Serangan penyakit bercak daun / hawar daun padi sekilas memang tampak sama tetapi petani harus jeli untuk pemilihan fungisidanya. Petani harus bisa membedakan antara hawar pelepah dengan hawar daun bakteri.
1. Hawar Pelepah
Hawar Pelepah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani (gejala bercak seperti kulit macan di pelepah atau daun).
Ciri Visual: Bercak berbentuk oval atau tidak beraturan dengan bagian tengah berwarna abu-abu keputihan dan tepi cokelat (mirip motif kulit macan).
Arah Serangan: Dimulai dari pelepah daun di dekat permukaan air, lalu naik ke helaian daun bagian atas jika kelembapan tinggi.
Pestisida yang digunakan bersifat sistemik dan mampu bersifat fitohormon/ ZPT (Difenokonazol)
Penggunaan produk tunggal merk Fenosida 255 EC di sarankan untuk padi stadia umur masuh ke generatif.
Jika hawar yang dimaksud adalah Hawar Daun Bakteri (HDB/BLB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae (gejala kresek atau kuning kecokelatan dari pinggir daun), penggunaan Tembaga (Copper): Seperti Tembaga Oksida, Tembaga Hidroksida, atau Tembaga Oksiklorida. Tembaga merupakan standar emas untuk menekan populasi bakteri di permukaan daun. Bisa juga Streptomisin Sulfat / Oksitetrasiklin: Bahan aktif antibiotik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara langsung.
Keunggulan: Memiliki sifat kuratif (pengobatan) dan penetrasi yang sangat cepat ke dalam jaringan tanaman.
Cara Kerja: Simoksanil bekerja secara lokal sistemik yang mampu menghambat penyebaran patogen di dalam daun segera setelah diaplikasikan.
Pestisida yang digunakan jenis bahan aktif Simoksanil kombo Azoksistrobin (Sidabin 200/150 SC)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar