Apa itu P?
-
Probiotik Ikan cair — bukan pakan utama, melainkan zat tambahan yang mengandung mikroorganisme (bakteri) yang bermanfaat untuk lingkungan budidaya ikan/udang.
-
Contoh mikroorganisme yang terkandung antara lain: Lactobacillus sp., Nitrosomonas sp., Bacillus subtilis, dan lain-lain.
Tujuannya: memperbaiki kualitas air, meningkatkan pakan alami (plankton) di kolam, memperkuat kondisi ikan/udang agar lebih tahan terhadap penyakit atau kondisi stres.
Manfaat yang dilaporkan
Beberapa manfaat yang disebutkan untuk budidaya adalah:
-
Meningkatkan pertumbuhan ikan – misalnya ada penelitian bahwa penambahan Probiotik ikan dalam pakan untuk ikan nila menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik.
-
Menurunkan kematian bibit atau benih ikan/udang karena kondisi air yang lebih baik & mikroba patogen terhambat.
-
Meningkatkan pakan alami (plankton) dan mempercepat dekomposisi sisa organik di kolam — sehingga lingkungannya jadi lebih “bersih” untuk budidaya.
-
Beberapa tulisan juga menyebut bahwa meskipun produknya untuk perikanan, mikroba seperti Bacillus subtilis dalam Probiotik ikan juga punya potensi untuk aplikasi di tanaman — tetapi itu di luar tujuan utama produk.
Hal-yang perlu diperhatikan
-
Meskipun banyak manfaat yang dilaporkan, tetap perlu dikombinasikan dengan manajemen budidaya yang baik — kualitas air, pakan, kepadatan ikan, dll. Contoh riset menunjukkan bahwa dosis yang tepat penting.
-
Produk probiotik Ikan bukan pengganti pakan utama atau manajemen dasar; melainkan sebagai penguat kondisi budidaya.
-
Pastikan membeli produk asli dan mengikuti petunjuk aplikasinya agar mikroba bekerja optimal.
Dari fungsi Probiotik Ikan, ternyata kandungan mikrobanya juga bermanfaat untuk tanah dan tanama.
Kandungan Mikroba Umum dalam Probiotik Ikan:
Bacillus subtilis
→ Menghasilkan enzim pengurai bahan organik (protein, selulosa).
→ Dalam tanah: dapat meningkatkan ketersediaan unsur N, P, dan K.-
Lactobacillus sp.
→ Menghasilkan asam laktat & enzim fermentasi, membantu dekomposisi bahan organik. -
Nitrosomonas sp. & Nitrobacter sp.
→ Bakteri nitrifikasi — mengubah amonia (NH₃) menjadi nitrat (NO₃⁻), bentuk nitrogen yang diserap tanaman. -
Photosynthetic bacteria (mis. Rhodopseudomonas sp.)
→ Menghasilkan zat pertumbuhan alami seperti IAA (Indole Acetic Acid) dan vitamin B, yang bisa merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Potensi sebagai “pupuk hayati” atau pendukung tanaman
Walau Probiotik ikan dibuat untuk perikanan, beberapa peneliti dan praktisi lapangan telah menggunakannya untuk tanaman dengan hasil menarik:
-
Membantu menetralkan tanah asam, memperbaiki struktur tanah, dan menambah mikroba bermanfaat.
-
Mempercepat penguraian pupuk kandang atau kompos, sehingga unsur hara cepat tersedia.
-
Dapat meningkatkan pertumbuhan akar dan daun bila disemprotkan atau dikocor (dosis rendah).
-
Dalam uji lapangan (misalnya pada cabai & padi), kombinasi Probiotik ikan dengan pupuk NPK bisa menambah hasil panen ±10–20%.
Namun, penting diingat:
Probiotik Ikan bukan pupuk terdaftar, melainkan probiotik perikanan. Jadi penggunaannya di tanaman di luar rekomendasi resmi melainkan dari hasil uji dan analisa kandungan bahan.
Karena fokusnya untuk air kolam, kadar garam atau bahan pengawet bisa sedikit berbeda dari formulasi pupuk hayati tanah.
Dosis harus sangat ringan (misalnya 5–10 ml/liter air untuk semprot daun atau siram tanah).
Kesimpulan
| Aspek | Fungsi pada Perikanan | Potensi pada Tanaman |
|---|---|---|
| Bacillus & Nitrosomonas | Menjaga kualitas air, menguraikan amonia | Meningkatkan N & P tersedia di tanah |
| Lactobacillus sp. | Menekan mikroba patogen air | Fermentasi bahan organik tanah |
| Photosynthetic bacteria | Menyediakan pakan alami plankton | Meningkatkan hormon pertumbuhan tanaman |
| Kesimpulan | Probiotik perairan | Bisa berfungsi mirip biofertilizer pendukung pertumbuhan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar