Trichosida adalah fungisida hayati berbasis hayati yang diperkaya dengan 3 kandungan mikroba unggul indegenous asli Indonesia. Sesuai namanya "Tri" atau diasosiasikan 3 (tiga) Trichosida WP produksi PT Petrosida Gresik mengandung tiga bahan aktif mikroba (agen hayati) unggulan yang bersinergi untuk perlindungan dan pertumbuhan tanaman:
Trichoderma harzianum Berperan sebagai jamur antagonis dan agen biosterilisasi alami yang menekan perkembangan patogen tular tanah (seperti penyebab layu Fusarium dan jamur akar putih), sekaligus menghasilkan fitohormon pemacu pertumbuhan akar.
Gliocladium virens Berfungsi secara sinergis menekan pertumbuhan spora jamur jahat dan melindungi area perakaran tanaman dari infeksi penyakit tular tanah.
Bacillus amyloliquefaciens Merupakan bakteri baik (plant growth-promoting rhizobacteria / PGPR) yang memperkuat ketahanan sistemik tanaman (Induced Systemic Resistance), menghasilkan antibiotik alami untuk melawan patogen, serta membantu memulihkan kesehatan tanaman pasca serangan penyakit.
Kombinasi ketiga mikroba ini menjadikan Trichosida sebagai biofungisida multi-aksi yang tidak hanya melindungi tanaman dari penyakit, tetapi juga menyuburkan tanah dan memacu pertumbuhan tanaman secara optimal.
Pada pengamatan tampilan komoditi tomat/cabai yang biasa terkena layu fusarium, kentang yang terkena serangan jamur rhizoctonia solani serta karet yang terkena serangan hjamur akar putih. Penggunaan trichosida sebagai campuran pupuk dasar maupun treatment dengan sistem kocoran dengan interval 7-14 hari sekali mampu memberikan perlindungan sekaligus dapat juga sebagai pengobatan kondisi serangan penyakit yang terjadi pada tanaman tomat/cabai, kentang maupun karet.
Keterbatasan produk hayati adalah karena mengandung mikroba hidup tentunya tidak dapat di campurkan dengan fungisida/ pestisida kimia secara langsung. Untuk anda yang bertani organik murni, produk ini sangat cocok dan ampuh. Bagi anda yang mesih belum berani meninggalkan penggunaan pestisida kimia maka penggunaan trichosida dapat dibuta berseling atau hanya pada kondisi vegetatif saja.
Berbeda dengan penggunaan fungisida/bakterisida yang dapat menimbulkan efek "burning" yang tidak diinginkan petani, penggunaan trichosida lebih diminati karena cara kerjanya adalah dengan menekan pertumbuhan mikriba patogen. Kemampuan tersebut selain menghambat pertumbuhan patogen juga mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktifitas tanaman yang di aplikasi. Kenapa demikian ? karena kandungan fitohormon yang dihasilkan oleh Trichoderma harzianum serta membantu memulihkan kesehatan tanaman pasca serangan penyakit peran dari Bacillus amyloliquefaciens.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar