Sabtu, 11 September 2021

"TIGA SOSOK GHAIB PENUNGGU GEDUNG PERKANTORAN TUSUK SATE KIG GRESIK"



                 GAMBAR ILUSTRASI  


!!!!!!PERINGATAN!!!!!!!!

!!!!!!!PERINGATAN!!!!!!!PERINGATAN!!!!!!!

HOROR.........


"Bukan niat menakuti", tapi mengkin tidak banyak yang tau kalau selama ini aku dikaruniai kemampuan penglihatan ghaib. Awalnya memang mungkin karena amalan-amalan wirid yang aku dawamkan semenjak kecil hingga kini aku diberikan kelebihan bisa melihat sosok astral. Awalnya memang hanya dimunculkannya melalui firasat-firasat tajam, lewat mimpi atau sekedar bau. Kemampuan itu seiring waktu meningkat menjadi bisikan-bisikan di telinga, dan semakin kebelakang semakin kuat saja kemampuan itu.

Berawal dari kemampuan itu, sebelumnya aku memang tidak punya firasat apa-apa, hanya kenapa setiap kali aku memasuki gedung itu seakan ada magnet kuat yang berinteraksi dengan tubuhku. Dengan keinginan untuk mencari asal energi itu pernah beberapa kali aku jelajahi energi itu dan mengarahkanku pada 3 (tiga) titik center yang ada gedung kantor baru itu. Memang berbeda antara ketiganya. 

"Tiga?", iya tiga makhluk. Sebangsa golongan jin yang sesekali berinteraksi dengan manusia. Kalau prinsipku sebenernya asal tidak membahayakan biarkan saja...hehehehe..." 

Waktu itu, awalnya memang aku selalu mencium bau dupa kemenyan saat lewat samping tangga itu yang disambut bulu kuduk yang berdiri.

Oke aku akan ulas satu persatu ya. Yang pertama, sosoknya lelaki tua berpakaian khas orang Jawa Jelata, kadang juga dengan jubah  putih menjuntai. Pertama aku ketemu dia waktu aku melangkah ke atas menaiki tangga. Sosoknya sedikit pendiam karena aku lihat dia seringkali menunduk dengan jenggot panjang yang berwarna putih. Memang tangga itu tempat favoritnya seakan menunjukkan kalau dia tidak senang di keramaian. Secara teknis tangga ini memang jarang di lewati. Tidak itu saja, dia juga sering menampakkan diri di ruang kantor ujung tempat yang sebelumnya di buat ngantor Litbang. Kalau sekarang kebetulan sekarang sudah di isi Departemen lain. Saat awal dia memang sering memainkan printer hingga seringkali membuat lari orang yang lembur sendirian ."Mbah Dalbo" aku memanggilnya, sering kali berpindah-pindah di 3 (tiga) tempat, pojokan tangga ke lantai atas, ujung barat daya gedung yang selama ini di tempati ruang salah satu Direksi. Waktu itu dia sempat buat resah karena gangguin AC Direksi xixixixixi....Kalau sekarang dia lebih sering jongkok dipojok ruang direksi sebelah barat daya, apalagi ruangan itu kini tidak berpenghuni...hmmm..serem..,.oh iya, satunya lagi di ruang salah satu Departemen di lantai 2 (dua) yang aku ceritain tadi.


                                                                            GAMBAR ILUSTRASI  


Yang agak serem jusru di lantai 1 (satu), dia berada di dalam kamar mandi bawah. Mungkin karena dia ini sukanya kotor, Kalau di terawang memang energinya negatif. Auranya merah panas. Ternyata dia senang di situ karena sering menghirup anyir bau darah dari bekas pembalut karyawati yang dibuang di dalam sampah. Sosoknya seperti makhluk berkulit sisik dengan taring panjang, tangan berkuku dan rambut gimbal. Beberapa kali saat ketemu dia menyeringai seakan mengancamku agar tidak berbuat gegabah dengan mencari gara-gara. Makanya kalau lagi datang bulan buang pembalut dibungkus yang benar ya kawan, kalau bisa ditaruh dalam plastik biar gak kecium dia ini. Baunya badannya anyir busuk, mungkin siapa yang pernah masuk ke salah satu bilik kamar mandi itu kadang akan mencium bau yang tidak enak anyir busuk, tapi anehnya beda dengan dua bilik lain di ruang kamar mandi itu. Untung tidak banyak yang tau dia senangnya ada di situ.

Tolong ya buat mbak-mbaknya yang sedang datang bulan kalau buang pembalutnya...hati-hati...sekali lagi hati-hati.

Yang ketiga adalah sesosok manusia berbalut kain mori putih yang kerap menampakkan diri di langit langit pabrik Bio. Ada yang memanggilnya "pocong". 

Dari interaksi yang muncul, dia ternyata berasal dari qorin yang menjelma dari salah satu warga yang di makamkan di pekuburan belakang perbatasan kantor. Maklum Pabrik KIG itu berbatasan dengan pemakaman umum warga di belakangnya.

