Senin, 13 Maret 2023

Learning Development Centre Sebagai Pusat Peningkatan Kemampuan Karyawan


Selama ini lembaga kursus menjamur di mana mana. Mulai dari materi teknis hingga yang bersifat sosial. Dari yang offline (luring) hingga melalui online (Daring). 

Kalau dalam lingkup perusahaan selamai ini memang banyak yang memanfaatkan lembaga berbayar di luar, akan tetapi dengan keterbatasan pendanaan dan kemampuan perusahaan maka pihak internal dalam hal ini Departemen Sumber Daya Manusia yang membidangi pengembangan karyawan harus memiliki terobosan agar penyelenggaraan peningkatan kemampuan karyawan bisa efektif.

Kalau dihitung hitung, investasi yang dikeluarkan perusahaan tidaklah sedikit untuk pengembangan karyawan baik melalui kegiatan training, kursus singkat, pelatihan berjenjang hingga sertifikasi. 

Kalau dibandingkan, apakah akan bisa dioptimallkan jika kondisi pendanaan terbatas? 



Sebenarnya, pola yang disebutkan dalam peningkatan kemampuan karyawan bisa melalui kegiatan pelatihan internal yang di sebut coaching dan mentoring, hanya saja tidak semua personal bisa melakukannya secara mandiri.

Berangkat dari kondisi tersebut, di awal tahun 2023, melalui gagasan dan pemikiran bersama maka Departemen Sumber Daya Manusia & Umum mengusulkan peluncuran Unit baru yang bertindak sebagai pusat pelatihan. Unit ini diberi nama LDC atau Learning & Development Centre. 

Unit ini bertempat di lantai 3 (tiga) memanfaatkan ruangan rapat yang bersebelahan dengan unit hidroponik.





Menempati ruangan seluas 32 meter persegi dilengkapi dengan sistem zoom meeting dan audio memungkinkan pelaksanaan dengan sistem table-chair maupun dengan sistem melantai alias "ngeleseh". Setiap unit departemen dapat memanfaatkan ruangan tersebut mulai kegiatan pelatihan langsung, pelatihan daring maupun untuk sekedar rapat koordinasi. Dengan bentangan layar 2 x 3 meter cukup luas untuk menampilkan gambar. Dilengkapi dengan 2 unit AC 2 pk dan 1 pk memberikan suasana yang anti gerah dan dijamin nyaman. Apalagi model kursi tempat duduknya bisa dibuat santai pakai bean bag. 

Beberapa program andalan yang di jalankan di LDC:

1. Program Sharing Knowledge

2. Program Focus Group Discussion

3. Program Mentoring & Coaching

4. Program Kursus dan Pelatihan

5. Program Pembekalan Karyawan Baru

6. Program Prakerin

Semoga suasana pelatihan dan program pengembangan kemampuan karyawan dapat tercapai dengan baik.

Semangat kawan...bersama menjadi punggawa perusahaan yang memiliki performa tinggi dan mental juara.



Berkembang..

Maju Bersama..

Moving Beyond Limits


Baca kisah yang lain : 

Olahraga itu Kebutuhan bukan Kewajiban

Minggu, 12 Maret 2023

Waspada Penyakit Tular Benih Padi (bagian 1)



Sudah umumnya ketika curah hujan tinggi akan meningkatkan kelembaban. Pada budidayaa tanaman pangan khususnya padi mungkin curah hujan tinggi menguntungkan karena serangan hama akan sedikit menurun, tetapi sebaliknya serangan penyakit dan jamur akan meningkat pesat. 

Pada kenyataannya selama ini mungkin sudah banyak fungisida yang bisa digunakan petani. Berbagai bahan aktif juga sudah didaftarkan dengan berbagai macam merk. Mulai dari harga yang murah puluhan ribu hingga yang mahal ratusan ribu. Kita mungkin tahu beberapa jenis fungisida murah di pasaran semisal bahan aktif mankozeb, propineb atau metil tiofanat. Selama ini jenis yang paling banyak digunakan di masyarakat petani kita baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura karena penggunaannya yang bisa dicampurkan dengan media, dengan benih maupun di spray.

"Eits, jangan lupa golongan azole semisal difenokonazol dan propinkonazol. Jumlah penggunanya juga tidak bisa dibilang sedikit".

Seperti kebanyakan masyarakat petani kita, momok yang masih menghantui di tanaman padi selain hama wereng, dan tikus, adalah penyakit kresek dan bercak daun, selama ini kedua jenis penyakit itu masih menjadi salah satu penyebab tanaman padi gagal panen atau paling tidak akan menghasilkan kerugian yang parah di hasil pertanaman.

Kalau fungisida diaplikasikan dengan dispray sebagai penanggulangan mungkin sudah bisa di masyarakat petani kita. Ketika tanaman sudah tumbuh dan mengalami gejala serangan penyakit maka petani akan segera mengaplikasikan fungisida, bakterisida atau antivirus, bagaimana dengan cara "preventif"? ini yang masih kurang dan jarang dilakukan petani kita. 

Yuk kita pelajari, jenis-jenis pestisida khususnya golongan yang digunakan untuk penyakit tanaman yang bisa kita kondisikan di fase pencegahan.


Yuk kenali fungisida yang bisa digunakan untuk membantu mencegah serangan jamur dan penyakit.

1. Mankozeb, Propineb dan Karbendazim

Dikenal sebagai fungisida kontak yang mungkin paling banyak digunakan oleh petani kita. Cara kerja kontak dengan sistem melapisi bagian luar tanaman. Fungisida jenis ini memang lebih mudah tercuci karena posisinya cara kerja kontak, akan tetapi dengan penambahan kerekatannya maka daya perlindungan fungisida ini sangat baik.

Fungisida jenis kontak sangat baik untuk pelindungan tanaman bahkan mulai fase benih. Tidak heran kalau jenis fungisida ini sangat digemari petani khususnya yang melakukan penanaman dengan benih, baik tanaman pangan maupun hortikultura serta tnaman perkebunan.

Berbeda halnya dengan fungisida bersifat sistemik yang mampu masuk dalam jaringan tanaman. Kecenderungan dalam posisi keamanan hasil dari tanaman budidaya memang lebih baik akan tetapi fungisida sistemik diategorikan paling rentan meninggalkan residu. Beberapa produk fungisida berbahan baku mankozeb, propineb dan karbendazim. (Sidazeb 80 WP, Clarazeb 70 WP, Cozene 70/10 WP dan Satgaz 75 WP 


Bersambung....


Baca yang lain: 

Dampak Penggunaan Pestisida Berlebihan

KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...