Lebih fokus dalam pengendalian hama ulat, Golongan 30 termasuk dalam kelompok besar insektisida yang mengganggu saraf dan otot serangga dan dikenal memiliki aksi yang relatif cepat.
Insektisida Golongan 30 (IRAC MoA Group 30)
Golongan ini secara spesifik adalah Modulator Alosterik Saluran Klorida dengan Gerbang GABA (GABA-gated Chloride Channel Allosteric Modulators).
Mekanisme Kerja: Bahan aktif dalam golongan ini menargetkan reseptor GABA pada sistem saraf serangga. Dengan memodulasi saluran klorida, mereka mengganggu transmisi sinyal saraf, menyebabkan hiper-eksitasi, kelumpuhan, dan akhirnya kematian serangga.
Jenis Bahan Aktif Golongan 30
Menurut penggolongan IRAC, bahan aktif yang termasuk dalam Golongan 30 adalah Meta-diamida dan Isoksazolin, dengan contoh spesifik:
Broflanilid
Fluksametamid
Mana yang "Paling Baik"?
Dalam konteks pestisida, tidak ada satu bahan aktif pun yang secara universal dianggap "paling baik". Keefektifan atau "kebaikan" suatu bahan aktif sangat bergantung pada beberapa faktor kunci:
Jenis Hama Sasaran: Bahan aktif tertentu mungkin lebih efektif pada jenis hama tertentu (misalnya, ulat, kutu, atau thrips).
Tingkat Resistensi Hama: Bahan aktif yang "terbaik" adalah yang belum atau memiliki tingkat resistensi yang rendah pada populasi hama di lokasi Anda. Inilah mengapa pengelompokan MoA (seperti Golongan 30) sangat penting untuk strategi pergiliran pestisida (resistance management).
Tahap Perkembangan Hama: Beberapa insektisida lebih baik untuk tahap larva, sementara yang lain lebih baik untuk hama dewasa.
Kondisi Lingkungan dan Tanaman: Faktor seperti suhu, kelembaban, dan jenis tanaman juga dapat memengaruhi kinerja.
Penting: Karena Golongan 30 adalah golongan yang relatif baru dalam strategi pergiliran, menggunakan bahan aktif dari golongan ini dapat menjadi pilihan yang sangat baik untuk mengatasi resistensi terhadap insektisida dari golongan lama (seperti Organofosfat atau Piretroid) yang mungkin sudah tidak efektif lagi.
Untuk menentukan yang paling baik untuk kasus spesifik Anda, Anda perlu:
Mengidentifikasi hama yang spesifik.
Mencari produk insektisida dengan bahan aktif Broflanilid atau Fluksametamid.
Menerapkan strategi pergiliran dengan bahan aktif dari golongan MoA yang berbeda.
Bahan Aktif: Broflanilid
Broflanilid adalah bahan aktif inovatif yang dikenal sangat efektif terhadap hama ulat yang sudah resisten terhadap golongan lama, seperti ulat grayak.
Target Hama Utama: Ulat Grayak (seperti Spodoptera litura dan Spodoptera frugiperda pada jagung), Hama Penggerek Polong, Thrips, dan Ngengat (Lepidoptera).
Bahan Aktif: Fluksametamid
Fluksametamid juga merupakan salah satu dari dua bahan aktif yang termasuk dalam golongan 30.
Target Hama Utama: Sama seperti Broflanilid, produk ini efektif untuk mengendalikan hama pengunyah (ulat-ulatan) dan dikenal memiliki sifat translaminar (mampu menembus lapisan daun).
Penting untuk Diperhatikan:
Cara Kerja Baru: Karena memiliki Mekanisme Aksi (MoA) yang unik dan baru, bahan aktif golongan 30 sangat direkomendasikan dalam program Pergiliran Pestisida untuk mengelola dan mencegah terjadinya resistensi hama terhadap insektisida lain.
Periksa Label: Selalu pastikan untuk memeriksa label produk yang Anda beli. Meskipun merek dagangnya mungkin mirip atau ada variasi dari waktu ke waktu, kandungan bahan aktif dan golongan MoA-nya harus tercantum jelas.