Apa tidak diusir saja makhluk makhluk astral itu? ternyata mereka sudah pernah di usir saat seorang alim didatangkan mengisi pengajian di peresmian pabrik. Memang waktu itu mereka tunggang langgang kena aura Putih Kyai kharismatik itu. Hanya saja mereka sekarang kembali lagi...

Sudahlah, yang penting mereka tidak mencelakai, dan lagi aku juga merasa tidak cukup mumpuni untuk meladeni sosok-sosok itu.Tidak mau cari masalah, asal masing-masing tidak ganggu yang membahayakan nyawa. Kalau usil dikit aja biarin lah asal tidak mencelakai, hehehe...

Oh iya,  kalau masuk kantor biasakan salam ya... Awalnya dulu aku gak tau kalau mbah dalbo itu muslim. Taunya pas aku baca salam saat masuk ternyata dia menjawab loh salamnya meskipun disambung dengan cekikikan tawanya. 

Note: "Cerita ini bisa dibilang hanya fiksi belaka, apabila ada tempat dan kejadian yang sama anggap saja kebetulan. Percaya boleh, tidak percaya juga boleh. Ingat selalu berdo'a memohon perlindungan kepada Tuhan dari gangguan makhluk-makhluk itu.

Penasaran dengan cerita para penghuni pabrik kimia dekat pelabuhan belakang? Nantikan saja cerita yang akan datang aku akan mengulas tentang pabrik yang dulunya tempat lokasi orang membuang jin itu...


Baca juga: Baca juga : Wewe Gombel Penunggu Pohon Siwalan Telaga Kaliotik


"Salam Misteri.....Salam Misteri...Uka..Uka Hihihihihi....

#kisahmenyeramkan#kisahhoror#kisahnyata#

"SALAM MISTERI"


TAMAT




Minggu, 05 September 2021

Jodohku Ketemu Lewat Radio (Edisi Awal Jalan Bareng)



Semenjak ketemu di kampus IAIN waktu itu, kami menjadi intens komunikasi lewat hape. Mulai sering cerita kejadian di kampus dan orang-orang di sekitar.. "Mas, kalau misalkan senggang, mau tidak ketemuan Sabtu besok?", tanya dia lewat pesan singkat di hape waktu itu.

"Boleh, tapi pagi aja ya ntar biar bisa santai". jawabku.

Saat itu kita janjian ketemuan di kampus dan dilanjut ke mall sekitar 1 kiloan dari kampus , sekedar berbincang-bincang sambil menikmati cemilan di tempat makan di situ. "Bagaimana kegiatan di kampus? tanyaku. Dia sambil tersenyum malah geleng2.."gak usah ngomongin kampus mas, cerita tentang Mas Rangga saja" jawabnya pelan

 "Eh, panggil aku Guntur saja lebih enak, ku biasa di panggil itu seh",  kataku.

"Eh Iya, Mas Guntur. Mas kalau kerja itu susah gk sih soalnya aku di Kampus ditawarin bantun Bukopin Syariah yang di kampus", ceritanya sambil menyeruput segelas jus yang dihidangkan.

"Wah, hebat sambil kuliah sudah belajar kerja. Yang penting jangan keteteran kuliahnya".

"Kalau aku kerjanya di Departemen Komersial, kayak marketing gitu lah. Hanya di kantor. Penjualan produk-produk pertanian gitu" 

"Wah  enak ya udah bisa punya uang sendiri"

"Mas rangga, Eh Mas Guntur gak merokok? tanya dia yang segera aku jawab dengan gelengan kepala. "Aku tidak merokok, sayang uang buat merokok, mending di tabung buat bekal nikah nanti", jawabku.

"Alhamdulillah, pasti senang calon istrinya nanti. Eh, memangnya Mas Guntur sudah punya Calon belum nih?" tanyanya sambil nyengir.

"Nah ini" kataku sambil menunjuk dia.

Dianya langsung memerah  mukanya karena malu, hehehe....dasar usil.

"Aaah...bercanda aja ini Mas Guntur".

"Memang kalau usia segini apalagi sudah kerja, selanjutnya yang dicari ya pasangan hidup dek" ucapku singkat.

"Loh memangnya Mas usianya berapa sekarang?" tanya dia.

"Kelahiran 79 berarti sekarang 2003 berarti 23 tahun mau 24 September nanti. Sudah pantas nikah gk ya ? hehehe..."

"Aku kelahiran 83 berarti selisih umur kita 4 tahun ya Mas" celetuk dia sambil tersenyum.


Candaan dan ngobrol asyik itu hingga tak terasa waktu bergulir siang. Kami pun harus berpisah setelah sebelumnya sholat dhuhur di masjid kampus IAIN Sunan Ampel. Semoga nanti kalau waktu kita longgar bisa ketemu lagi ya..Semoga pertemanan ini berkah. Aamiin.


Bersambung......


Lanjut:


Ketemu Calon Mertua




KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...