Senin, 27 Juni 2022

TIPS SAAT PESTISIDA MAHAL, BAGAIMANA SEHARUSNYA?



Tiga bulan terakhir ini para petani di seluruh dunia,tidak terkecuali di Indonesia mengalami lonjakan harga pestisida dan pupuk yang sangat tinggi. Biang kerok yang dianggap sebagai penyebabnya adalah Perang Rusia - Ukrania yang berdampak pada pasokan gas di negara-negara produsen bahan baku pestisida. Dengan keterbtasan suplai akibat pelarangan ekspor dan impor dari negara yang bertikai itu menyebabkan biaya operasional produksi pupuk dan pestisida meningkat tajam.

Klop sudah...setelah sekian lama pasokan bahan baku terkendala Covid, sekarang ditambah dengan perang Rusia - Ukraina semakin memperparah keadaan. Terus bagaimana nasib petani kita? Seberapa besar dampaknya ke kesejahteraan petani?

Memang kita bukan termasuk dua negara yang berkonflik itu, tapi kondisi dampak sangsi embargo yang diberika Amerika dan negara-negara Eropa ikut berimbas pada nega kita Indonesia tercinta.

Bagaimana menyikapinya?
Sesuai hukum pasar, hukum supply and demand....hukum permintaan dan penawaran, secara kebutuhan sebenarnya jumlah kebutuhan di pasar tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya mengingat tahun ini adalah tahun yang memiliki kondisi hampir sama dengan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Kemarau yang ada adalah kemarau basah yang cenderung meskipun sudah memasuki kemarau nyatanya mash sering turun hujan. di satu sisi adalah berkah buat petani karena mereka bisa menanam sepanjang tahun dan di sisi yang lain dengan tingginya kebutuhan tidak diimbangi dengan ketersediaannya maka harga-harga saprodinya meningkat tinggi. 

Pupuk, Pestisida, Alat Pertanian terkerek naik dengan meningkatnya biaya operasiona pembuatannya.
Sebagai petani yang sangat tergantung pada nilai tukar atas modal yang dikeluarkannya, petani - petani kita tidak dapat bertahan jika tidak pintar menerapkan strategi dan memutar otak. Harga pupuk, harga pestisida dan harga benih melonjak tajam dan mirisnya hal itu tidak diikuti dengan harga jual komoditi.




Sebagai petani dengan modal terbatas, mayoritas petani kita harus jeli dalam melakukan penghematan dan tepat dalam memilih pemenuhan kebutuhan saprodinya. Beberapa jenis Herbisida, Insektisida dan Fungisida mengalami pelonjakan harga yang tajam, ditambah lagi harga pupuk dan benih. "Mumet Ora?" Mumet lah, masa enggak" 

"Terus bagaimana..." bagi tips-tipsnya dong....

1. Kalkulasi secara tepat. (Tepat waktu, Tepat jenis, Tepat sasaran, Tepat dosis, Tepat mutu, Tepat cara). Ingat ini kunci utamanya. Jangan salah supaya hasilnya efektif dan efisien tidak menyebabkan pemborosan.

2. Gunakan kombinasi bahan yang tersedia. Adakalanya penggunaan bahan secara kombinasi dapat memperkuat efek pestisida dan dapat memperingan takaran sehingga penggunaannya lebih hemat dan ramah di kantong.

3. Pilih kualitas bukan karena merk atau harga tinggi. Efektifitas tidak selalu dilihat dari merk dan harga. Banyak produk berkualitas yang notabene harganya jauh lebih terjangkau dan tidak harus selalu mahal. Pahami jenis bahan aktif dan konsentrasinya, dan ingat kategori 6 Tepatnya. Pilih dari perusahaan yang jelas.

4. Produk asli bukan abal-abal. Adakalanya jalur distribusi resmi adalah jaminan produk asli. Biasakan membeli pestisida di outlet yang sudah kita ketahui jaminan keasliannya bukan asal beli dengan pertimbangan murahnya. Sering produk aspal disinyalir dibuat dengan menggunakan kemasan asli bekas pakai dan di isi dengan pestisida yang tidak sesuai konsentrasinya atau di encerkan. Harus berhati-hati ya....waspadalah...waspadalah...waspadalah. 



Selama ini produk  pestisida Petrosida Gresik dikenal sebagai produk dengan kualitas baik denga harga yang sangat terjangkau. Sebagai produsen anak perusahaan Petrokimia Gresik memberikan jaminan secara kualitas dan kinerja pestisidanya jelas tidak abal-abal. 

Sekali mencoba pasti jatuh cinta...karena ternyata produk hebat bisa di dapat dengan harga hemat. 

Catat beberapa produk andalannya yang dijamin harganya bersahabat dan ramah di kantong: "Teballo 250 SL, Emazo 75 EC, Sidatan XR 525 SL, Siodan 20 WP, Sidabin 200/150 SC,  Sidamethrin 50 EC, Seetop 525 SL, Sidafos 480 SL, Guella 12,5 PA".....dan masih banyak jenis pestisida lainnya. Yuk sebutkan jenis-jenis yang pernah anda gunakan.....