Dosis dan Sasaran: Gunakan pestisida sesuai dengan dosis dan target hama yang direkomendasikan pada label kemasan untuk efektivitas maksimal dan keamanan lingkungan.
Secara umum, bahan aktif dari Golongan 30 (Broflanilid dan Fluksametamid) sudah memiliki kemampuan yang sangat baik dan spektrum yang luas terhadap hama sasaran utama (terutama ulat/Lepidoptera), bahkan terhadap yang sudah resisten.
Namun, pencampuran (tank mix) dengan bahan aktif lain dalam aplikasi pestisida dapat dilakukan, tetapi tujuannya harus strategis, bukan hanya untuk "meningkatkan kemampuan" secara umum.
Tujuan Pencampuran (Tank Mix)
Pencampuran bahan aktif biasanya dilakukan untuk dua alasan utama, dan ini menjadi rekomendasi saya:
1. Perluasan Spektrum Hama (Wajib)
Golongan 30 mungkin sangat kuat untuk ulat, tetapi kurang optimal untuk hama pengisap (seperti Kutu Kebul, Kutu Daun, atau Tungau) atau hama spesifik lain.
Rekomendasi Pencampuran: Campurkan dengan bahan aktif dari golongan MoA lain yang spesifik untuk hama pengisap.
| Target Hama Tambahan | Contoh Golongan MoA | Contoh Bahan Aktif |
| Kutu Kebul/Aphid/Thrips | Golongan 4A (Neonikotinoid) | Imidakloprid (Topdor 10 WP), Tiametoksam (Sidathiam 310 sC) |
| Tungau (Mite) | Golongan 10 (Mitokondrial) | Piridaben, Abamektin (Sidamec 20 EC) |
| Hama Penggerek Batang | Golongan 28 (Diamida) | Klorantraniliprol |
2. Manajemen Resistensi (Sangat Dianjurkan)
Pencampuran dua bahan aktif dari golongan MoA yang berbeda yang memiliki target hama yang sama adalah strategi manajemen resistensi yang paling efektif.
Rekomendasi Pencampuran: Campurkan Broflanilid/Fluksametamid (Gol. 30) dengan insektisida anti-ulat kuat dari golongan lain.
| MoA Insektisida Anti-Ulat | Contoh Bahan Aktif | Keuntungan Campuran |
| Golongan 28 (Diamida) | Klorantraniliprol (misalnya Prevathon, Coragen) | Memberikan dua mode aksi yang sangat kuat, mengurangi peluang resistensi terhadap salah satunya. |
| Golongan 6 (Avermectin) | Abamektin (juga untuk Tungau) | Memberikan efek knockdown yang cepat dan perlindungan jangka panjang dari Gol. 30. |
Yang Perlu Diperhatikan (Peringatan Penting)
Uji Kompatibilitas: Selalu lakukan uji kompatibilitas dalam jumlah kecil (jar test) sebelum mencampur banyak bahan. Pastikan tidak ada endapan, perubahan warna, atau gumpalan.
Jangan Campur Golongan Sama: Hindari mencampur dua bahan aktif dari golongan MoA yang sama (misalnya Broflanilid + Fluksametamid). Ini tidak meningkatkan efektivitas secara signifikan dan justru mempercepat resistensi terhadap golongan tersebut.
Bukan Campuran Segala Bahan: Pencampuran sebaiknya hanya melibatkan 2-3 bahan (maksimum) untuk menghindari efek fitotoksisitas (keracunan pada tanaman).
Aditif/Perekat: Selain bahan aktif, Anda hampir selalu disarankan mencampur pestisida dengan bahan perekat, perata, atau penembus (adjuvant) untuk memastikan larutan menempel dengan baik di permukaan daun dan meningkatkan daya serap.
Ringkasan Rekomendasi Aplikasi
Untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitas aplikasi Golongan 30 secara keseluruhan, rekomendasi terbaik adalah:
Campurkan Golongan 30 (misalnya Broflanilid) dengan bahan aktif anti-hama pengisap (misalnya Tiametoksam) dan satu bahan perekat. ATAU
Campurkan Golongan 30 (misalnya Fluksametamid) dengan bahan aktif anti-ulat Golongan 28 (misalnya Klorantraniliprol) dan satu bahan perekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar