SOLUSI AMPUH! Atasi Ketam Perusak Galengan Sawah dengan Trio Granul: Sidazinon, Sidafur, dan Fipros
Bagi petani padi, galengan (pematang) bukan sekadar pembatas, melainkan infrastruktur vital untuk mengatur debit air. Namun, apa jadinya jika galengan yang sudah rapi justru "bocor" akibat ulah ketam atau yuyu?
Ketam sawah sering kali membuat lubang hingga tembus ke sisi sebelah, menyebabkan air sawah kering dan pemupukan menjadi tidak efektif. Jika dibiarkan, struktur galengan akan hancur dan biaya perbaikan akan membengkak.
Untuk mengatasinya, penggunaan insektisida butiran (granul) menjadi pilihan yang paling praktis dan efisien. Berikut adalah strategi membasmi ketam menggunakan tiga "pendekar" granul: Sidazinon 10GR, Sidafur 3GR, dan Fipros 0.3GR.
1. Sidazinon 10GR: Si Bau Menyengat yang Mematikan
Sidazinon (bahan aktif: Diazinon) dikenal memiliki aroma khas yang sangat kuat. Dalam kasus pengendalian ketam, aroma ini justru menjadi keunggulan karena dapat menarik ketam untuk keluar dari persembunyiannya atau langsung menyerang sistem sarafnya saat terjadi kontak.
Keunggulan: Sangat efektif untuk hama tanah dan memiliki daya bunuh yang cepat (knock-down).
Cara Pakai di Galengan: Taburkan Sidazinon di area galengan yang lembap atau masukkan langsung ke dalam lubang yang tergenang air.
2. Sidafur 3GR: Perlindungan Sistemik dari Dalam
Sidafur (bahan aktif: Karbofuran) adalah primadona petani untuk urusan hama yang bersembunyi di dalam tanah atau pangkal tanaman. Karena bersifat sistemik, racun ini akan terserap ke dalam air dan tanah di sekitar lubang.
Keunggulan: Bertahan lama di dalam tanah (residual), sehingga lubang yang sudah ditaburi Sidafur tidak akan berani ditempati kembali oleh ketam baru.
Cara Pakai di Galengan: Masukkan 1 sendok teh Sidafur ke dalam lubang aktif, lalu sumbat mulut lubang dengan sedikit lumpur. Ketam akan mati di dalam tanpa sempat merusak lebih jauh.
3. Fipros 0.3GR: Si Ahli Strategi dengan Efek Berantai
Jika Anda mencari cara yang lebih halus namun mematikan secara massal, Fipros (bahan aktif: Fipronil) adalah jawabannya. Fipros bekerja mengganggu sistem saraf pusat ketam secara perlahan tapi pasti.
Keunggulan: Memiliki "efek domino". Ketam yang terkena Fipros tidak langsung mati, namun akan membawa racun tersebut ke dalam koloni atau pasangannya di dalam lubang, sehingga membasmi hingga ke sarangnya.
Cara Pakai di Galengan: Taburkan secara merata di sepanjang jalur galengan yang banyak terdapat lubang-lubang kecil.
TIPS PRO: Teknik "Umpan Granul" agar Galengan Awet
Agar penggunaan ketiga granul di atas lebih maksimal dan hemat biaya, gunakan metode Umpan Beracun:
Siapkan Media: Gunakan nasi aking, parutan singkong, atau dedak yang dibasahi sedikit air.
Pencampuran: Campurkan salah satu dari Sidazinon, Sidafur, atau Fipros ke dalam media umpan (pilih salah satu, tidak perlu dicampur ketiganya sekaligus).
Peletakan: Bulatkan umpan sebesar kelereng, lalu letakkan di depan setiap mulut lubang ketam pada sore hari. Ketam adalah hewan nokturnal (aktif malam hari), sehingga mereka akan memakan umpan tersebut segera saat keluar sarang.
Kesimpulan
Menjaga galengan tetap kokoh adalah kunci sukses budidaya padi. Dengan kombinasi produk berkualitas seperti Sidazinon, Sidafur, dan Fipros, masalah ketam yang merusak pematang dapat teratasi dengan tuntas. Galengan aman, air terjaga, padi pun tumbuh maksimal!
Catatan Keselamatan: Selalu gunakan sarung tangan dan masker saat mengaplikasikan pestisida. Pastikan area yang diberi umpan tidak terjangkau oleh hewan ternak seperti bebek atau ayam. Pada penggunaan sidazinon perhatikan apakah aliran air akan bersinggungan dengan kolam ikan. karena efek toksisitasnya dapat mematikan ikan (harus digunakan secara bijak).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar