektif pra-tumbuh dan purna-tumbuh awal berbentuk butiran (Granule/GR) yang berwarna hijau.

1. Komposisi Bahan Aktif

Meskipun bentuknya berbeda, herbisida ini tetap mengandung dua bahan aktif andalan yang sama, namun dengan konsentrasi yang lebih rendah karena formulasi padat:

Bahan AktifKonsentrasiFungsi Utama
Thiobencarb4%Mengendalikan gulma golongan rumput dan teki
2,4-D IBE (Iso Butil Ester)2%Mengendalikan gulma golongan daun lebar
Kandungan Total: 6% (4% Thiobencarb + 2% 2,4-D IBE).


2. Sasaran dan Kelebihan

Sasaran Gulma

Thiosida 6GR efektif mengendalikan gulma pada pertanaman padi sawah (baik Tanam Pindah/Tapin maupun Tanam Benih Langsung/Tabela), meliputi gulma golongan:

Rumput (misalnya Echinochloa crus-galli

Teki (Cyperus difformis)

Daun Lebar (Monochoria vaginalis)


Kelebihan Formulasi Granul (GR)

  1. Aplikasi Sangat Mudah: Aplikasi dilakukan dengan cara ditebar/ditabur langsung ke lahan sawah, tanpa perlu alat semprot dan pencampuran dengan air. Ini menghemat waktu dan tenaga kerja.

  2. Sistemik dan Selektif: Aman bagi tanaman padi pada dosis anjuran.

  3. Bekerja pada Pra-tumbuh: Efektif menghambat perkecambahan benih gulma sejak awal.




Cara Aplikasi Thiosida 6GR

Aplikasi bentuk granul ini sangat sederhana dan fokus pada pengendalian air.

1. Dosis Anjuran

  • Dosis yang umum digunakan adalah 20 kg per hektar (Kg/Ha) atau 2 kg per 1000 $\text{m}^2$ (sesuai kemasan standar).

2. Waktu Aplikasi (Umur Padi)

  • Sebaiknya diaplikasikan pada fase pra-tumbuh awal ketika gulma belum muncul atau masih sangat kecil (maksimal 1-2 daun).

    • Padi Tanam Pindah (Tapin): 3 sampai 7 hari setelah tanam (HST).

    • Padi Tanam Benih Langsung (Tabela): 5 sampai 9 hari setelah sebar.

3. Pengaturan Air dan Penebaran

  1. Pengeringan: Atur kondisi air di sawah menjadi macak-macak (tanah becek dan lembab) atau genangan air yang sangat tipis.

  2. Penebaran: Tebarkan butiran Thiosida 6GR secara merata ke seluruh permukaan lahan sawah.

  3. Penggenangan: Setelah penebaran, lahan harus segera digelangi (digenangi air) setinggi 3-5 cm dan air genangan tersebut dipertahankan selama minimal 3-7 hari.

Catatan Penting: Menjaga genangan air setelah penebaran sangat krusial. Air membantu melarutkan granul dan menyebarkan bahan aktif (Thiobencarb) sehingga membentuk lapisan kimiawi di permukaan tanah yang akan mencegah benih gulma berkecambah.



Rabu, 19 November 2025

KENALI TIGA INSEKTISIDA GRANUL (DIAZINON. FIPROS, DAN KARBOFURAN)

 



1. Diazinon

  • Fokus: Aksi cepat (Knockdown) dan spektrum luas.

  • Cara Kerja: Racun kontak, lambung, dan pernapasan.

  • Keunggulan Singkat: Sangat efektif untuk mematikan hama secara instan (terutama hama yang terkena langsung) dan tersedia dalam formulasi butiran (GR) untuk hama tanah.

2. Fipronil

  • Fokus: Hama penghisap dan perlindungan dari dalam (sistemik terbatas).

  • Cara Kerja: Racun kontak dan lambung yang mengganggu sistem saraf serangga.

  • Keunggulan Singkat: Sangat efektif mengendalikan Wereng Cokelat (WBC) dan hama lainnya karena memiliki sifat sistemik terbatas dan baik untuk perlakuan benih.

3. Karbofuran

  • Fokus: Perlindungan sistemik kuat dan hama yang sulit dijangkau.

  • Cara Kerja: Racun kontak, lambung, dan sistemik kuat (diserap akar).

