Selasa, 14 Oktober 2025

HASIL PERBANDINGAN KEMAMPUAN BAHAN AKTIF INSEKTISIDA WERENG






Dalam pengendalian hama wereng, tentunya petani harus paham tentang kemampuan atau daya kendali dari masing-masing bahan aktif insektisida. Jika dilihat secara kemampuan, harga dan kondisi kebutuhan tentunya akan lebih bijaksana jika petani menyesuaikan insektisida yang di belinya.

Sebagai perumpamaan, jika mengatasi cukup dengan insektisida murah dan kebutuhan sedikit saja tidak pelu harus membeli insektisida yang mahal dan dosis yang tinggi. Ibarat membunuh nyamuk cukup dengan alat tepuk tidak perlu meledakkan bom.

Berikut tabel perbandingan KD50 (waktu knockdown 50%) dan waktu mortalitas akhir (waktu untuk mencapai 50% kematian) dari beberapa insektisida berdasarkan hasil studi di lapang dan laboratorium (umumnya untuk serangga hama, dengan beberapa merujuk pada insektisida umum):

Bahan AktifKD50 (Waktu
Lumpuh 50%)
Waktu Mortalitas
Akhir (LT50)
Keterangan & Sumber
Imidakloprid30-60 menit24-48 jamEfek knockdown cepat,
mortalitas efektif
dalam 1-2 hari
Nitenpiram< 15 menit12-24 jamKnockdown sangat cepat,
mortalitas optimal cepat
Triflumezopyrim20-40 menit24-36 jamKnockdown cepat,
proteksi jangka panjang
Dinotefuran15-30 menit24-36 jamKnockdown dan mortalitas
cepat
Fipronil40-80 menit36-48 jamEfektivitas tinggi tapi
knockdown lebih lambat
Buprofezin> 2 jam> 48 jamKnockdown lambat,
menghambat pergantian kulit nimfa
Pymetrozine30-60 menit36 jamSistemik, mengurangi
agresifitas,
tetapi knockdown sedang

Catatan:

  • KD50 adalah waktu yang dibutuhkan insektisida untuk membuat 50% hama lumpuh (knockdown). Semakin kecil angkanya, semakin cepat insektisida bekerja mematikan hama.

  • LT50 adalah waktu yang dibutuhkan untuk membunuh 50% hama (mortalitas 50%).

  • Data ini diperkirakan dari sejumlah laporan uji lapang dan laboratorium yang mencerminkan rata-rata efektivitas bahan aktif insektisida terhadap serangga hama, termasuk wereng dan serangga lain.

Dari tabel terlihat, bahan aktif Nitenpiram memberikan efek knockdown dan mortalitas paling cepat, sementara Triflumezopyrim juga tergolong cepat dengan proteksi jangka panjang. Buprofezin memberikan efek paling lambat karena bekerja menghambat pergantian kulit nimfa, bukan knockdown langsung.

Dari hasil ini kita ketahui secara kecepatan kemampuan pengendalian, nitenpiram lebih unggul karena daya LT 50 (waktu mortalitas) yang paling singkat. Jika dibutuhkan kemampuan membunuh hama wereng dalam waktu singkat,  maka pilihan insektisida berbahan aktif nitenpiram menjadi pilihan utama.


Bagaimana jika ketahanan/ jangka waktu kendali (residu di tanaman)?

Berikut tabel perbandingan masa residu bahan aktif insektisida untuk pengendalian wereng coklat, termasuk bahan aktif BPMC dan MIPC:

Bahan AktifMasa Residu di Tanaman (hari)Keterangan Singkat
Triflumezopyrim20-25Proteksi jangka panjang, efek tahan lama
Nitenpiram14-21Durasi residu menengah hingga cukup lama
Fipronil15-20Residual cukup lama, cocok untuk perlindungan berkelanjutan
Imidakloprid10-15Durasi residu sedang, tahan lama di daun dan batang
BPMC (Carbamate)7-14Durasi residu menengah, insektisida kontak dan lambung
Dinotefuran7-12Durasi sedang, efek knockdown cepat
MIPC (Carbamate)5-10Durasi residu lebih pendek dibanding BPMC
Buprofezin2-5Residual paling singkat, menghambat pergantian kulit nimfa

Penjelasan:

  • Residu terlama untuk bahan aktif pengendali wereng diraih oleh Triflumezopyrim disusul oleh Nitenpiram dan Fipronil.

  • Imidakloprit, BPMC dan MIPC adalah insektisida golongan carbamate dengan durasi residu menengah, Imidakloprit dan BPMC lebih tahan lama daripada MIPC dan Buprofezin.

  • Masa residu ini mempengaruhi frekuensi aplikasi serta efektivitas pengendalian wereng dalam jangka waktu tertentu.

Tabel ini membantu memilih insektisida sesuai kebutuhan proteksi jangka pendek maupun panjang untuk pengendalian wereng coklat.


Bagaimana dengan perbandingan harganya?

Berikut daftar bahan aktif pengendali wereng coklat sesuai harga dari yang paling mahal ke paling murah, lengkap dengan merek yang Anda minta:

Bahan AktifMerek / ProdukEstimasi Harga Per Kemasan
TriflumezopyrimPexalon 106 SCRp300.000 / 100 ml
DinotefuranMoriox 100/150 SCRp120.000 - Rp140.000 / 100 ml
NitenpiramTeballo 250 SLRp60.000 - Rp80.000 / 100 ml
BuprofezinBuprosida 100 ECRp45.000 - Rp55.000 / 100 ml
FipronilFipros 55 ECRp25.000 - Rp40.000 / 50 ml
BPMCSidabas 500 ECRp40.000 - Rp45.000 / 100 ml
ImidaklopridTopdor 50 SLRp15.000 - Rp30.000 / 50 ml
MIPCSidacin 50 WPRp15.000 - Rp25.000 / 100 gr


Berdasarkan kemampuan, residu dan harga produk tentunya kita bisa mnyesuiakan dengan kondisi lapangan dan kemampuan finansial kita. Gak perlu cari yang mahal kalau yang terjangkau harganya sudah mampu mngendalikan hama.

