Selasa, 19 April 2022

SIDABIN 200/150 SC, FUNGISIDA PENGHASIL CUAN








Siapa yang tidak kenal dengan Azoksistrobin? Bahan aktif ini salah satu bahan aktif fungisida tergolong baru yang penerimaannya sangat baik di kalangan petani. Fungisida dari golongan banyak digunakan di berbaga jenis tanaman baik tanaman pangan maupun hortikultura.

Kalau selama ini fungsi fungisida cenderung bekerja lama, fungisida dari golongan ini mampu menunjukkan hasil perbaikan pada 3-5 hari setelah aplikasi. 

Tidak seperti kebanyakan fungisida Azoxistrobin lain yang banyak dikombinasi dengan Difenkonazol, Fungisida Sidabin  di formulasikan dengan Simoksanil. Seperti yang kita ketahui kelebihan Simoksanil adalah efek kontak dan sistemik lokalnya yang sangat baik. Berbeda dengan kombinasi Azoksistrobin dan Difenokonazol yang bersifat sistemik yang membutuhkan waktu lebih lama.

Secara harga, kombinasi Azoksistrobin dan Simoksanil memberikan harga yang lebih terjangkau. Untuk aplikasinya, Sidabin dapat digunakan baik masa vegetatif maupun generatif, berbeda dengan kombo Difenokonazol yang lebih sesuai pada kondisi generatif saja.

Pada Sidabin, memungkinkan aplikasi dengan kombinasi fungisida lain pada masa generatif sehingga fungsinya kompatibel dan bisa memperkuat. Penggunaan Difenokonazol yang sifatnya menghambat auksin justru berdampak negatif pada tanaman pada kondisi vegetatif. 

Kalau ditanya secara manfaat lebih bagus mana kombinasi antara Azoksistrobin + Diffenokonazol dengan Azoksistrobin + Simoksanil?

Yuk kita simak:

Kombinasi antara Azoksistrobin dengan Difenokonazol sebagai ZPT memang berbeda. Azoksistrobin lebih cenderung merangsang daun sehingga tanaman yang diaplikasikan azoksistrobin akan cenderung lebih hijau, sementara difenokonazol sifatnya malah menghambat pertumbuhan vegetatif dan fokus pada pengisian buah. Kalau sebagai fungisida keduanya sama-sama jenis sistemik yang membutuhkan waktu lebih lama untuk bereaksi dibandingkan kontak. Kelebihannya residu bahan dapat bertahan lebih lama di tanaman.



Apakah bisa disebut kontradiktif? kalau sebagai ZPT maka fungsi difenokonazolnya lebih dominan sehingga fungsi fungisida produk kombinasi ini lebih dianjurkan pada tanaman ketika akhir masa vegetatif atau memasuki generatif. Pada usia muda fungisida kombinasi ini kurang sesuai (Jadi perhatian).

Kalau Sidabin merupakan kombinasi Azoksistrobin dengan Simoksanil bisa diaplikasikan pada masa vegetatif maupun generatif. Sifat Simoksanil sebagai fungisida sistemik lokal sudah terkenal ampuh mengatasi serangan penyakit khususnya di tanaman di dataran tinggi. Komoditi kentang sangat tergantung pada jenis bahan aktif ini dan terbukti pada serangan penyakit pada tanaman pangan sangat bisa diandalkan. Fungsi sistemik lokalnya sangat efektif menghajar spora jamur dan mampu melapisi permukaan daun (protektan).



Petani bisa menggunakan produk kombinasi Azoksistrobin dan Simoksanil lebih leluasa baik pada masa vegetatif maupun generatif tidak seperti halnya kombinasi Azoksistrobin dan difenokonazol. Memilih Fungisida Sidabin lebih menjamin perihal pengendaliannya dan secara spektrum pengendaliannya lebih luas.

"Berdasarkan pengujian pada beberapa komoditi Padi, kedelai, Cabai, Bawang, Semangka...Sidabin memang mantab hasilnya Pak...Bisa diterima petani dengan baik dan terjamin kualitas pengendaliannya" imbuh petani yang juga berprofesi sebagai Kios di wilayah Malang ini.

"Yang terpenting lagi, Sidabin Cuan Pak"

"Harganya lebih terjangkau dibandingkan yang lain dan buat pedagang masih cukup banyak marginnya. Banyak untungnya"

"Ya, produk yang seperti ini yang dicari pak, ampuh dan menguntungkan"


Terima Kasih Petrosida

Terima Kasih Sidabin

Panennya jadi tambah baik, menguntungkan buat semua.


Baca Info Produk lain:

Pilih Diazinon Apa Sidazinon ?





SIDAZINON VS DIAZINON PILIH YANG MANA?

 


Di pasar insektisida granular berbahan aktif Diazinon, dikenal ada 2 merk yang beredar dengan kandungan bahan aktif yang setara yaitu 10 GR. 

Berasal dari dua anak perusahaan Petrokimia Gresik. Sidazinon di produksi oleh  Petrosida Gresik sedangkan Diazinon di produksi oleh Petrokimia Kayaku. 

Sejarahnya Diazinon memang tergolong jenis insektisida yang tergolong sangat lama dan merupakan salahsatu andalan para petani pada masanya. 

Jenis organofosfat yang relatif bertahan lama dalam tanah dan mampu memproteksi dalam jangka panjang. Penggunaan insektisida jenis ini yang masih bertahan sampai saat ini adalah untuk mengatasi hama dalam tanah seperti  uret dan orong-orong. Baunya yang menyengat dan sangat khas tidak disukai hama tikus sehingga pengguna insektisida ini juga memiliki manfaat tambahan sebagai repelent atau penolak tikus. 



Di beberapa daerah, petani juga menggunakan insektisida tabur ini sebagai pembunuh keong/ siput dengan menaburkannya pada lahan yang tergenang. Pestisida tabur disukai petani jika aplikasi bisa di barengkan dengan penaburan pupuk.


Kalau dibandingkan memang secara harga Diazinon lebih mahal karena produknya sudah punya nama lebih dulu di masyarakat petani sementara Sidazinon beredar baru sekitar tahun 2010. Masalah selera saja...fanatik merk beli Diazinon, kalau tau kandungannya sama dan harganya lebih murah pasti memilih Sidazinon. 

Tergantung anda, pestisida handal tidak harus mahal..cukup bijak dalam memilih dan menentukan sesuai kemampuan anda. 

Kalau ada yang lebih terjangkau harganya bisa kita prioritaskan, asalkan kualitasnya bisa setara atau bahkan lebih baik. 

Rahasianya memang karena Sidazinon diproduksi oleh Pabrikan yang dulunya sebagai produsen bahan aktif, sehingga harganya lebih terjangkau?

Bisa jadi...Bisa Jadi.



Bangga menjadi petani, Maju bersama Petrosida

Petani Sejahtera, Bangsa Berjaya.

Salam Merdesa.



Info Produk yang Lain:

Guela Penderas Getah Karet Istimewa

KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...