Rabu, 26 Agustus 2026

BUPROSIDA PENCAMPUR PENGENDALI TELUR

 



Di Toko Tani Pak Joko, terdapat sebuah teka-teki yang hingga kini belum terpecahkan oleh ilmuwan pertanian mana pun: 

"Misteri Hilangnya Buprosida"

Anehnya, anomali kosmik ini hanya terjadi setiap kali musim wereng menyerang. Tidak pernah ada sejarahnya seorang petani datang ke toko dengan teriak-teriak histeris, "Pak Joko, tolong ambilkan Buprosida dua botol sekarang!"

Orang yang masuk toko selalu berteriak mencari bahan lain yang bunyinya lebih garang. 

Contohnya pagi ini, ketika Pak Marto datang dengan napas megap-megap membawa tangki sprayer kosong.

"Pak Joko! Gawat! Wereng di Blok Sawah Kidul ngamuk lagi, sawah saya udah kayak lautan abu! Cepat, ambilkan TEBALLO dua botol!" teriak Pak Marto panik.

Pak Joko dengan sigap mengambilkan botol Teballo dari rak. Belum sempat Pak Joko menulis nota, Pak Slamet menyusul masuk sambil mengibas-ngibaskan topi jeraminya.

"Pak Joko! Punya saya malah lebih parah! Kasih saya SIDABAS satu, sama SIDAMETHRIN buat knockdown!" seru Pak Slamet tak kalah heboh.

Pak Joko melayani mereka berdua dengan tenang. Tapi begitu kedua petani itu menaruh uang di meja kasir, Pak Joko mendadak menengok ke gudang belakang, lalu menghela napas panjang sambil menepuk jidatnya.

"Waduh... Marto, Slamet. Kalian ini ya... mau beli SIDAMETHRIN, SIDABAS, atau TEBALLO boleh-boleh saja. Tapi coba tebak apa masalahnya hari ini?" keluh Pak Joko dengan nada memelas.

Pak Marto mengerutkan dahi. "Kenapa, Pak? Stoknya kosong? Jangan bilang Sidamethrin habis?!"

"Bukan Sidamethrin-nya yang habis!" tukas Pak Joko gemas. "Tapi BUPROSIDA saya di gudang sudah ludes tak bersisa sejak jam sepuluh tadi pagi!"

Pak Slamet tertegun. "Lho, Buprosida ludes? Padahal dari tadi pagi, kami berdua kan enggak ada yang nyari Buprosida, Pak! Kami kan teriaknya nyari Sidamethrin sama Teballo!"

Pak Joko mendengus kesal sambil melipat tangan di dada.

"Nah, itu makanya saya heran sama kalian para petani! Kalian itu kalau beli obat wereng atau belalang atau ulat, giliran ditanya mau pakai apa, jawabnya mantap: 'Sidamethrin, Pak!', atau 'Sidabas aja, Pak!', atau 'Teballo yang jos!'. Tapi begitu obatnya dibungkus, kalian pasti nambah kalimat sakti: 'Eh, Pak Joko, jangan lupa sekalian Buprosida ya sebotol!'"

Pak Joko menirukan gaya bicara petani sambil geleng-geleng kepala.

"Kalian itu belinya peluru andalan kayak Sidamethrin, Sidabas, Naga, atau Teballo... tapi tangkinya selalu dicekokin sama Buprosida! Giliran Buprosida-nya habis, kalian protes tokonya dikata-katai nggak lengkap. Padahal kalian sendiri yang janjian ngeborong Buprosida secara gaib tanpa konfirmasi!"

Pak Marto dan Pak Slamet langsung saling tatap, lalu nyengir lebar sambil menggaruk-garuk leher mereka yang tidak gatal.

"Ya habis gimana, Pak Joko..." jawab Pak Marto cengengesan. "Kalau pakai Sidamethrin atau Teballo doang, itu emang ampuh buat wereng dewasa yang lagi joget-joget. Tapi kalau nggak dicampur Buprosida buat nahan telurnya agar enggak netes massal, rasanya kayak ada yang kurang. Ibarat pacaran tapi nggak di-chat pas mau tidur, hambar, Bos!"

Pak Joko hanya bisa tersenyum pasrah sambil berjalan mengambil botol pesanan mereka. Dalam hati ia bergumam,

'Tahun depan, saya mau impor truk tangki Buprosida khusus buat dijadiin air dispenser di warung kopi sebelah, biar nggak cepet ludes dicomot siluman sawah.'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUPROSIDA PENCAMPUR PENGENDALI TELUR

  Di Toko Tani Pak Joko, terdapat sebuah teka-teki yang hingga kini belum terpecahkan oleh ilmuwan pertanian mana pun:  "Misteri Hilang...