Jumat, 11 Maret 2022

Tandem Tapa Pendem, Pembuka Gerbang Ghaib



Masih ingat sektar tahun 1997, Ada salah satu "jadug"orang linuwih yang ada di Kota Lamongan. Lebih dikenal dengan kelebihannya yang bisa membantu menyelesaikan masalah ghaib yang sering di alami masyarakat di masa itu. Memang bukan disebut dukun atau kyai, tapi beliau adalah salah seorang pengajar di salahsatu sekolah di Lamongan.

Sebut saja Pak M, rumahnya dekat dengan waduk Njoto di lamongan sebelah selatan Kota. Beliau pernah bercerita kalau ilmu linuwih yang di dapatkannya itu diperolehnya saat dia masih muda dan semakin terasah setelah puasa 40 hari dan tapa pendem. 


"Apa itu tapa pendem?" tanyaku

Ya ritual dikubur seperti ritualnya orang meninggal. selama 7 hari 7 malam.

"Kayak Sumpah Pocong?" tanya kholid.

"Bukan, kalau sumpah pocong kan orang dikafani saja. Kalau tapa pendem itu selain di kafani dia di makamkan dalam liang" jelas pak M.

"Terus kalau ditutup gitu nafasnya lewat mana Pak?"

"Apa gak mati 7 hari 7 malam ditutup tanpa makan dan minum?" 

tanya kholid lagi.




"Kalau udara masih dikasih lubang di tutup  corong bambu, dan kalau makan memang tidak, hanya minum ya lewat corong itu jg", jelas Pak M.

"Kalau ritualnya seperti apa Pak? tanya kholid penasaran.

"Hehehe..gk usah tau kalau nanti pingin" udah mending jadi orang normal. 

"Gak enak malahan kalau bisa diberi penglihatan ghaib gitu"

"Kalau orang normal yang dilihat ya yang semestinya kelihatan. kalau orang kaya saya...yang kelihatan malah semuanya".

"Tau-tau ada nenek nenek di bawah pohon"

"Pocongan nyebrang jalan"

"Genderuwo di atas pohon"

"Suara kuntilanak ngerintih"

"Ayo siapa yang Mau?" tanya Pak M.

"Gak wis Pak, pinginnya normal saja". Sahut Kholid disambut ketawa kami bersamaan.

"Cuman kalau memang siap buat bantu orang lain ya monggo nanti saya ajarin"


"Siapkan saja kain kafannya"

"Harus mantab batin, karena yang datang waktu dimakamkan itu macam-macam". 

"Bahkan dulu ada yang setelah di bangunkan ritualnya dia malah buta atau tuli"

"Ada juga yang dapat beberapa hari terus meninggal beneran"

"Siap...Siap...Siap" sambil menunjuk kami bertiga.

"Gak usah Pak, Nasi boranan masih enak Pak"

celetuk kholid yang diikuti ketawa kami semua.

"OK, ceritanya sekian dulu kapan-kapan di sambung lagi lebih detail"...Silahkan pulang....Ini undangan khotibnya saya terima untuk sholat jum'at besok"


Tamat.


Baca Juga : Wisata Malam Kerajaan Cirebon



Rabu, 23 Februari 2022

Pesugihan Siluman Ular (Bagian 3)

 


Gambar Ilustrasi


Menjelang siang tampak seorang kakek tua datang menghampiri lokasi kejadian itu. "Astaghfirullahal adziim...beneran terbukti..ini akibat yang akan kamu terima Cung, sebelumnya kan sudah kakek peringatkan...apes...apes kamu cung kalau kamu gak memberikan dia makan" sambil nampak dia mengangguk angguk menaburkan kembang di lokasi itu.

"awas....awas kakek jangan masuk ke dalam" cegah pak babin menghela kakek itu.
"Kalau tidak dikasih makan kembang ini, nanti malam dia bakal bikin rusuh di kampung ini" jelas dia.
"Kalian segera makamkan dua orang ini, masukkan saja dalam satu liang karena mereka suami istri" jangan lupa selama tujuh (7) hari ini kalian ngajikan selepas maghrib....kalau tidak dilaksanakan nanti bakal ada huru hara di kampung ini"....teriak dia sambil pergi.


"Amankan dia pak Babin, dia bisa kita mintai keterangan" ucap komandan memerintahkan pak Babin untuk menegejar lelaki tua itu.
"Aku minta kopi hitam"
"Kalau kalian ingin ceritaku...siapkan dulu sesajennya untuk  ritual menangkal siluman ular itu" jawab dia sambil memejamkan matanya.


"Gampang itu kek, sekarang cerita dulu maksudnya bagaimana?" tanya Pak komandan.
"Ini kerjaannya Blorong...iya itu Siluman wanita ular...dia pesugihan si warso ini...tapi karena dia semalam tidak dikasih makan ya dia marah makan ndoro tuannya" jelas orang tua itu sambil menyeruput cangkir kopinya.
"berarti yang dimaksud makanan itu tarno yang mau ditumbalkan? hiiii...kurang ajar betul" teriak tarno.
"Pantesan setiap juragan Warso punya pembantu mesti hilang beberapa saat ikut di rumah ini. katanya pulang kampung" tanggap pak Bayan.
"Setiap dia makan tumbalnya, blorong akan melepaskan sisiknya dirumah tuannya dan akan berubah menjadi sisik emas. Apa kalian gk curiga dari mana sumber kekayaan juragan warso?" tanya kakek tua itu.


"Ini namanya pesugihan blorong, setiap purnama pelaku pesugihan akan menumbalkan seorang laki-laki perjaka yang akan di ajak berhubungan dengan Siluman ular itu. Selama berhubungan sisik-sisik ular ditubuhnya akan berjatuhan dan menjadi sisik emas. Perjaka yang digaulinya itu akan lemas mati dan di telannya dijadikan pengawalnya di kerajaan ghaib"


Kalau semalam karena tidak ada tumbal makanya juragan warso dan istrinya yang dijadikan tumbal"
jelas kakek tua itu sambil manggut manggut.
"Kalau pingin kaya ya usaha keras, kerja...jangan lewat pesugihan"
"Kalau tidak bisa merawatnya, ya begini kejadiannya"
"ngerti kalian cung"


TAMAT

Baca Selanjutnya: Tandem Tapa Pendem Pembuka Gerbang Ghaib

KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...