  • Keunggulan Singkat: Memberikan perlindungan jangka panjang di awal pertumbuhan, sangat unggul dalam mengatasi Penggerek Batang Padi dan Hama Tanah (seperti uret) karena sifat sistemiknya melalui aplikasi butiran di tanah


Kelebihan Khusus Masing-Masing Bahan Aktif

1. Diazinon

Diazinon termasuk dalam kelompok Organofosfat yang merupakan insektisida lama namun terbukti efektif.

  • Aksi Cepat (Knockdown): Memiliki efek mematikan yang sangat cepat pada serangga setelah kontak atau tertelan.

  • Formulasi Serbaguna: Tersedia dalam formulasi Emulsifiable Concentrate (EC) untuk semprot daun dan Granul (GR) untuk aplikasi tanah (misalnya Sidazinon GR) atau lubang tanam.

  • Efek Fumigan: Dapat menghasilkan uap beracun ringan yang membantu membunuh serangga di tempat tersembunyi.

2. Fipronil

Fipronil adalah insektisida yang lebih modern dengan mekanisme kerja unik yang mengganggu sistem saraf serangga (GABA-gated chloride channels).

  • Sistemik Terbatas (Translokasi): Memiliki kemampuan untuk diserap oleh tanaman (terutama melalui akar) dan didistribusikan ke bagian lain, melindungi tanaman dari dalam.

  • Target Hama Penghisap: Sangat efektif terhadap Wereng Cokelat (WBC) dan hama penghisap lainnya.

  • Perlakuan Benih: Banyak digunakan sebagai perlakuan benih karena efektivitasnya dalam dosis rendah dan dapat memberikan perlindungan awal yang baik.

  • Tahan Hujan: Cukup tahan terhadap pencucian oleh air hujan setelah diserap oleh tanaman.

3. Karbofuran

Karbofuran termasuk kelompok Karbamat dan dikenal karena sifat sistemiknya yang kuat.

  • Sistemik Kuat: Ketika diaplikasikan dalam bentuk butiran (GR) ke tanah, ia diserap dengan sangat baik oleh akar dan menyebar ke seluruh bagian tanaman, membuat seluruh tanaman beracun bagi serangga yang memakannya.

  • Perlindungan Jangka Panjang: Karena aplikasinya di tanah, ia memberikan perlindungan yang relatif lebih lama, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman.

  • Target Hama Batang dan Tanah: Sangat populer untuk mengendalikan Penggerek Batang Padi (seperti Sundep/Beluk) dan hama yang menyerang akar seperti Uret dan Nematoda.


Catatan Keamanan dan Lingkungan

Penting untuk diketahui bahwa ketiga bahan ini, terutama Diazinon dan Karbofuran (keduanya IRAC Kelompok 1), memiliki tingkat toksisitas yang tinggi terhadap mamalia dan organisme non-target (seperti ikan, burung, lebah) sehingga penggunaannya harus sangat hati-hati dan sesuai petunjuk.

  • Karbofuran di beberapa negara telah dilarang atau dibatasi penggunaannya karena potensi toksisitasnya terhadap lingkungan dan aplikator.

  • Fipronil (IRAC 2B) umumnya memiliki profil toksisitas yang berbeda, namun tetap memerlukan penanganan yang benar.

Kesimpulan:

  • Jika Anda memerlukan efek cepat pada berbagai jenis hama yang terlihat, Diazinon (EC) bisa menjadi pilihan.

  • Jika Anda berfokus pada hama penghisap dan perlindungan tanaman secara sistemik dari dalam (terutama untuk perlakuan benih), Fipronil adalah keunggulannya.

  • Jika masalah utama adalah hama tanah atau penggerek batang pada fase awal tanam, dan Anda membutuhkan perlindungan sistemik jangka panjang melalui akar, Karbofuran (GR) adalah yang paling menonjol.

Merk dagang yang terkenal di pasaran adalah Sidafur 0,3 GR, Fipros 0,4 GR dan Sidazinon 6 GR

AMANKAN KELAPA GENJAH DARI PENYAKIT BUSUK PUCUK DAN BUSUK AKAR DENGAN TRICHOSIDA

Penggunaan agens hayati seperti Trichoderma dan Gliocladium sangat bermanfaat dan sangat disarankan dalam budidaya kelapa khususnya kelapa...