Selasa, 07 Oktober 2025

TRICHOSIDA ATASI PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG




Selama ini, layu fusarium adalah salahsatu penyakit yang menjadi kendala pada budidaya Pisang selain rhizoctonia dan phytium. 

Mengatasi penyakit-penyakit pada tanaman pisang dapat menggunakan fungisida kimia, akan tetapi kadang dengan adanya tuntutan meminimalkan residu bahan kimia pestisida, konsumen menuntut para pembudidaya buah khususnya pisang cavendish untuk menjaga budidaya tanamannya dengan pola budidaya secara organik. 

Solusi yang ditawarkan dalam budidaya untuk menangani penyakit tanaman adalah dengan menggunakan fungisida hayati berbahan aktif Trichoderma spp., Gliocladium spp., dan Bacillus spp.


1. TUJUAN PENGGUNAAN FUNGISIDA HAYATI

  1. Mengendalikan penyakit tular tanah seperti Fusarium wilt (layu Fusarium), Rhizoctonia, dan Pythium.
  2. Meningkatkan pertumbuhan akar, penyerapan hara, dan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan.
  3. Menciptakan mikroorganisme antagonis di zona akar yang menekan populasi patogen penyebab penyakit.

2. KANDUNGAN AKTIF DAN FUNGSINYA

Trichoderma spp.
Antagonis terhadap jamur patogen, menghasilkan enzim pelarut dinding sel jamur (kitinase, glukanase). Sasaran : Fusarium oxysporumRhizoctonia solani.

Gliocladium spp. 
Menyerap ruang dan nutrisi di rhizosfer, menghambat pertumbuhan patogen secara kompetitif. 
Sasaran : Sclerotium rolfsiiPythium spp.

Bacillus spp. Menghasilkan antibiotik alami dan zat pemacu pertumbuhan (IAA, siderofor). 
Sasaran : Erwinia sp., Fusarium sp.

3. WAKTU DAN TAHAP APLIKASI

A. Sebelum Tanam (Persiapan Lahan & Bibit)

Perlakuan Bibit:

Rendam bibit anakan pisang (corm) atau kultur jaringan sehat dalam larutan fungisida hayati:

a. 10–20 g/liter air (atau 10 ml/liter jika bentuk cair)
b. Rendam ±30 menit sebelum tanam.






Perlakuan Tanah:

Campurkan 10–20 kg kompos matang dengan 1 kg produk hayati (padat).

Tebar pada lubang tanam (diameter ±40 cm, kedalaman 40 cm).

Tutup tipis dengan tanah dan diamkan 3–5 hari sebelum tanam.


B. Setelah Tanam (Pemeliharaan Rutin)

                                                    Gbr. Penyiapan Kocoran Trichosida


Penyiraman ke Pangkal Tanaman 

Gunakan 10–20 g atau 10 ml fungisida hayati per liter air.

Siramkan 500 ml–1 liter per tanaman di sekitar perakaran.

Ulangi setiap 2–4 minggu sekali.






Penyemprotan Daun (pencegahan penyakit daun):

Campurkan 5–10 ml/liter air.

Semprot merata bagian bawah dan atas daun setiap 2 minggu, terutama saat musim hujan.

Pengocoran Sistemik:

Campurkan 1 kg fungisida hayati padat dengan 200 liter air.

Gunakan untuk pengocoran 1–2 liter per tanaman.

Aplikasi tiap 30 hari sekali.


4. STRATEGI KOMBINASI & ROTASI

Kombinasikan Trichoderma + Gliocladium untuk dominasi jamur antagonis di tanah.

Tambahkan Bacillus untuk perlindungan sistemik dari bakteri patogen.

Jangan campur dengan fungisida kimia sintetis dalam 7 hari pertama setelah aplikasi hayati (karena bisa membunuh mikroba hidup).

Dapat dicampur dengan pupuk organik cair atau mikoriza untuk efek sinergis.


5. KONDISI IDEAL UNTUK APLIKASI

Waktu aplikasi terbaik: pagi (07.00–09.00) atau sore (15.00–17.00).

Hindari penyinaran langsung dan suhu di atas 35°C saat aplikasi.

Tanah sebaiknya lembab, tidak tergenang air.


6. MANFAAT JANGKA PANJANG 
  1. Menekan penyakit layu Fusarium hingga 70–90% bila rutin diterapkan.
  2. Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan populasi mikroba baik.
  3. Meningkatkan ketahanan akar terhadap nematoda dan cendawan patogen.
  4. Pertumbuhan vegetatif lebih cepat dan produktivitas tandan meningkat.

7. CONTOH APLIKASI


Produk Fungisida Hayati Trichoderma banyak dijual di pasaran, di antaranya: Marfu, Tricho +, Gremi, Trikoderma, Jatrec, dll. 
Jika mencari produk dengan kandungan lengkap 3 (tiga) mikroba unggul indoegenus Indonesia, maka Pproduk Trichosida produksi Petrosida Gresik dapat menjadi pilihan utama. 