Yuk cintai produk dalam negeri, produk produksi anak bangsa yang terjamin kualitasnya dan terjangkau harganya. Produk hebat ternyata juga ada dengan harga hemat...



Petrosida Jagonya 

Baca juga info lainnya:




 


Rabu, 08 Juni 2022

Hantu Pengendara Kuda Tanpa Kepala



Kisah hantu kusir delman tanpa kepala ini memang santer beredar sejak lama, kalau kami mengetahuinya sekitar tahun 70 an, sekitar lingkungan kami begitu memasuki malam akan menjadi kampung mati. Pintu rumah-rumah tertutup dan  lampu-lampu rumah akan dimatikan. Memang kampung kami dari asal cerita sejarahnya "sangar" mengingat legenda menunjukkan kisah menyeramkan itu muncul dari zaman sejarah kolonial dulu. 

Cerita berawal dari seorang arif yang dalam sejarah hidupnya memiliki banyak jasa dalam membela jelata dari perbudakan dan kemiskinan jaman itu.

Sebutlah dia Mbah T dan Mbah L. Keduanya adalah trah keluarga keraton yang tidak segan membela rakyat kecil. Hampir setiap malam mereka berdua bersama sama membagikan makanan dan uang ke rakyar miskin di lingkungan itu. 

Sampai pada kondisi ketika kereta itu tertangkap Belanda dan keduanya dieksekusi ditembak dan di penggal kepalanya. 
Pada kondisi akhirnya keduanya harus mati dihadapan tentara Belanda dan salah satunya dengan kondisi kepala terputus terkena gorokan mister-mister Belanda.

Sebelum genap 40 harinya ternyata lewat tengah malam suara kereta kuda yang biasa di pakai keduanya kerap terdengar melewati jalan-jalan gelap sekitar kampung. Cerita beberapa orang warga yang menjumpai ghaib itu menuturkan kereta itu nampak berjalan dengan kusir yang tidak memiliki kepala...

Dan anehnya bentuk badan ghaib tanpa kepala itu juga masih kerap meninggalkan sembako dan harta di depan rumah orang-orang kampung yang kekurangan.

"Cring-cring--cring---cring----cring"

Pada masa kecil kami memang cerita itu dianggap sebagai dongeng untuk menakuti kami yang masih kecil agar tidak bermain di luar rumah ketika malam. Tetapi memang saat malan kami kerap mendengar suara delman yang berjalan di jalan-jalan sekitar kampung kami.

Kalau kamu berasl dari Lamongan dan mendengar kisah ini mungkin kamu masih satu daerah dengan penulis.
Sekarang dengan kondisi kampung yang sudah menjadi kota dengan cahaya terang benderang seakan menghilangkan kisah-kisah itu dan menggantinya dengan kisah kisah masa kini.

Masih dari lokasi yang sama, memang cerita ini bermula dari Sudin warga kampung yang kerjaannya mencari '"kijing" sejenis kerang air tawar yang banyak hidup di lingkungan telaga. Entah waktu itu bagaimana ceritanya beberapa kejadian menyebutkan ada beberapa orang yang hilang di telaga itu. Ada yang bilang di makan "kalap" sejenis hantu air yang sering menjelma seperti manusia biasa yang sering terlihat di sekitar telaga. Kadang dia meminta tolong orang yang lewat dan mengajaknya masuk ke air. 

Pernah satu waktu telaga itu kering airnya dan ternyata baru diketahui kalau di dasar telaga banyak terdapat sumur kuno yang dalam. Warga yang hilang diasumsikan tersedot di lubang sumur itu dan mati tenggelam. 
Cuman yang aneh menurut pengakuan warga ada penemuan ikan beranting emas dan sempat diambilnya dan di bawa ke rumah.

Ketika malam ikan itu menemuinya dalam mimpi dan memintanya untuk mengembalikannya ke dalam telaga atau dia dan keluarganya akan mendapatkan musibah.
Karena mimpi yang aneh itu besoknya subuh-subuh dia mengembalikan ikan beranting emas itu ke telaga dan anehnya pagi itu tiba-tiba banyak ikan-ikan besar yang menapakkan diri dan menepi sehingga warga itu bisa menangkapnya dngan mudah.
Sekaan akan sebagai ucapan terima kasih ikan beranting emas itu kepada warga yang menemukan dan mengembalikannya.

Cerita-cerita seperti ini dulu banyak di sekitar kita, apa ada kisah yang menarik di sekitarmu lur...yuk ceritakan di komentar. Berbagi kisah menarik dengan yang lain.

KENALI MANFAAT ASAM PHOSPIT PADA PETROPHOS

A sam fosfit ( H3PO3 ) pada produk Petrophos memiliki kemampuan unik untuk merangsang pertumbuhan akar , meskipun perannya berbeda dengan pu...