Di wilayah Kediri atau Nganjuk, petani sering mengeluhkan "Layu" pada cabai atau bawang merah.
Sistem kocor sangat efektif untuk mengendalikan patogen tular tanah (soil-borne pathogens) seperti Phytophthora, Pythium, Fusarium, dan Rhizoctonia.
Berikut adalah beberapa bahan aktif fungisida yang sangat direkomendasikan untuk sistem kocor, dikelompokkan berdasarkan cara kerjanya:
1. Kelompok Sistemik (Perlindungan dari Dalam)
Bahan aktif ini diserap akar dan dialirkan ke seluruh jaringan tanaman. Sangat cocok dikombinasikan atau digilir.
Dimetomorf (merk Suhle 57 WP)
Metalaksil / Mefenoksam: "Saudara dekat" Dimetomorf. Sangat ampuh untuk busuk akar dan rebah semai (Pythium). Sering digunakan untuk kocor pada tanaman cabai dan tomat.
Asam Fosfit (Petrophos): Bekerja dengan meningkatkan imun tanaman (fitoaleksin). Sangat encer dan mudah diserap akar, sering digunakan untuk mengobati busuk kaki pada jeruk atau durian.
Benomil / Karbendazim (Cozene): Efektif untuk mengendalikan jamur Fusarium (penyebab layu) yang bersembunyi di jaringan pembuluh tanaman.
Propamokarb Hidroklorida: Spesialis untuk penyakit tular tanah pada fase pembibitan (mencegah tanaman roboh/lodoh).
2. Kelompok Kontak (Perlindungan Luar/Tanah)
Bahan aktif ini tidak diserap tanaman, tapi membunuh jamur yang ada di sekitar zona perakaran atau di permukaan kulit akar.
Mankozeb (Sidazeb/ Clarazeb): Meski biasanya disemprot, mankozeb sering dikocorkan (biasanya dicampur dengan sistemik) untuk sterilisasi permukaan akar dari jamur umum.
Tembaga Oksiklorida / Tembaga Hidroksida: Sangat kuat untuk membunuh jamur dan bakteri di tanah. Catatan: Jangan mencampur tembagan dengan bahan aktif sistemik tertentu karena bisa terjadi penggumpalan atau fitotoksisitas (keracunan tanaman).
Klorotalonil (Petronil): Efektif untuk jamur tanah yang memicu busuk batang bawah.

3. Rekomendasi "Mix" (Campuran) untuk Kocor
Untuk meningkatkan kuantum penjualan Suhle 57 WP, Anda bisa memberikan rekomendasi campuran (tank mix) kepada petani agar hasilnya lebih "nendang":
| Target Penyakit | Campuran Kocor (Rekomendasi) |
| Busuk Akar / Phytophthora | Suhle 57 WP + Sidazeb (Mankozeb) |
| Layu Fusarium + Busuk | Suhle 57 WP + Cozene (Mankozeb + Karbendazim) |
| Busuk Pangkal Batang | Suhle 57 WP + Tembaga (Gunakan selang waktu) |
4. Alternatif Modern: Agens Hayati (Fungisida Biologi)
Untuk petani yang mulai beralih ke pertanian berkelanjutan di Jawa Timur (seperti di daerah organik Malang atau Mojokerto), sistem kocor sangat disarankan menggunakan:
Trichoderma sp.: Jamur baik yang memakan jamur jahat di tanah.
Bacillus subtilis: Bakteri yang melindungi akar dari serangan patogen.
Peringatan Penting: Jika petani menggunakan Agens Hayati (Trichoderma), jangan mencampurnya langsung dengan Suhle 57 WP atau fungisida kimia lainnya karena jamur baiknya akan mati. Gunakan selang waktu minimal 7-10 hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar