Gambar. Menakar Parakuat + Diuron
Rahasia Lahan Bersih Lebih Lama: Duet "Maut" Parakuat & DiuronBagi para petani atau pemilik perkebunan, melihat gulma (rumput liar) tumbuh subur setelah baru beberapa hari dibersihkan tentu bikin pusing. Strategi yang sering digunakan untuk mengatasi hal ini adalah mencampur herbisida kontak dengan herbisida sistemik atau pra-tumbuh. Salah satu kombinasi yang populer di lapangan adalah campuran Parakuat (seperti Liuxone 135 SL) dengan Diuron (seperti Sidaron 80 WP). Kenapa dua bahan ini sering diduetkan? Yuk, kita bedah fungsinya secara ringan! 1. Parakuat: Si "Eksekutor" CepatParakuat (Liuxone 135 SL) dikenal sebagai herbisida kontak yang ekonomis. Cara kerjanya sangat cepat; begitu disemprotkan ke daun yang hijau, dalam hitungan jam rumput akan terlihat layu dan cokelat. Kelebihan: Sangat cepat membersihkan lahan. Kekurangan: Hanya mematikan bagian yang terkena semprot (hijau daun), sehingga rumput seringkali cepat tumbuh kembali dari akar atau biji.
2. Diuron: Si "Penjaga" LahanDiuron (Sidaron 80 WP) memiliki sifat yang berbeda. Ia bekerja secara sistemik dan bisa berperan sebagai herbisida pra-tumbuh. Fungsi: Menghambat pertumbuhan biji gulma dan mematikan rumput hingga ke jaringan yang lebih dalam. Efek: Membuat lahan tetap bersih dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan hanya menggunakan parakuat saja.
Mengapa Dicampur?Mencampur keduanya menciptakan efek "Double Strike": Efek Bakar Langsung: Parakuat menghabisi gulma yang sudah tumbuh saat itu juga. Efek Kontrol Jangka Panjang: Diuron bekerja mencegah biji-biji gulma baru untuk tumbuh kembali.
Hasilnya: Anda tidak perlu terlalu sering menyemprot, yang artinya hemat tenaga kerja dan hemat biaya.
Tips Aplikasi yang Aman:Dosis Tepat: Pastikan mengikuti dosis anjuran pada kemasan. Biasanya, Sidaron (bubuk) dilarutkan terlebih dahulu dalam sedikit air sebelum dicampur ke dalam tangki yang sudah berisi parakuat (cair). Gunakan APD: Ingat, parakuat adalah bahan kimia yang keras. Selalu gunakan masker, sarung tangan, dan sepatu bot. Waktu Penyemprotan: Lakukan pada pagi hari saat kondisi cuaca cerah dan tidak ada angin kencang agar semprotan tidak mengenai tanaman utama (seperti cabai atau tanaman hias).
 Dosis dan keunggulan ekonomis dari kombinasi "maut" ini. 1. Rekomendasi Dosis AplikasiUntuk mendapatkan hasil yang optimal tanpa merusak struktur tanah secara berlebihan, berikut adalah takaran umum yang sering digunakan (asumsi menggunakan tangki semprot standar ukuran 15-16 Liter): Liuxone 135 SL (Parakuat): Gunakan sekitar 70 – 90 ml per tangki. Sidaron 80 WP (Diuron): Gunakan sekitar 20 – 30 gram (sekitar 1,5 - 2 sendok makan) per tangki.
Cara Pencampuran yang Benar: Larutkan dulu Sidaron (tepung) ke dalam ember kecil berisi air, aduk sampai benar-benar larut (tidak ada gumpalan). Isi tangki dengan air hingga separuh. Masukkan larutan Sidaron ke dalam tangki. Tambahkan Liuxone (cair) ke dalam tangki. Isi air hingga penuh dan kocok sebentar agar tercampur rata.
2. Keunggulan dari Sisi KemampuanKombinasi ini bukan sekadar tren, tapi karena ada sinergi cara kerja: Sinergi Kontak & Sistemik: Parakuat membakar daun dengan cepat (efek knockdown), sementara Diuron masuk ke sistem perakaran dan menjaga permukaan tanah dari tumbuhnya biji rumput baru. Spektrum Luas: Campuran ini sangat ampuh mengendalikan berbagai jenis gulma, mulai dari rumput berdaun lebar hingga teki-tekian yang biasanya bandel jika hanya memakai herbisida kontak biasa. Tahan Cuaca: Karena Diuron menempel di permukaan tanah sebagai lapisan pelindung, daya bersih lahan jadi lebih awet meskipun terkena hujan ringan setelah beberapa jam aplikasi.
3. Keunggulan dari Sisi Harga (Ekonomis)Secara perhitungan biaya, kombinasi ini sering dianggap sebagai "Smart Choice" bagi pengelola lahan: Mengurangi Frekuensi Penyemprotan: Jika hanya menggunakan Parakuat, rumput mungkin tumbuh lagi dalam 2-3 minggu. Dengan tambahan Diuron, lahan bisa bersih hingga 1,5 - 2 bulan. Ini berarti Anda menghemat biaya tenaga kerja semprot hingga 50%. Harga Bahan Baku Terjangkau: Baik Parakuat maupun Diuron termasuk herbisida yang harganya relatif stabil dan ekonomis dibandingkan jenis herbisida sistemik murni yang bermerek premium. Efisiensi Dosis: Anda tidak perlu menggunakan dosis Parakuat yang sangat tinggi karena sudah "dibantu" oleh Diuron, sehingga penggunaan obat cair bisa lebih hemat.
Panduan Teknik Semprot "Zero Drift" (Tanpa Bias)Menyemprot di antara barisan tanaman memerlukan ketelitian ekstra karena Parakuat bersifat non-selektif (semua yang hijau akan mati jika terkena). 1. Gunakan Nozzle Corong (Hood)Ini adalah alat wajib. Pasang corong plastik pada ujung stik semprot (nozzle). 2. Atur Ketinggian NozzleJangan menyemprot terlalu tinggi. 3. Perhatikan Kondisi Angin & CuacaWaktu Terbaik: Pagi hari (jam 07.00 - 09.00) saat angin masih tenang. Hindari: Menyemprot saat angin kencang atau saat cuaca mendung gelap (jika hujan turun dalam 1-2 jam, Diuron bisa tercuci dan larut ke area akar tanaman utama).
4. Tekanan Pompa yang StabilJangan memompa terlalu kuat hingga butiran air menjadi sangat halus seperti kabut. Butiran yang seperti kabut sangat mudah terbang tertiup angin menuju tanaman utama. Gunakan tekanan sedang agar butiran air lebih berat dan langsung jatuh ke target.
5. Beri Jarak Aman (Buffer Zone)Jangan menyemprot tepat di pangkal batang tanaman utama. Sisakan jarak sekitar 10–15 cm dari batang. Untuk gulma yang tumbuh sangat dekat dengan batang, sebaiknya dicabut secara manual guna menghindari risiko kerusakan akar oleh Diuron.
6. Gunakan Perekat (Adjuvant)Tambahkan sedikit perekat herbisida ke dalam campuran. 
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar