MENGAPA PENGGEREK BATANG SULIT DIKENDALIKAN? Mengupas Tuntas Hama Mematikan Petani Padi
Penggerek Batang Padi (PBP) merupakan salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) utama yang menjadi momok bagi petani. Hama ini, terutama dalam fase larva, dapat menyebabkan kerugian hasil panen yang signifikan—mulai dari gejala "sundep" (pucuk layu saat vegetatif) hingga "beluk" (malai putih hampa saat generatif).
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, PBP sering kali terasa "bandel" dan sulit dikendalikan tuntas. Apa saja faktor-faktor di balik kesulitan ini?
5 Alasan Utama Penggerek Batang Sulit Dikendalikan
1. Perilaku Larva yang Tersembunyi (Endofag)
Inilah alasan utama. Larva PBP bersifat endofag, artinya setelah menetas dari telur, mereka akan segera masuk dan hidup di dalam batang padi. Di dalam batang, larva memakan jaringan pengangkut (xilem dan floem) sehingga menghambat distribusi air dan hara.
💡 Ketika larva berada di dalam batang, mereka terlindungi dari kontak langsung dengan insektisida semprot biasa (kontak). Insektisida harus bersifat sistemik (diserap tanaman) atau memiliki kemampuan translaminar yang kuat untuk menjangkau hama ini.
2. Siklus Hidup yang Cepat dan Tumpang Tindih
PBP memiliki siklus hidup yang relatif cepat, dan dalam satu musim tanam, bisa terjadi beberapa generasi (tumpang tindih). Hal ini menyebabkan di lapangan, petani bisa menemukan fase telur, larva, pupa, dan ngengat secara bersamaan. Jika pengendalian hanya fokus pada satu fase, populasi dari fase lain akan segera menggantikannya.
3. Fase Telur yang Terlindungi
Ngengat PBP meletakkan telur secara berkelompok dan seringkali ditutupi oleh semacam lapisan pelindung berwarna cokelat muda (mirip beludru) di daun atau pelepah. Lapisan ini membuat telur rentan terhadap faktor lingkungan tetapi kurang terjangkau oleh aplikasi pestisida.
4. Resistensi dan Penggunaan Insektisida yang Tidak Tepat
Penggunaan insektisida dengan bahan aktif yang sama secara berulang-ulang dapat memicu resistensi pada hama. Selain itu, banyak petani melakukan aplikasi saat serangan sudah parah (fase larva sudah di dalam batang), atau pada waktu yang tidak tepat (misalnya tidak selaras dengan puncak penerbangan ngengat), sehingga efektivitasnya rendah.
5. Pola Tanam Tidak Serempak
Jika penanaman padi di suatu hamparan tidak serempak, maka akan selalu ada tanaman pada berbagai stadia tumbuh (muda, dewasa, panen). Kondisi ini menyediakan sumber makanan yang berkelanjutan bagi PBP, sehingga hama tidak pernah kekurangan inang dan populasinya terus tinggi.
Strategi Pengendalian Terpadu dan Rekomendasi Insektisida dari Petrosida Gresik
Pengendalian PBP harus dilakukan secara terpadu, menggabungkan teknik budidaya, mekanis, dan kimiawi (penggunaan pestisida).
A. Tindakan KULTUR TEKNIS dan MEKANIS
Tanam Serempak: Batasi waktu tanam dalam satu hamparan maksimal 15 hari untuk memutus ketersediaan pakan berkelanjutan.
Pemotongan Pucuk/Tangkai Telur: Kumpulkan dan musnahkan kelompok telur yang ditemukan sejak di persemaian hingga awal tanam.
Pengaturan Air: Keringkan lahan sesekali untuk mengganggu siklus hidup PBP.
B. Rekomendasi Pengendalian Kimiawi (Pestisida)
Mengingat perilaku larva yang tersembunyi, sangat disarankan menggunakan insektisida yang memiliki sifat sistemik (diserap dan diedarkan ke seluruh jaringan tanaman) atau berupa granul (tabur) yang diaplikasikan ke air sawah.
Berikut adalah rekomendasi produk insektisida dari PT Petrosida Gresik yang efektif untuk Penggerek Batang Padi:
| Nama Produk | Bahan Aktif | Sifat Kerja Utama | Target Fase PBP | Catatan Aplikasi |
| Sidafur | Karbofuran | Kontak, Lambung, Sistemik | Larva (di dalam batang) | Insektisida Granul. Aplikasikan dengan cara ditabur pada fase awal tanam (7-10 HST) untuk perlindungan jangka panjang. Bahan aktif ini efektif diserap akar. |
| Sidatan XR | Dimehipo | Kontak, Lambung, Sistemik | Larva & Ngengat | Cairan (SL) yang diaplikasikan semprot. Memiliki aktivitas sistemik, membantu membunuh larva yang sudah masuk batang. Baik untuk aplikasi pada puncak penerbangan ngengat. |
| Fipros | Fipronil | Kontak, Lambung, Sistemik | Larva (di dalam batang) | Memiliki sifat sistemik yang kuat. Umumnya digunakan untuk perlakuan benih atau aplikasi tabur/semprot dini. |
| Sidamec | Abamectin | Kontak, Lambung | Larva (Kontak) | Insektisida kontak dan lambung yang kuat. Sangat efektif jika diaplikasikan saat larva masih berada di permukaan atau baru menetas. Bukan sistemik. |
| Permifos | Permetrin + Klorpirifos | Kontak, Lambung | Ngengat, Larva | Kombinasi dua bahan aktif untuk efek knockdown cepat. Cocok untuk aplikasi saat populasi ngengat tinggi (puncak penerbangan) atau pada anakan yang terserang sundep. |
| Emazo | Emamektin Benzoat | Kontak, Lambung, Translaminar | Larva (di dalam batang) | Bekerja dengan efek translaminar, menembus jaringan daun untuk mencapai larva. Efektif untuk PBP yang sudah mulai menggerek di dalam batang. |
Kunci Aplikasi yang Efektif
Kunci keberhasilan pengendalian kimiawi terletak pada waktu aplikasi yang TEPAT:
Tepat Waktu: Lakukan aplikasi 4-7 hari setelah Puncak Penerbangan Ngengat (PPN) atau saat ditemukan kelompok telur yang baru menetas.
Aplikasi Dini (Granul): Gunakan insektisida granul seperti Sidafur atau Fipros sejak awal tanam (7-15 HST) sebagai tindakan pencegahan dan perlindungan sistemik.
Rotasi Bahan Aktif: Jangan gunakan produk dengan bahan aktif yang sama secara berturut-turut. Rotasi antara kelompok bahan aktif yang berbeda (misalnya, ganti dari Karbofuran ke Dimehipo, lalu ke Fipronil) untuk mencegah resistensi.
Dengan memahami biologi dan perilaku PBP, serta menerapkan strategi pengendalian terpadu dan memilih produk yang tepat dari Petrosida Gresik, petani dapat mengendalikan "beluk" dan "sundep" secara lebih efektif dan memastikan hasil panen yang optimal.
Dapatkan produk-produk perlindungan dari serangan penggerek batang tanaman Padi di Kios Pertanian terdekat anda. Pingin tau lebih jauh bisa hubungi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar