Senin, 26 Januari 2026

INSEKTISIDA KARBOFURAN HARUS DIGUNAKAN SECARA BIJAK

Karbofuran adalah bahan aktif insektisida yang dianggap sebagai salah satu pestisida paling beracun di dunia. Tingkat toksisitasnya yang ekstrem berasal dari cara kerja kimianya yang menyerang sistem saraf secara langsung dan cepat. Selama ini di pasar lebih di kenal dengan merk berakhiran ..."dan" atau 'fur" seperti furadan, primadan, kresnadan, sidafur, primafur, petrofur, dll.

Berikut adalah alasan utama mengapa karbofuran sangat berbahaya:

1. Penghambatan Enzim Asetilkolinesterase (AChE)

Alasan paling mendasar adalah kemampuan karbofuran untuk melumpuhkan enzim asetilkolinesterase.

  • Cara Kerja Normal: Dalam tubuh manusia dan hewan, enzim ini bertugas menghentikan sinyal saraf setelah pesan terkirim.

  • Efek Karbofuran: Karbofuran mengikat enzim ini sehingga tidak bisa bekerja. Akibatnya, molekul pemberi sinyal (asetilkolin) terus menumpuk di saraf. Hal ini menyebabkan sistem saraf "terbakar" karena terus-menerus mengirim sinyal tanpa henti.

  • Dampak: Terjadi kejang otot, kegagalan pernapasan, dan dalam banyak kasus, kematian dalam waktu singkat.



2. Toksisitas Akut yang Sangat Tinggi

Karbofuran memiliki nilai LD50 (dosis mematikan) yang sangat rendah.

  • Dosis Kecil Mematikan: Hanya butuh sekitar 5–11 mg per kilogram berat badan untuk membunuh seekor mamalia. Sebagai gambaran, satu sendok teh kecil karbofuran cair bisa berakibat fatal bagi manusia dewasa.

  • Gejala Cepat: Gejala keracunan (seperti mual, pusing, hingga sesak napas) bisa muncul hanya dalam hitungan menit setelah terpapar melalui mulut atau pernapasan.

3. Sifat Sistemik dan Mobilitas Tinggi

Karbofuran adalah racun sistemik, artinya ia diserap oleh akar tanaman dan disebarkan ke seluruh bagian tumbuhan (daun, buah, batang).

  • Risiko Residu: Jika petani menggunakan karbofuran secara berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu panen, residu racun ini tetap ada di dalam bahan makanan yang kita konsumsi.

  • Pencemaran Air: Zat ini sangat mudah larut dalam air dan mudah bergerak di dalam tanah, sehingga sering kali mencemari sumber air tanah atau sungai di sekitar lahan pertanian.

4. Bahaya Luar Biasa bagi Satwa Liar

Karbofuran sangat mematikan bagi burung dan kehidupan air.

  • Burung: Bentuk butiran (granul) karbofuran sering disalahpahami sebagai biji-bijian oleh burung. Satu butir saja sudah cukup untuk membunuh seekor burung kecil.

  • Ikan: Kebocoran ke sungai dapat menyebabkan kematian massal pada ikan karena mengganggu sistem saraf pusat mereka.


Karena bahayanya yang ekstrem, banyak negara (termasuk di Uni Eropa dan Amerika Serikat) telah melarang atau sangat membatasi penggunaan karbofuran. Di Indonesia, penggunaannya masih diawasi ketat karena risiko keracunan yang tinggi bagi petani dan lingkungan.

Dalam penggunaannya, karbofuran dinilai lebih praktis karena diaplikasikan dengan sistem tabur yang bisa digunakan bersamaan dengan penaburan pupuk. Karena toksisitasnya, insektisida ini direkomendasikan untuk menggunakannya dengan pengaman semisal sarung tangan dan masker karena paparan kontak maupun hirup dapat sangat meracuni. Tidak jarang kejadian petani lemas dan hampir pingsan karena mabuk karbofuran ini. 

Bijak dalam menggunakan pestisida dan harus bertanggungjawab agar tidak merusak lingkungan.

Salam Petani Sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memulihkan "Napas" Tanah dan Tanaman Pasca Banjir

Banjir tidak hanya meninggalkan trauma pada tanaman, tetapi juga merusak struktur tanah. Genangan air yang lama menyebabkan tanah menjadi pa...