 








Senin, 06 Oktober 2025

PERBANDINGAN NITENPIRAM VS TRIFLUMEZOPYRIM ATASI HAMA WERENG

 


Dalam penanggulangan hama wereng, masyarakat petani telah mengenal banyak jenis insektisida, hanya saja belakangan ini jenis bahan aktif yang sedang banyak digunakan saat ini adalah Insektisida dengan bahan aktif Nitenpiram dan Triflumezoyrim. Sebelum menggunakannya kita perlu mengetahui sifat dan kelebihan kedua insektisida tersebut.

Berikut adalah perbandingan kualitas bahan aktif Nitenpiram dan Triflumezopyrim dalam mengatasi hama wereng padi berdasarkan hasil penelitian dan laporan efikasi:




Nitenpiram

  1. Bahan aktif Nitenpiram merupakan agonis reseptor nikotinik asetilkolin yang menyebabkan stimulasi saraf berlebihan, kelumpuhan, dan kematian serangga.
  2. Efektif dengan daya bunuh cepat, terlihat dalam waktu 1 jam pertama mampu membunuh  lebih dari 50% wereng hijau, bahkan mencapai 100% pada beberapa populasi uji.
  3. Nitenpiram cenderung menyebabkan penurunan fertilitas hama wereng yang berpengaruh tidak langsung pada jumlah telur dan viabilitas telur
  4. Efek pengendalian terasa tahan lama hingga 3-4 minggu.
  5. Contoh produk dengan Nitenpiram adalah Teballo 250 SL, yang dikenal ampuh dan harganya relatif terjangkau.

JN Jenis insektisida ini disenangi petani pada kondisi serangan wereng yang sudah cukup banyak. Efek knockdown pada hama wereng nimfha - dewasa dan kemampuan pengendalian telur agar tidak menetas akan memberikan jaminan bahwa tanaman padi akan aman dari serangan. Kemampuan mencegah penetasan telur dipercaya dapat memutuskan siklus wereng ke depannya.

Triflumezopyrim

  1. Triflumezopyrim bekerja sebagai racun saraf yang menghalangi rangsangan simpul saraf pada serangga, sehingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian. 
  2. Berdasarkan uji efikasi secara langsung pada wereng batang coklat, Triflumezopyrim menunjukkan hasil efikasi yang sangat baik dan konsisten dari pengamatan 1 hari sampai  14 hari setelah aplikasi.
  3. Efektif mengendalikan hama wereng batang coklat secara sistemik dan memiliki durasi  pengendalian sampai 21-25 hari.
  4. Contoh produk dengan Triflumezopyrim adalah Pexalon 106 SC, yang dikenal sebagai racun saraf sistemik ampuh untuk wereng.
E   Efek pengendalian bahan aktif ini dengan mempengaruhi kemampuan makan hama wereng. Tentunya akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama jika dibandingkan dengan insektisida dengan efek knockdown kuat seperti Nitenpiram.
      
     Berdasarkan hasil uji laboratorium, wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) tanpa makanan rata-rata dapat bertahan hidup sekitar 2 sampai 3 hari sebelum mengalami kematian. Pada penelitian yang menggunakan metode observasi di laboratorium, ketika nimfa atau imago wereng tidak diberikan pakan, kematian mulai terjadi dalam 2-3 hari setelah perlakuan, menandakan bahwa tanpa asupan nutrisi dari tanaman padi, wereng tidak dapat bertahan lama. Lama bertahan hidup ini dapat dipengaruhi oleh kondisi suhu dan kelembapan laboratorium, di mana suhu stabil sekitar 27-29 °C memberikan waktu bertahan hidup tersebut. 

Perbandingan Singkat

Aspek

Nitenpiram

Triflumezopyrim

Mekanisme Kerja

Agonis reseptor nikotinik asetilkolin dan juga dapat menyebabkan penurunan fertilitas yang berpengaruh tidak langsung pada jumlah telur dan viabilitas telur

Racun saraf, menghambat sinyal saraf, sistemik

Kecepatan Efek

Sangat cepat, hasil nyata dalam 1 jam pertama. Efek knockdown kuat.

Cepat dengan hasil efikasi mulai 1 hari sampai 14 hari. Menghentikan nafsu makan hama wereng.

Durasi Pengendalian

Sekitar 2-3 minggu

Sekitar 3 minggu (21-25 hari)

Efektivitas Laporan

Efektif membunuh wereng dan embrio telurnya

Efektif mengendalikan wereng batang coklat secara sistemik

Produk Populer

Ares 100 SL, & Teballo 250 SL

Pexalon 106 SC

Harga & Ketersediaan

Harga terjangkau

Produk premium dari Corteva

 

Secara umum, kedua bahan aktif tersebut efektif untuk pengendalian hama wereng padi, dengan Nitenpiram menonjol pada kecepatan knockdown sementara Triflumezopyrim unggul pada pengendalian sistemik dan durasi efektif yang stabil. Pilihan tergantung kebutuhan spesifik dan ketersediaan produk di lapangan.

Jika pada serangan hama ringan petani tentunya akan menyesuaikan dengan jenis insektisida yang digunakan. Bijak dalam menggunakan insektisida tentunya akan memberikan penghematan biaya dalam budidaya. Pilih yang tepat, sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kantong anda.


SALAM MERDESA

BANGGA JADI PETANI

PETANI SEJAHTERA, BANGSA BERJAYA


KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...