Jumat, 14 Januari 2022

Mengapa Harus Fungisida Mankozeb "Sidazeb 80 WP dan Clarazeb 60 WP" ?






Dalam pengendalian penyakit tanaman, memang banyak sekali bahan aktif pestisida yang biasa digunakan oleh petani budidaya, akan tetapi dari sekian banyak bahan aktif tersebut  mankozeb bisa disebut sebagai salah satu jenis fungisida yang paling banyak digunakan. Mancozeb adalah fungisida pertanian non-sistemik golongan dithiocarbamate dengan daya kerja ganda, tindakan protektif dan kontak. 


Mankozeb dihasilkan dari kombinasi dua dithiocarbamates lainnya: maneb dan zineb.Campuran tersebut mengendalikan banyak penyakit jamur di berbagai tanaman budidaya, tanaman pangan, buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, dan tanaman hias.
Produk dengan kandungan bahan aktif mankozeb di pasaran beberapa di antaranya kita kenal dengan merk dagang SIDAZEB 80 WP dan Clarazeb 60 WP.

 
Secara rumus kimianya, 
Sidazeb 80 WP dan Clarazeb 60 WP selain mengandung Mankozeb sebagai bahan aktif utamanya, kedua fungisida ini juga mengandung unsur Mn, Zn dan S hal inilah yang menjadikan produk ini memiliki kinerja unggul. 

Seperti yang kita ketahui 3 unsur tersebut memiliki fungsi vital dalam mendukung tumbuh kembang tanaman. 


Sulfur (S) pada tanaman memiliki peran dalam pertumbuhan dan metabolisme tanaman. 
1. Sulfur mendukung pembentukan butir hijau daun. 
2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen, 
3. Menambah jumlah anakan produktif,  
4. Memperbaiki warna, aroma dan kelenturan daun.


Mangan (Mn) pada tanaman memiliki peran 
1. Pembentukan protein dan vitamin C. 
2. Mempertahankan warna hijau daun pada daun yang sudah tua. 
3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan aktivator enzim. 
4. Komponen penting dalam proses asimilasi daun.


Zinc (Zn) pada tanaman diperlukan untuk

1. Pembentukan triptofan, sebagai prekusor IAA. 

2. Sebagai Kofaktor enzim, dehidrogenase, piridin nukleotida, alkohol, glukosa-6-P, dan Triose P, Karbonokanhidrase, dan Fosfodiesterase.



Tidak heran jika penggunaan Sidazeb 80 WP dan Clarazeb 80 WP pada tanaman dapat meningkatkan perlindungan tanaman dari penyakit sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman lebih baik. 
Tidak perlu yang mahal kalau fungisida dengan harga terjangkau ini sudah cukup memberikan penanggulangan yang baik. 


Ingat, fungisida jenis ini selain bekerja secara kontak mengatasi serangan penyakit, dia juga bersifat sebagai fungisida protektif...bekerja untuk pencegahan agar penyakit tidak berkembang atau menyebar ke bagian atau tanaman lain. 


Kombinasi dengan jenis fungisida tipe sistemik dapat di  gunakan untuk memperluas spektrum pengendaliannya.


Maju bersama petani.
Petani Sejahtera, Bangsa Berjaya


Baca Selanjutnya: Mix Fertilizer Solusi Harga Pupuk Mahal


  




Selasa, 11 Januari 2022

KISAH-KISAH INDIGO "HANTU TANPA KEPALA".. (Bagian 2)

"HANTU TANPA KEPALA" 



Masih ingat kalau berangkat ke kampus Pertanian UB pasti ambil jalan pintas lewat sumbersari. Meskipun harus loncat pagar yang lebih sering tertutup dibandingkan terbukanya. Masih ingat sore menjelang maghrib. Lepas acara d kampus kami bertiga memutuskan melewati jalan tembus itu meskipun santer berita kalau lorong jalan itu angker..berhantu..  

"Ayo Mas cepat, lari....gk usah nengok ke belakang" suara Guntur nyaring ke arah Hendik dan Hadi yang tampak tergopoh berlari cepat melintasi jalan tembus bersemak itu. 

Disebut jalan tikus karena jalan yang mengarah ke pintu keluar bobolan jalan dari kampus pertanian ke jalan Sumbersari itu tidak layak disebut jalan karena untuk melewatinya hanya bisa ditempuh lewat jalan kaki dan jalannya bersemak tidak nampak tanahnya. "srak srek, srak srek...suara kaki menyibak ilalang dan semak yang nampak sudah sebagian mengering.

"Edan, kamu kok bisa-bisanya ngajak lewat sini"...sambil ngos-ngosan nampak Hendik dan Hadi menata nafas setelah memanjat pintu besi yang sebagian dilingkari kawat berduru itu. "Celanaku sobek Gun...kamu itu nakutin aja, aku itu takutnya ketemu uler dari pada hantu" timpal Hadi sambil melayangkan genggamannya ke lengan kiri Guntur.

"Kalau ketemu hantu tanpa kepala, kamu berani?" sahut Guntur.

"Apa!!!" suara Hendik dan Hadi serentak.

"Aku tadi makanya nyuruh lari, karena hantu tanpa kepala itu jalan mendekat. Biasanya dia di ujung yang ada pohon melinjo itu, atau mungkin karena menjelang maghrib kali ya?"

"Pokoknya besok lagi gak mau lewat situ kalau menjelang malam, memang kalau tidak melihat apa dia bisa menyakiti ya..?"

"Ngawur, dia bawa kampak, makanya aku saja yang lihat takut"

"Asem-asem"...Kalau dibacain ayat kursi gitu apa gak bisa hilang ta?" sahut hendik.

"Kalau mau dicoba ayo balik lagi ke sana ta? biar tau" Jawab Guntur.

"Asem-asem, Muuoch...gk ada...gk ada..kalau nanti dibacain ayat kursi gak hilang terus leherku di tebas putus gimana?...Serrrreeeem"

"Ya nanti kamu ikut jadi hantu tanpa kepala pisan, wkwkwkwkw...."

"Wis..wis..bubar..bubar"


Tamat


Baca Selanjutnya: Angkernya Perpustakaan Kampus Brawijaya




KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...