Bijak dalam belanja dan menggunakan pestisida.





Senin, 13 Oktober 2025

LABANA PEMBESAR UMBI BAWANG MERAH




PANDUAN PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL “LABANA” UNTUK TANAMAN BAWANG MERAH


Informasi Produk

  • Nama dagang: LABANA 255 SC

  • Bentuk formulasi: Cair (SC)

  • Kandungan bahan aktif: Paclobutrazol 25% (250 g/L)

  • Fungsi utama:

    • Menekan pertumbuhan vegetatif (tinggi & jumlah daun berlebih)

    • Memacu pembentukan dan pembesaran umbi

    • Mempercepat pematangan umbi

    • Menjadikan ukuran umbi seragam dan lebih padat


Tujuan Penggunaan di Budidaya Bawang Merah

Paclobutrazol “LABANA” digunakan untuk:

  • Mengendalikan pertumbuhan daun agar tidak terlalu rimbun.

  • Mengalihkan hasil fotosintesis dari daun ke pembentukan umbi.

  • Meningkatkan bobot dan keseragaman hasil panen.

  • Mempercepat umur panen 7–10 hari lebih awal.


Waktu Aplikasi yang Tepat

Umur TanamanFase TanamanTujuan Aplikasi
25–30 HSTPertumbuhan vegetatif aktifMenekan pertumbuhan daun & merangsang pembentukan umbi
45–50 HST (opsional)Umbi mulai terbentukPengulangan ringan jika pertumbuhan daun masih terlalu lebat

⚠️ Jangan aplikasi sebelum umur 20 HST karena tanaman masih dalam fase pembentukan daun utama yang dibutuhkan untuk fotosintesis.


Dosis dan Konsentrasi Penggunaan

Cara AplikasiDosis Paclobutrazol “Labana”Volume AirFrekuensi
Penyemprotan daun (foliar spray)0,3 – 0,5 ml/L air400–600 L/ha1–2 kali per musim
Penyiraman ke tanah (soil drench)2 – 3 ml/L air200–300 L/ha1 kali (umur 25–30 HST)

💡 Catatan penting:

  • Gunakan dosis rendah (0,3 ml/L) untuk lahan baru atau musim pertama.

  • Gunakan dosis tinggi (0,5 ml/L) jika pertumbuhan daun sangat subur dan curah hujan tinggi.

  • Jangan dicampur dengan herbisida atau fungisida berbahan aktif basa kuat (pH > 8).


Langkah-Langkah Aplikasi

  1. Siapkan larutan:

    • Isi ember dengan ±10 liter air.

    • Tambahkan Paclobutrazol Labana sesuai dosis, aduk rata.

    • Tambahkan air hingga volume akhir sesuai kebutuhan.

  2. Penyemprotan:

    • Gunakan nozzle halus dan semprotkan merata ke seluruh daun bagian atas dan bawah.

    • Lakukan pada pagi (06.00–09.00) atau sore hari (15.30–17.30).

    • Hindari aplikasi saat akan hujan.

  3. Penyiraman (alternatif):

    • Larutkan produk sesuai dosis.

    • Siramkan di sekitar pangkal tanaman (tidak langsung ke batang).

    • Lakukan saat tanah lembab agar penyerapan optimal.


Tanda-Tanda Keberhasilan Aplikasi

✅ 5–7 hari setelah aplikasi:

  • Pertumbuhan daun mulai melambat.

  • Daun menjadi lebih tebal dan tegak.

✅ 10–15 hari setelah aplikasi:

  • Umbi mulai membesar cepat dan seragam.

  • Tanaman tampak kokoh dan berdaun hijau tua.

✅ Panen 65–70 HST dengan umbi berukuran besar, padat, dan seragam.


Kombinasi Pemupukan Pendukung

Untuk hasil optimal, padukan dengan pemupukan berikut:

FaseJenis PupukDosis & Cara
20 HSTPupuk daun N tinggi (mis. urea foliar)Semprot 2 g/L air
30 HST (bersamaan Paclobutrazol)Pupuk K tinggi (KNO₃ / MKP)2–3 g/L air
40–50 HSTPupuk mikro (Ca, B, Zn)1–2 g/L air

Kandungan kalium membantu pengisian umbi dan meningkatkan kekerasan jaringan.


Keamanan dan Penyimpanan

  • Gunakan sarung tangan & masker saat mencampur dan menyemprot.

  • Jangan disimpan di tempat panas langsung (maks. 30°C).

  • Simpan dalam botol tertutup rapat, jauh dari bahan pangan & pakan.


Ringkasan Cepat (Field Guide)

ParameterRekomendasi
Waktu aplikasi25–30 HST
Dosis0.3–0.5 ml/L air
Volume air400–600 L/ha
Cara aplikasiSemprot daun pagi/sore
Tujuan utamaMerangsang pembentukan & pembesaran umbi
Ulangan1 kali tambahan jika daun masih rimbun (45 HST)
Panen± 65–70 HST

 


KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...