Rabu, 13 April 2022

Guela 12,5 PA Penderas Getah Karet

Tanaman Karet atau yang dikenal dengan nama latin Hevea brasiliensis adalah Tanaman asli Amerika Selatan. Komoditi tanaman yang menghasilkan getah sebagai bahan baku industri dinilai sebagai komoditi strategis dan merupakan salah satu produk andalan perkebunan Indonesia selain Kelapa Sawit dan Kakao. 

Getah karet selama ini dimanfaatkan di berbagai industri di antaranya pengguna terbesarnya adalah industri otomotif untuk produksi ban kendaraan mulai sepeda, sepeda motor, mobil, truck, tracktor, pesawat dan lain-lain. 

Karet merupakan tanaman yang tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-30 meter. Tumbuh lurus dan memiliki cabang yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah kental yang disebut dengan lateks.

Model daun karet berupa tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3–22 cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 4–10 cm. Anak daun berbentuk elipscyrcle, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul polos.

Biji pada tanaman karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jumlah biji sekitar tiga dan enam sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dengan kulit keras. Warnanya coklat hitam dengan bercak-bercak berpola yang khas. Sebagai tanaman dikotil, akar tanaman karet merupakan akar tunggang atau yang memanjang dan melebar menghunjam ke dalam tanah.

 

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Euphorbiales

Famili : Euphorbiaceae

Genus : Hevea

Spesies : Hevea brasiliensis


Seperti diketahui tanaman karet di Indonesia ada 2 tipe yaitu karet alam dan karet budidaya. Kecenderungan produktifitas tanaman juga akan berbeda tergantung perawatan. Selama ini petani budidaya karet seringkali menggunakan ZPT untuk meningkatkan keluarnya getah lateks dan tentunya akan mebutuhkan nutrisi tanaman yang lebih banyak. Ibaratnya jika pemacu getah akan memaksa tanaman menghasilkan lateks lebih banyak jika tidak diimbangi dengan nutrisi akan menyebabkan tanaman karet tidak produktif atau bahkan bisa menjadkan kering alir sadapnya.

Produk ZPT yang selama ini digunakan untuk memperderas getah karet selama ini kebanyakan dari golongan bahan aktif etephon atau bisa juga dengan menggunakan asam semut.

Salahsatu produk andalan dari Petrosida Gresik yang selama ini banyak diminati oleh petani pekebun karet adalah produk Guela 12,5 PA. Kandungan etephon yang lebih pekat meningkatkan hasil dan efektifitasnya. Kalau kebanyakan yang ada di pasaran biasanya kandungan hanya 10 PA, Guela terdaftar dengan kandungan 12,5 PA atau artinya kandungan produk 20 persen lebih tinggi. 

Satu hal lagi yang diminati oleh penggunanya adalah selain aroma khas etephon yang menyengat membuktikan kemurniannya, di samping itu guela memiliki warna yang lebih terang sehingga tidak mengkontaminasi getah seperti halnya produk etephon yang lain yang cenderung warnanya terlalu pekat.

Jika dibandingkan dengan kebanyakan produk etephon, Guela memang banyak diminati khususnya petani yang mencari produk dengan kualitas lebih baik dengan harga yang lebih terjangkau.

Kalau selama ini, pengguna guela merasa lebih hemat penggunaannya dan lebih terjangkau harga pembeliannya. Pengguna Guela banyak berasal dari wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara dan Riau untuk Pulau Sumatera, dan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat untuk wilayah Kalimantan.

Selama ini Guela 12,5 PA produksi Petrosida Gresik diterima dengan baik oleh petani karet mengingat produk ini secara kualitas dapat diandalkan dan dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan  produktifitas getah pada budidaya karet.

"Bagi Peteni kebun, Kalau yang tidak  faham, anggapan tentang Guela 12,5 PA ini harga perliternya seakan lebih mahal dari yang biasanya. Tapi kalau yang tahu ini konsentrasinya lebih tinggi jelas lebih hemat pemakaiannya dan secara kalkulasi persatuan pokok atau perhektarnya bisa lebih murah. 

"Satu lagi Guela ini produksi Petrosida anak perusahaan BUMN Petrokimia Gresik yang terjamin kualitasnya.

"Penderas Getah ya Guela"

"Pakai Guela, getah jadi melimpah"





"Petani Sejahtera, Bangsa Berjaya"


Baca juga info produk yang lain: 

Rabu, 30 Maret 2022

MEMBEDAKAN TIPE KARYAWAN A,B,C,D


Gambar: Ilustrasi


Dalam perusahaan ada 4 (empat) tipe karyawan menurut mc.Ifle...yuk kenali mereka. 

Secara mudah kita bisa menyingkatnya dengan A,B,C,D..


A = Asyik, 

Karyawan tipe ini memiliki sikap tanggungjawab, rajin dan semangat. Secara idealnya jika dalam populasi karyawan lebih banyak tipe ini maka sebagai pimpinan atau sebagai perusahaan akan lebih terjamin kelancaran  operasionalnya. Setiap karyawan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan dan tanggungjawab. Minimalkan kesalahan dan ketidakoptimalan. Sebisa mungkin populasi karyawan didominasi oleh tipe ini, kalau bisa semuanya akan sangat mantab sekali.


B = Biasa 

Karyawan tipe ini kerjanya biasa, cukup rajin tetapi inisiatif kurang. Model karyawan seperti ini perlu dukungan dan arahan, karena meskipun pada dasarnya bersikap menurut mereka tidak akan maksimal jika tidak dipandu atau dirangsang dengan cara yang tepat. 

Pada kondisi populasi besar, proporsi tipe ini usahakan tidak lebih dari 20% agar masih bisa dikembangkan dan tidak menghabiskan energi perusahaan. Beri rangsangan positif agar tipe biasa dapat "shifting" atau bergesar ke tipe Asyik. 


C = Capek 

Karyawan tipe ini bikin atasan capek, susah diatur, banyak alasan, lambat, tidak inisiatif, banyak ngeluh. Model karyawan seperti ini harus dalam pemantauan dan perlu diawasi dengan ketat. 

Setiap tindakan harus dibuatkan target dan laporan tidak boleh dilepaskan sendiri untuk periode tertentu. Setiap laporan dituntut ketelitian dan dengan pembuktian. Pada populasi besar, proporsi tipe karyawan seperti ini pasti ada dan harus sangat diminimalisir agar tidak berkembang dan membebani perusahaan. Persentase tidak boleh lebih dari 2 %.


D = Dadah 

Karyawan tipe ini cenderung jadi masalah untuk perusahaan, kebiasaannya kerja santai, diam, pasif, ngeflow, negatif/ merusak. Jika dibandingkan dengan tipe yang sebelumnya yang kadang-kadang masih bisa bekerjasama,untuk tipe dadah ini sudah cenderung tidak bisa dibina selain tidak berkontribusi, tipe ini cenderung merusak dan memberikan dampak negatif buat yang lain. Untuk tipe ini sebaiknya tidak berada di perusahaan dan di singkirkan saja agar tidak jadi benalu atau seperti apel busuk yang meracuni yang lain. 



Istilah "kalau bisa dibina kalau tidak bisa ya dibinasakan". Hehehe....


TAMAT


KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...