Gemini said
Wah, ini cerita klasik di pematang sawah. Petani kita memang tidak pernah kehabisan akal, tapi kadang rencananya suka "senjata makan tuan". Begini kisahnya:
Tragedi Kerincingan Pak De Karso
Dari sosialisasi sebelumnya di kelompok tani, masing-masing pemilik lahan diminta untuk rajin membersihkan pematangnya dari gulma. Ini perlu dilakukan karena pematang yang rimbun dan tertutup rumput/ tanaman semak seringkali digunakan rumah atau tempat berlindung tikus. Kalau pematangnya dibersihkan kemungkinan besar tikus tidak akan membuat sarang dan mudah jika dilakukan umpan atau geropyokan. Tetapi sepertinya Pak De Karso tidak begitu mengindahkan saran tersebut dan lebih memilih cara lain yang menurutnya lebih ampuh.
Pak De Karso sudah pusing tujuh keliling. Tikus di sawahnya bukan cuma makan padi, tapi sudah seperti sedang bikin pesta pernikahan setiap malam. Segala cara sudah dicoba, sampai akhirnya dia dapat ide "jenius" dari obrolan di pos ronda: Pasang kerincingan!
"Tikus itu kan penakut, kalau dengar bunyi klining-klining, pasti mereka sangka ada kucing raksasa lewat," pikir Pak De sambil nyengir.
Besoknya, Pak De membeli puluhan kerincingan kecil—yang biasa dipasang di kalung kucing. Dia ikat kerincingan itu di tali-tali panjang yang melintang di tengah sawah. Ujung talinya dibawa ke gubuk, jadi sambil ngopi, Pak De tinggal tarik talinya: Klining... klining... klining!
Malam Pertama: Sukses (Katanya)
Malam itu, Pak De semangat sekali. Tiap lima menit dia tarik talinya. "Mampus kalian, tikus-tikus nakal! Lari sana ke sawah sebelah!" serunya bangga. Memang benar, suasana sawah jadi sunyi, tidak ada suara tikus mencicit. Pak De pulang dengan dada membusung.
Malam Kedua: Ada yang Aneh
Malam berikutnya, Pak De kembali ke gubuk. Dia tarik talinya kuat-kuat. Tapi aneh, bukannya sunyi, dari kejauhan malah terdengar suara mencicit yang sahut-sahutan, nadanya seperti... sedang bernyanyi?
Pak De penasaran. Dia ambil senter dan jalan pelan-pelan ke tengah sawah. Begitu lampu senter menyala... Klik!
Pak De hampir pingsan. Di bawah tali kerincingan itu, bukannya lari, gerombolan tikus malah berkumpul. Ada satu tikus besar yang berdiri di atas bongkahan tanah sambil menggoyang-goyangkan tali kerincingan itu dengan tangannya. Tikus-tikus yang lain malah asyik berjoget mengikuti irama klining-klining tersebut.
Rupanya, bukannya takut, tikus-tikus itu malah menganggap kerincingan Pak De sebagai musik pengiring makan malam. Padi Pak De malah makin ludes karena tikus-tikus itu makan sambil disko!
Akhir Cerita
Esok paginya, Pak De Karso terlihat di toko pertanian, lemas. "Lho, Pak De, gimana kerincingannya? Berhasil?" tanya pemilik toko.
Pak De menggeleng lesu. "Enggak, Mas. Sekarang saya mau beli Sidafos sama Sidaxone saja buat bersihkan rumput lulangan di pinggir sawah. Daripada saya pasang kerincingan, malah jadi Event Organizer konser tikus!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar