Senin, 27 April 2026

Pembersihan Lahan Dominan Rumput Lulangan dan Gulma Daun Lebar

Penampakan Lahan Sebelum di Bersihkan Menggunakan Herbisida Kombinasi 
Ammonium Glufosinat + 2,4 D Amina

Penggunaan Ammonium Glufosinat seperti Puddako 210 SL yang dicampur dengan (2,4-D Amina) seperti Sidamin 865 SL  sebenarnya adalah kombinasi yang jauh lebih cerdas dan aman untuk lahan jangka panjang dibandingkan menggunakan Parakuat.

Mengapa Campuran Puddako + Sidamin Sangat Ampuh?

  1. Mengatasi Resistensi Lulangan: Rumput Lulangan (Eleusine indica) sering kali sudah kebal terhadap herbisida kontak biasa (Parakuat) atau sistemik (Glifosat). Glufosinat (Puddako) adalah salah satu senjata utama untuk memutus rantai resistensi pada rumput Lulangan.

  2. Sifat Kontak-Sistemik Terbatas: Berbeda dengan Parakuat yang hanya membakar daun, Glufosinat memiliki sedikit sifat sistemik (translokasi lokal). Ia membunuh gulma lebih tuntas hingga ke titik tumbuh tanpa merusak struktur tanah atau mikroba tanah sekeras herbisida kontak murni.

  3. Sidamin sebagai Pelengkap Daun Lebar: Meskipun Puddako bisa membunuh daun lebar, penambahan Sidamin memberikan efek "knockdown" tambahan pada gulma berkayu atau berdaun lebar yang memiliki akar tunggang dalam. 2,4-D akan membuat gulma daun lebar melintir dan mati hingga ke akar.


Estimasi Visual Hasil di Lapangan

  • Hari ke 3-4: Gulma Lulangan mulai berubah warna menjadi kuning kecokelatan (tidak langsung hitam gosong seperti Parakuat, tapi kematiannya lebih pasti ke titik tumbuh).

  • Hari ke 7-10: Daun lebar akan terlihat melintir (efek Sidamin) dan mengering total. Lulangan yang tadinya hijau segar akan rontok dan mengering.

  • Hasil Akhir: Lahan akan bersih lebih lama dibandingkan hanya menggunakan herbisida kontak, karena Glufosinat menghambat pertumbuhan kembali tunas baru secara lebih efektif.

Rekomendasi Dosis Campuran

Untuk kondisi gulma Lulangan yang sudah rimbun:

  • Puddako: 100 - 150 ml per tangki 16 Liter.

  • Sidamin 865 SL: 30 - 50 ml per tangki 16 Liter.

Penggunaan Ammonium glufosinat ampuh membasmi jenis gulma lulangan Eleusine indica / Bone grass yang terkenal sangat bandel dan susah dibasmi. Sementara penggunaan 2,4 D Amina mampu membersihkan gulma daun lebar yang juga sering muncul di lahan.
Solusi tuntas gulma di lahan menggunakan kombinasi keduanya. Puddako 210 SL dan Sidamin 865 SL Solusi tuntas basmi gulma berat.

CARA PENGENDALIAN HAWAR PELEPAH DAN HAWAR DAUN BAKTERI

Serangan penyakit bercak daun / hawar daun padi sekilas memang tampak sama tetapi petani harus jeli untuk pemilihan fungisidanya. Petani harus bisa membedakan antara hawar pelepah dengan hawar daun bakteri.

1. Hawar Pelepah 


  • Hawar Pelepah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani (gejala bercak seperti kulit macan di pelepah atau daun).

  • Ciri Visual: Bercak berbentuk oval atau tidak beraturan dengan bagian tengah berwarna abu-abu keputihan dan tepi cokelat (mirip motif kulit macan).

  • Arah Serangan: Dimulai dari pelepah daun di dekat permukaan air, lalu naik ke helaian daun bagian atas jika kelembapan tinggi.

  • Pestisida yang digunakan bersifat sistemik dan mampu bersifat fitohormon/ ZPT (Difenokonazol)

  • Penggunaan produk tunggal merk Fenosida 255 EC di sarankan untuk padi stadia umur masuh ke generatif.

2. Hawar Daun Bakteri / BLB



Jika hawar yang dimaksud adalah Hawar Daun Bakteri (HDB/BLB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae (gejala kresek atau kuning kecokelatan dari pinggir daun), penggunaan Tembaga (Copper): Seperti Tembaga Oksida, Tembaga Hidroksida, atau Tembaga Oksiklorida. Tembaga merupakan standar emas untuk menekan populasi bakteri di permukaan daun. Bisa juga Streptomisin Sulfat / Oksitetrasiklin: Bahan aktif antibiotik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara langsung.

Penggunaan simoksanil sering dipakai sebagai pencegah serangan penyakit sekunder ikutan dari bakteri kresek. 

  • Keunggulan: Memiliki sifat kuratif (pengobatan) dan penetrasi yang sangat cepat ke dalam jaringan tanaman.

  • Cara Kerja: Simoksanil bekerja secara lokal sistemik yang mampu menghambat penyebaran patogen di dalam daun segera setelah diaplikasikan.

  • Pestisida yang digunakan jenis bahan aktif Simoksanil kombo Azoksistrobin (Sidabin 200/150 SC)


Tentukan pilihan anda dalam mengatasi penyakit tanaman. Sesuaikan penyebab, kondisi serangan, waktu dan kantong anda.

KELEBIHAN PETROPHOS BIOSTIMULAN FUNGSI GANDA

Berdasarkan berbagai studi dan jurnal pertanian terbaru, Petrophos dengan kandungan  Asam Fosfit (Phosphite/Phi) diakui selain memiliki fun...